SELEBRITIA

Deddy Mizwar: Membuat Film Sama Dengan Sopir

Senin, 07 Juni 2010 10:56  | 

Deddy Mizwar






KapanLagi.com -

Oleh: Puput Puji Lestari

Di dunia perfilman nama Deddy Mizwar tidak asing lagi. Sebagai aktor, tokoh yang diperankannya seolah nyata dan dikenang oleh banyak penontonnya. Sementara di belakang layar, tangan dingin Bang Haji (sapaan Deddy, red) menghasilkan karya yang bisa jadi panutan sineas lain.

Berhasil di layar lebar, Bang Haji merasa perlu memberikan pilihan tontonan kepada penonton televisi. Karena jumlah penonton lebih banyak dan gratis, Deddy yakin TV memiliki andil besar dalam perubahan sosial masyarakat. Maka saat SCTV mendaulatnya sebagai superviser produksi 20 sinema wajah Indonesia, Deddy mengiyakan.

Motivasi pembuatan sinema tersebut adalah menghadirkan wajah Indonesia dari berbagai daerah dengan persoalan yang riil di masyarakat daerah tersebut. Apa yang jadi motivasinya? Berikut perbincangan KapanLagi.com dengan Bang Haji yang dilakukan Senin (31/5) di kantor SCTV Tower.


Deddy Mizwar

Kok mau kembali aktif di TV Bang setelah setahun ini berkutat di layar lebar?
Ini adalah sebuah tanggung jawab. TV kita sejauh ini terlalu banyak memberi tayangan yang kurang mendidik meskipun menghibur. Dan wajah pemain yang dihadirkan juga banyak bule, kenapa kita nggak bangga dengan wajah Indonesia? Jadi di sinema ini benar-benar pemainnya ya yang wajahnya Indonesia banget.

Tujuannya?
Memberi pilihan pada pemirsa. Dari 20 sinema ini diharapkan bisa juga jadi pilot project untuk televisi lain.

Kecenderungan tayangan TV seragam?
Itulah, kita banyak terpaku rating. Kalau satu ratingnya bagus yang lain ikut-ikutan buat yang polanya sama. Penonton jadi tidak punya pilihan.

Dari beberapa tayangan seperti KIAMAT SUDAH DEKAT, PARA PENCARI TUHAN, LORONG WAKTU, Bang Haji banyak menyorot sisi religi.

Kalau ada yang menyebut sebagai ustad sinema?
Wah ya enggaklah. Gue sekedar menyampaikan dan mengajak ke yang lebih baik.

Ada yang bilang pilih-pilih peran juga?
Iya dong, kalau enggak mau jadi apa. Peran itu identitas.

Makna film atau sinema buat Abang apa?
Pemenuhan kecenderungan manusia untuk selalu lebih baik. Membuat film sama aja juga seorang sopir yang harus bertanggungjawab sama penumpang. Bagaimana membawa penumpang selamat pada tujuan. Apa yang kita buat harus dipertanggungjawabkan jangan sampai berdampak buruk pada penontonnya.

Kalau banyak yang buat film berbau seks dan porno?
Tanggung jawab yang bikin dan yang kasih lulus sensor.

Geregetan nggak?
Ya enggak papa, setiap orang yang membuat film punya motivasi masing-masing.

Kalau Bang Haji motivasinya apa?
Niatnya ibadah.

Soal rating TV?
Jangan terpakulah. Cari yang bagus lain, cari formula yang bagus. Jangan ajari yang jelek meskipun ratingnya bagus.

Arti keluarga?
Tanggung jawab, bagaimana mengarahkan mendidik. Memberi manfaat yang lebih baik pada sesama.

Impian?
Ingin lebih baik. Itu nggak ada akhirnya.

Pengalaman paling menyenangkan dalam hidup?
Yang paling menyenangkan adalah mensyukuri. Hidup yang paling penting adalah bersyukur.
(kpl/uji/nat)

Lihat Galeri Photo Deddy Mizwar:

Deddy MizwarDeddy Mizwar
Deddy MizwarDeddy Mizwar
Deddy MizwarDeddy Mizwar