SELEBRITIA

Happy Salma, Popularitas Cukup di Genggaman

Rabu, 07 Juli 2010 13:02  | 

Happy Salma







KapanLagi.com -
Oleh: Puput Puji Lestari

Memulai karir sebagai gadis sampul, Happy Salma menapaki banyak langkah yang tidak diduga. Dari tawaran main teater oleh Jajang C Noer, Happy tertantang mengasah kemampuan aktingnya. Dunia panggung yang dilaluinya mengantar pada dunia layar kaca mulai dari sinetron, sampai pembawa acara dilakoninya. Entah kebetulan atau apa, Jajang C Noer pula yang mengajaknya pertama kali bermain film.

Dari semua profesi yang dijalani, Happy menyimpan kegemarannya menulis. Dua buku yang diluncurkannya, baginya adalah langkah awal. Di Studio Sakti Aktor, Pancoran, Jakarta Selatan Happy menceritakan rencananya merilis novel pertamanya bulan depan. "Aku sedang siapkan, ini buku ketiga tapi novel pertamaku," katanya Senin (5/7).

Sastra baginya seperti makanan yang dibutuhkan tubuh. Di sastra pula Happy ingin masa depannya tertata. Semua pujian dan popularitas yang diraih, seperti pasir. Sekedar digenggam, jadi saat ketenaran tidak lagi didapat ikon novel Siti Nurbaya ini siap melepasnya dengan mudah. Simak pribadi wanita yang mudah tersentuh perasaannya berikut ini :


Happy Salma

PERSONAL

  • Yang terkenang dalam hidup?
    Saya melewati banyak proses dalam hidup, di mana saya mencari jatidiri saya. Mencari jawaban apa yang saya inginkan dalam bekerja, bukan hanya materi saja kan. Tapi mencari kekayaan hati. Itu melalui proses yang panjang.
    Saat saya memasuki stage kemudian diterima masyarakat, mendapat rejeki itu membuatku bahagia. Saya dikenang oleh orang lain itu membahagiakan. Tapi itu bisa jadi boomerang buat saya. Makanya bagi saya, pujian orang lain itu tidak pernah saya masukkan dalam hati. Karena kadang bisa melenakan. Popularitas, pujian, atau sanjungan itu nggak saya masukkan dalam hati. Cukup dalam genggaman tangan saja saya menyimpan semua itu. Jadi saat popularitas tidak ada lagi saya bisa membuangnya kapan saja dengan mudah. Tidak harus sampai depresi.
  • Harapan?
    Saya ingin seperti manusia yang bisa memiliki kebodohan, kebimbangan, dan ketakutan. Jadi tidak membuat saya sombong.
  • Momen terharu?
    Kalau dikasih kejutan yang tak terduga. Bentuk kasih sayang yang diwujudkan dalam hal-hal kecil. Seperti kemarin saya syuting ke luar kota, pas lagi pulang adik saya memberi hadiah kalung kecil. Terus dikasih kartu yang sweet. Kalung itu dibeli dengan gaji pertamanya. Meskipun kecil itu membuat saya terharu, sampai mata saya berkaca-kaca karena saya nggak nyangka dapat kejutan itu. Itu kan bukti kasih sayang.
  • Emansipasi?
    Adalah wanita berjuang dengan apa yang dia yakini. Bukan berarti emansipasi itu mesti mengalahkan laki-laki. Kalau begitu apa bedanya dengan laki-laki yang menjajah perempuan.
  • Green living?
    Adalah hidup yang bergandengan tangan dengan alam dan kehidupan. Kalau ada yang berkampanye cintai air, bumi dan tanaman itu nggak cukup. Mencintai alam itu mesti jadi gaya hidup. Kalau udah begitu orang tahu tidak boleh nebang pohon.
    Di Eropa atau Arab, menanam pohon itu sulit. Makanya yang nebang sembarangan bisa di penjara. Makanya mencintai bumi itu bukan harus semua jadi serba hijau. Kita hormati bumi, air, ya minimal dengan tidak buang sampah sembarang. Itu cara kita menghargai makhluk.
  • Yang nggak boleh lupa dibawa?
    BB kali ya, tapi jangan tanya gadget ya, aku gaptek. Hehehehe..... .
  • Sejak kapan pakai BB?
    Tahun lalu.
  • Kenapa pilih BB?
    Aku itu sebenarnya nggak niat ganti hp, tapi karena saudara-saudara aku udah pakai BB akhirnya mereka geregetan waktu mau chat atau kirim foto. Nah, suatu hari tiba-tiba hp ku diminta trus nomer dipindah ke BB yang mereka belikan. Setting juga saudara aku yang settingin. Pokoknya aku tahu beres, dan tinggal pakai.
  • Cantik-cantik gaptek?
    Banyak yang bilang begitu, nggak masalah. Karena aku mengakui kalau gaptek.


SRIKANDI SASTRA

  • Teater, film, penulis?
    Masing-masing punya keterkaitan. Awalnya saya suka sastra. Yang dipentaskan pertama kali itu yang ngajak Jajang C Noer. Naskahnya dari buku Pramoedya Ananta Toer. Karena saya suka karya Pramoedya, jadi saya memberanikan diri. Karena itu adalah salah satu dari berbagai bentuk cara komunikasi bagaimana menyampaikan ideologi. Komunikasi dari teater bisa juga. Jadi intinya saya suka seni.
  • Wawancara terakhir dengan Pram?
    Ya, saya secara pribadi mengagumi beliau. Di luar beliau punya ideologi seperti apa, saya mengagumi. Saya jarang kagum sama orang. Saya suka kagum pada orang yang punya ketetapan hati. Nah, Pram adalah orang yang saya lihat bisa melakukan hal itu. Dengan kondisi apapun, ada tekanan seperti apapun dia bertahan. Berjuang hidup di garis ketetapan hati.
  • Ketetapan hati Happy?
    Saya masih labil, tapi saya berusaha mencoba yang terbaik dalam hidup. Saya mungkin belum memiliki prinsip orang yang saya kagumi. Kakaknya Kartini saya kagum, Kartini juga.
  • Tulisan impian?
    Saya ingin menulis dengan lebih serius lagi. Ini sudah dikerjakan dengan serius. Tapi dengan kekayaan batin dan kematangan diri saya, saya mungkin bisa menulis lebih baik lagi. Semoga bisa memberikan kenang-kenangan untuk ranah sastra Indonesia. (kpl/uji/nat)

Lihat Galeri Photo Happy Salma:

Happy SalmaHappy Salma
Happy SalmaHappy Salma
Happy SalmaHappy Salma