SELEBRITIA

Erika Kirihara Tak Beda Jauh Dengan Rin Sakuragi

Minggu, 28 Februari 2010 16:26  | 

Erika Kirihara







KapanLagi.com -

Oleh: Budi Hermawan

Rumah produksi Maxima Pictures, yang selama ini dikenal sebagai produsen film-film berbalut artis seksi, kembali mendatangkan bintang asal negeri Sakura, Jepang, Erika Kirihara. Kedatangan artis berusia 23 tahun itu, menyusul sukses kehadiran bintang porno dari negeri yang sama, Rin Sakuragi yang turut membintangi film SUSTER KERAMAS.

Kehadiran Erika di Indonesia kali ini pun terlibat sebagai salah satu pemain dalam film ARISAN BRONDONG, yang sudah mulai tayang di bioskop di Indonesia.

Erika Kirihara sendiri lahir di Tokyo, Jepang, 15 Desember 1987. Di negeri asalnya, terkenal sebagai model, presenter, dan bintang TV show komedi yang mengandalkan tubuh seksinya. Selain itu, tak berbeda jauh dengan pendahulunya Rin Sakuragi, dia juga dikenal sebagai bintang film porno.

Menjelang kepulangannya ke negeri Jepang, KapanLagi.com pada Kamis, (18/02/2010) berkesempatan berbincang dengan bintang yang konon film pornonya masuk dalam deretan 10 film JAV (Japan Adult Video) paling dicari.

Melalui seorang penerjemah, pengidola Sasaki Nozomi (model) dan Sumabuki Satoshi (aktor) ini mengungkapkan rasa kagumnya berada di Indonesia. Dirinya mengaku mulai mengenal Indonesia lewat Bali dan beberapa kali telah mengunjungi pulau Dewata itu saat liburan.


Erika Kirihara dan Rin Sakuragi

Kesan pertama yang diperoleh Erika adalah keramahtamahan orang Indonesia hingga makanan tradisionalnya. Ia menyebut nasi goreng, seafood dan sate sebagai makanan favoritnya. Makanya dia terbelalak kaget saat diberitahu kalau bagi sebagian masyarakat Indonesia sate diyakini bisa meningkat libido.

"Kalau begitu besok-besok saya harus lebih berhati–hati makan sate, padahal baru pertama kali aku makan daging kambing tapi enak kok," ujarnya bercanda. "Aku cocok dengan masakan Indonesia apalagi dengan makanan yang pedas, suka banget," tambahnya.

Sebagai pengalaman pertama main film dengan orang asing, Erika menyebut perbedaan bahasa menjadi kendala utama. Sempat merasa minder (nervous) berhadapan dengan lawan mainnya. "Tapi karena orang-orang di sini ramah-ramah, saya jadi cepat berbaur dengan crew-crew di sini," ujarnya.

Bahkan Erika memuji standar studio film di Indonesia yang menurutnya lebih bagus dibanding di Jepang. "Studio di sini bagus dan indah, kalau di Jepang Kita syuting dengan studio yang sangat sederhana dan main di sini lebih santai dibanding main di Jepang," imbuhnya.

Kendala lainnya diakui praktis tidak ada, apalagi Erika ternyata menyukai iklim Indonesia yang hangat. "Indonesia penuh kehangatan selain udara yang hangat juga orang-orangnya, Lagian aku lebih suka daerah yang hangat daripada yang dingin," tegasnya.

"Jakarta tidak berbeda jauh dengan Tokyo, gedung-gedungnya bagus dan besar, macet juga, tapi di sini lebih banyak orang yang mengendarai sepeda motor," tambahnya sambil tersenyum. (kpl/wwn/dar)