SELEBRITIA

Curhat Trio Macan, Dari Cinta Sampai Isi Koper

Selasa, 01 Juni 2010 10:08  | 

Trio Macan






KapanLagi.com -
Oleh: Budi Hermawan

Roda pasti berputar. Trio Macan sadar bahwa masa kejayaan menyanyi tidak akan bertahan terus. Karena itu mereka bersiap dengan menabung dan membuka usaha. Kepada KapanLagi.com saat wawancara Eksklusif mereka memaparkan masa depannya. Yang paling utama saat ini bagi mereka adalah mempertahankan eksistensi dengan mengangkat Lia sebagai ibu dari Trio Macan.

Meskipun sibuk bukan berarti personil Trio Macan yang masih single semua itu lupa mencari jodoh. Mereka sudah punya tipe cowok idaman. Bahkan sampai fantasi seksual. Walau terkesan "nakal" percaya atau tidak, setiap kali manggung salah satu isi koper yang selalu ada adalah mukena dan sajadah. Wow, boleh duniawi heboh tapi urusan akhirat juga tidak ditinggalkan. Berikut petikan wawancara yang berlangsung Jumat (30/5):

KARIR DAN MASA DEPAN

  • Di dunia entertainment, termasuk dangdut, pasti ada masanya, apa yang kalian persiapkan?

    Lia: Sebenarnya dangdut itu tidak ada matinya, setiap tahunnya pasti ramai, dangdut adalah cara cepat buat cari duit. Kalau dibandingin penyanyi dangdut dengan penyanyi pop, lebih kaya penyanyi dangdut, penyanyi pop hanya menang di on air saja, kalau pun ada hanya yang sudah terkenal saja. Penyanyi pop untuk bisa off air harus punya album dulu, kalau dangdut tidak usah punya album sudah bisa off air.


  • Trio Macan

  • Kalau bentuk usaha lain di luar nyanyi?

    Lia: Aku sih pinginnya buka cafe, tidak jauh-jauh dari kegiatan aku sekarang, yang ada live musicnya, kalau di Jakarta sudah banyak, pinginnya di kampung tapi ijinnya masih susah, jadi untuk sementara uangnya ditabung dulu. Sekarang sudah ada yang kecil-kecilan kerjasama bikin apotik.

    Ayu: Ada, penyewaan mobil.

    Yeni: Sama kayak mbak Lia, tapi aku pingin usaha sampai di Madura dan sembako di Besuki.

  • Selain nyanyi, kegiatan apa yang dikerjakan?

    Lia: Main sinetron, ada juga tawaran main film tapi aku tolak karena rambut harus dicat hitam. Buat aku akting hanya sampingan saja. Mending pilih bugil daripada cat rambut hitam. Bisa ngubah image.

    Yeni: Ada sinetron, tapi film belum.

  • Di dalam tubuh Trio Macan, keberadaan Lia, diakui atau tidak menjadi tokoh sentral, tanpa harus mengecilkan peran Ayu dan Yeni. Bagaimana pandangan kalian soal itu?

    Ayu: Dia (Lia) itu mbok'e (ibunya) Macan. Istilahnya macan tak bertaring tidak ada Lia. Kalau dia keluar berarti tidak ada Trio Macan.

    Lia: Aku dulu mau sempat keluar, manajemen bilang jangan. Dulu aku nggak nyaman banget, itu sekitar tahun 2006–2007. Tapi Allah berkehendak lain. Orang yang jadi ular di Trio Macan keluar satu–satu, meskipun beberapa tahun harus tahan dengan ketidaknyamanan. Padahal honor sama sekali tidak beda. Nah, sekarang memang beda, karena aku yang bikin Trio Macan, dan penggantinya walaupun dari segi fisik tidak ada yang beda, aku berharap hati mereka berbeda dengan yang dulu. Sekarang aku lebih semangat untuk tampil dalam trio daripada solo.


JODOH

  • Tipe cowok seperti apa yang kalian cari?

    Ayu: Aku suka yang lebih tua 15 tahun dari aku. Duda nggak papa. Lebih tua tapi jangan laki orang.

  • Kenapa?

    Ayu: Karena kalau yang lebih tua bisa lebih bertanggungjawab dan bisa bimbing aku, karena kalau yang muda, bisa juga sih punya tanggung jawab, tapi kebanyakan sukanya hura-hura.

  • Kalau Yeni bagaimana?

    Yeni: Aku suka yang pinter.

    Lia?

    Lia: Aku suka yang atletis, tapi kalau jodoh tidak tahu, paling tidak kalau dapat suami di luar kriteria aku sudah pernah ngerasain yang bagus-bagus.

  • Banyak orang menyebut kalian sexy merasa nggak?

    Yeni: Aku sih nggak merasa. Tapi itu kan penilaian orang, tapi aku suka dengan bagian perut aku.

    Ayu: Mungkin aku makhluk paling sexy di negeriku Indonesia..ha..ha..ha.. Sexy itu tergantung orang yang melihatnya saja.

    Lia: Banyak laki-laki yang bilang aku sexy. Sering aku ditepok pantatnya (pas manggung), kalau yang nakal-nakal paling ngajakin di FB.

  • Kalian begitu garang di panggung, kalau nanti punya suami apakah tetap garang?

    Ayu: Garang di panggung itu profesional saja. Kalau aku sampai tua pun akan tetap garang di ranjang, aku wajib berlaku seperti penari erotis..ha..ha..ha..

  • Sadar atau tidak, mungkin dengan melihat penampilan kalian di panggung bisa menjadikan kalian fantasi sex, bagaimana pendapat kalian?

    Lia: Itu terserah orang saja. Kita tidak bisa ngatur. Asal jangan dilakukan dihadapan kita saja. Itu bikin risih.

    Yeni: Nggak masalah. Bangga juga, secara gitu lho. Risih nggak juga. Dia fantasi gue atau tidak kan tidak tahu.

    Ayu: Nggak masalah selagi tidak pegang–pegang aku...ha..ha..ha..


BEDAH ISI KOPER

1 Mei pukul 12.00 WITA, Trio Macan telah bersiap–siap. Puncak acara akan segera digelar di lapangan Sangata. Di sela–sela make up Lia tampak lagi dipijat Nano. Dia ngaku pegel–pegel. Ayu pun ikut nginjak–nginjak. Kesempatan ini KapanLagi.com gunakan untuk membedah isi koper mereka.

  • Nama kalian sudah terkenal sekarang, apa ada yang berubah?

    Yeni: Aku tetap ingin jadi diriku sendiri, kalau ada penampilan yang berubah hanya untuk menyesuaikan saja.

    Ayu: Berubah nggak ada. Kalau penampilan iya. Karena aku menghibur orang.

    Lia: Alhamdulillah kata orang yang aku kenal sejak dulu aku tidak berubah, hanya penampilan saja.

  • Apa saja yang biasa kalian bawa dalam koper tas kalian?

    Lia: Ada baju, laptop bisa ngisi waktu senggang, changer HP – ini jangan sampai tertinggal, dan yang paling banyak celana dalam.

  • Kenapa kok celana dalam?

    Lia: Nggak pede kalau nggak ganti beberapa kali dalam sehari.

  • Kalau Ayu bawa apa?

    Ayu: Aku bawa sajadah dan mukenah, bawa harga diri juga, kehormatan diri, charger, alat–alat mandi, dan antimo.

  • Kok antimo?

    Ayu: Ini buat aku bisa terlelap kalau menempuh perjalanan jauh, biar sampai di lokasi tidak capek.

  • Kalau Yeni?

    Yeni: Idem, paling yang beda aku bawa cream siang malam.

    Dalam show tersebut Lia dkk hanya membawakan 5 lagu. Pukul 23.30, Trio Macan turun panggung. Mereka copot sepatu masing–masing dan ditenteng. Sementara penonton makin membludak. Itu sepatu buat apa? "Ini buat gampar kalau ada yang colek–colek," sahut Lia serius. Wahhhh, nggak berani deh.
    (kpl/wwn/uji/nat)

Lihat Galeri Photo Trio Macan:

Widi MuliaWidi Mulia
Widi MuliaWidi Mulia
Widi MuliaWidi Mulia