SELEBRITIA

Melanie Putria dan Angga, Tak sabar Menunggu Januari

Selasa, 28 Desember 2010 13:18  | 

Melanie Putria


Melanie Putria dan Angga, Tak sabar Menunggu Januari
Melanie - Angga




KapanLagi.com -
Oleh: Puput Puji Lestari

Januari 2011 segera menjelang. Banyak yang memanfaatkan momen Tahun Baru sebagai titik balik untuk memulai sesuatu. Banyak pula yang menjadikan sebagai waktu khusus untuk evaluasi diri. Tak heran jika perayaan Tahun Baru disambut dengan sukacita.

Melanie Putria dan Angga, vokalis Maliq and D Essentials, juga merasakan kebahagiaan menyambut Tahun Baru. Mereka antusias sekali menyambut bulan Januari, karena akhir bulan Januari sang buah hati diprediksikan lahir ke dunia. Usia kandungan Melanie menginjak bulan kesembilan awal saat akhir tahun ini. Untuk mempersiapkan proses persalinan, mantan Puteri Indonesia ini tidak mau bermalas-malasan. Olahraga yang sudah menjadi gaya hidup sehatnya tidak ditinggalkan.

Beruntung, Angga sangat memahami kebutuhan Melanie. Selama hamil, sebisa mungkin Angga selalu menemani Melanie. Seperti saat KapanLagi.com membuat janji ngobrol dengan Melanie di pusat kebugaran langganannya, Celebrity Fitnes, FX Mall, Jakarta Selatan. Angga terlihat ikut sibuk mempersiapkan kebutuhan olahraga Melanie. Dia juga

menemani Melanie untuk menjalani apa pun jenis olahraga yang diinginkan. Romantisme pasangan muda ini terekam dalam perbincangan kami berikut ini:


Melanie - Angga

MENANTI BUAH HATI

  • Kehamilan, momen paling menyenangkan?
    Melanie: Yang pasti dari awal menyenangkan. Soalnya aku sama Angga emang niat langsung aja deh kalau dikasih momongan. Nggak ada niat menunda, nggak mau KB. Jadi saat dikasih kado Allah berupa kehamilan ya rasanya bahagia banget. Karena memang sudah dinanti-nanti.
  • Momen sulit selama hamil?
    Melanie: Susah makan kali ya di dua bulan pertama. Nggak doyan makan karena pingin muntah. Tapi setelah masa awal kehamilan lewat, aku doyan makan banget. Aku yang sebelumnya diet gila-gilaan, mendisiplinkan diri dengan latihan yang ada. Tiba-tiba harus merubah mindset, makan seinginnya.
    Angga: Satu bulan menikah langsung hamil, untungnya kami sudah siap banget. Dapat informasi dari Ibu dan mertua. Dan pasti ada kaget-kagetnya, tapi semua dalam batas normal. Karena dari awal kami selalu berkesepakatan, untuk menikah kemudian langsung hamil itu sudah kami sepakati, jadi ya senang.
  • Ikut kampanye ASI eksklusif?
    Melanie: Ya saat aku belum hamil sudah pernah wawancara organisasi AINI ASI jadi mereka selalu support informasi yang aku perlukan. Karena itu kegiatan positif, nggak ada salahnya kan kalau aku ikut.
  • Persiapan menjelang persalinan?
    Melanie: Prepare mental yang pasti. Angga selalu memberikan aku kepercayaan kepada aku, dia selalu jadi orang pertama yang nenangin aku. Soalnya ada ketakutan nanti kalau sakit gimana, maklum ini kan anak pertama kami. Selama ini saya banyak membaca saja. Jadi deg-degan menjelang kelahiran. Alhamdulillah, Angga selalu memberi gambaran kalau misalnya nggak bisa normal caesar juga nggak papa, jangan kecewa katanya.
    Angga: Suami siaga nih, hehehe. Kita berdua ngejalaninnya sebagai niat baik dari Allah kepada kita. Saya sih nggak mau stres yang berlebihan, jadi itu yang saya tekankan pada Melanie. Jangan lah karunia Tuhan kemudian dibikin stres, karena melahirkan kan proses alami. Bahkan ASI itu kan juga karunia Allah. Kalau memang dikasih ya disyukuri. Tapi, kalau memang nggak dikasih ya mau gimana lagi nggak ada salahnya kita coba solusi lain. Lebih enak berfikir ke depan. Toh ini juga kita yang mau semua jadi pas dikasih juga nggak repot.
  • Harapan untuk anak?
    Angga: Sehat lah tentunya, ke depannya pingin jadi anak yang jujur, menghargai orang. Kalau profesinya apa terserah kali ya dia mau jadi apa. Tapi kalau ada orang yang bilang itu anak jadi harapan orang tua yang tak terkabul, jadi atlet. Soalnya kayaknya atlet itu seger, selalu sehat, dan jiwa sportifitasnya tinggi. Kalau kalah ya kalah, menang ya menang, kelihatannya itu seperti real hidup aja. Tapi nggak maksa sih apa pun yang penting anaknya jujur.


PERSONAL

  • Kebiasaan apa yang ketahuan atau berubah setelah menikah?
    Angga: Kalau saya nggak nyorotin ke masalah fisik, tapi mental. Setelah kita menikah kita jadi satu tim. Apa yang saya rasain dia juga rasain. Harus siap segala kemungkinan, termasuk ketika salah. Selama menikah ini kami merasa kemampuan komunikasi kami diasah banget. Kalau pacaran dulu seneng aja kalau ketemu. Kalau sekarang kan enggak, mesti lebih bisa memperhatikan perasaan dia sebagai istri. Saya sih sebagai suami belajar banyak dari mamah dan temen.
    Melanie: Kita pacaran selama lima tahun ya, jadi sebagian besar hal kecil tentang Angga aku tahu. Jadi kebiasaan itu nggak ada yang berubah setelah menikah. Paling kebiasaan mandi dan pilih baju itu yang baru. Paling aku kan panikan, mikir terus, gampang stres. Angga selalu jadi pengingat aku untuk tidak panik, dia lebih rasional, pakai logika saat menghadapi sesuatu. Pas nikah itu lebih berasa banget, jadi merasa dilindungi.
  • Hadiah terindah yang pernah diterima?
    Angga: Saya bisa jawab, hadiah terindah buat Melanie, pasti saat aku tanya, maukah menikah dengan saya?
    Melanie: Ah enggak, dia nggak romantis banget. Jangan bayangkan dia melamar dengan romantis. Aku mengharap banget supaya romantis, tapi tetep biasa aja sambil makan. Tapi karena dasarnya dia cuek banget, tetap aku ingat sebagai sesuatu yang indah. Kalau barang itu aku pernah terima kalung dari dia sebagai hadiah ulang tahun. Itu aku simpan sebagai hadiah yang istimewa.
    Angga: Soal kalung sebenarnya nggak niat lho kasih itu. Karena cowok kan suka dikasih barang yang diperlukan. Waktu itu dia mau ke luar negeri. Saya lihat dia nggak punya travel bag yang gede. Nah, saya bilang ke Mama mau kasih tas. Eh dimarahin Mama. Disuruh kasih kalung, kan cewek suka yang sweet-sweet gitu, bukan yang dimanfaatnya penting. Aku sendiri selalu suka kalau ditraktir makan. Oh ada pas Java Jazz 2008, saya manggung saat ulang tahun 29 Februari. Pas lagi manggung tuh saya lihat ada temen-teman saya. Sebelum momen itu saya dimarahi manajemen karena telat, ternyata saat itu Melanie memasukkan teman-teman saya ke belakang panggung. Setelah manggung baru mereka ngasih kejutan. Gila habis itu semua teman-teman saya, meminta saya menikah sama Melanie, gara-gara Melanie itu ngotot nyembunyiin teman-teman saya di dapur selama dua jam menunggu saya selesai manggung. Itu yang bikin saya begitu syok.
  • Indonesia buat kalian?
    Melanie: Indonesia, aku melihatnya sebagai kampung halaman, di situlah aku merasa nyaman, cinta. Dulu saat aku jadi Puteri Indonesia banyak yang nawarin kerja di luar negeri. Tapi sebaik apa pun di luar negeri, aku tetep cinta Indonesia.
    Angga: Indonesia bagi saya itu tempat untuk berfikir dan belajar. Di sini orang itu cepet banget nyela, kalau ditanya apa positifnya Indonesia pada susah jawab. Jadi berfikir apa kita sudah pernah berbuat sesuatu untuk Indonesia.
  • Twitter?
    Angga: Penting banget, saya bersyukur dengan adanya media semua jadi cepat dan efisien untuk dapat informasi. MIsalnya saya mau bikin SIM kita nanya aja ke Twitter, ada aja yang ngasih informasi. Soal macet, itu nggak sampai lima menit sudah dapat informasi.
    Melanie: Ya sekarang nggak harus nonton TV buat dapat informasi. Dari Twitter kita dilatih untuk berkomunikasi yang sehat. Mesti berfikir apa yang disampaikan itu tepat.
  • Karir?
    Melanie: Pingin punya album sendiri. Angga waktu mau nikahin aku janji mau bikinin aku album, sampai sekarang belum kesampaian.
    Angga: Ya itu yang belum kesampaian hahahaha. Untuk Maliq sih kemarin kita dah bikin buku. Insya Allah kita nanti mau bikin film, tapi script-nya masih digodok. Manajemen dan label semoga lancar, apa pun bentuknya kami berharap bagaimana Maliq and D Essentials tetap jalan.

(kpl/uji/nat)

Lihat Galeri Photo Melanie - Angga:
Melanie - AnggaMelanie - Angga
Melanie - AnggaMelanie - Angga
Melanie - AnggaMelanie - Angga