SELEBRITIA

Menjadi Sahabat Syaharani

Sabtu, 05 Juni 2010 11:21  | 

Syaharani






KapanLagi.com -

Oleh: Puput Puji Lestari

Penyanyi jazz asal Batu Malang, baru saja meluncurkan album baru pada 26 Mei 2010. Bersama dengan teman band-nya Syaharani and The Queenfireworks (ESQI:EF), Rani (panggilan akrabnya) mempertahankan idealisme bermusiknya, dengan tetap memilih jalur independent. KapanLagi.com dapat kesempatan menemani Syaharani berlatih di salah satu studio di kawasan Dharmawangsa, Jaksel, Selasa, 18/5.

Bertemu dengan si cantik bersuara merdu, ternyata sangat menyenangkan. Suasana hangat langsung terasa saat pelukan dan sapaan meluncur darinya. Rani mengajak berbincang-bincang di lantai studio. Kami tidak seperti berwawancara, kami ngobrol bersama seperti kawan lama. Ah bintang satu ini rupanya tak pernah merasa ketenaran adalah kesuksesan. Baginya ketenaran adalah pinjaman, harus dijaga dan siap diambil yang punya. Karena itu tidak ada jarak antara kami, tertawa saling tukar pengalaman, dua jam bersamanya di ruang studio terasa sebentar saja.

Mau tahu seperti apa kesederhanaan Rani? Simak wawancara berikut:


Syaharani

PERSONAL

Sikap dan penampilan Syaharani sangat biasa, meskipun banyak dikenal?
Hidup saya sangat biasa jadi ya bersikap biasa. Bagi saya kemampuan bernyanyi itu anugerah, bonus, pinjaman dari yang Kuasa. Kalau kita dikasih pinjaman, kita harus sopan, nggak boleh ngrusak barang pinjaman, harus siap diambil oleh yang punya, harus dibalikin, simple sih mikirnya. Nggak berlebihan, diskusi dengan teman-teman terus, itu yang membuat saya nggak lupa diri. Diskusinya juga nggak selalu mengenai musik. Hal-hal mengenai filosofi hidup itulah yang mendasari kami bisa bertahan sebagai team.

Pencapaian hidup paling menyenangkan?
Jadi penyanyi, jadi penyanyi itu pinjaman talent yang membuatku jadi berpikir untuk bagaimana merawat mengembangkan sebaik mungkin.

Apa yang membuat Rani bahagia?
Bahagia itu harus diterjemahkan dulu dalam arti senang atau bersyukur. Jadi kalau kita mampu mensyukuri apa yang kita punya kebahagiaan akan tercapai. Menjalani hidup aja sudah bahagia, daripada jadi batu? Hahahahaha.

Ada hal yang buat geregetan?
Kalau ada yang bohong, bohongnya besar dan tidak masuk akal lagi. Misalnya ada anak sekolah yang nggak naik kelas, ditanya naik nggak bilangnya naik. Tapi kenyataannya masih tetap di kelas yang sama.

Kalau saya tidak bisa menepati janji itu geregetan sendiri juga, mikir kenapa kok nggak bisa nepati janji.

Mengharukan?
Kenangan ayah saya, pokoknya kenangan sama ortu itu mengharukan semua. Ayah saya meninggal saat saya 13 tahun. Yang paling haru adalah, sampai di akhir hayat ayah itu sholat bisa tepat lima waktu. Dan aku sendiri sampai sekarang kesusahan melakukannya. Jadi terharu kenapa bokap bisa, saya belum. Saya juga terharu kalau jamming, trus hasilnya bagus.

Tapi kadang bikin geregetan, kalau sudah terharu dengan jamming eh ternyata lupa nggak direkam.

Bagian tubuh paling disukai?
Tangan kali ya karena paling banyak kerja. Tapi sinse saya bilang harus menghargai kaki, karena kaki sudah menumpu kita ke mana-mana.

Yang paling tidak disukai?
Sebenarnya secara anak gaul ada juga jiwa kayak gitu. Secara mental aku selalu ingin kurus. Karena kecil aku gendut. Nah, karena dari kecil impiannya pingin kurus, sekarang tuh nggak bisa ngerem keinginan itu. Susah banget untuk bilang sama diri sendiri untuk tidak masalah makan apapun, yang penting sehat.

Hal yang belum dicapai sampai saat ini?
Saya ini orangnya nyantai, nggak sampai naruh apapun untuk keinginan. Lillahi Ta'ala aja apa yang diberikan. Kita selalu semangat untuk melakukan yang terbaik. Soal hasil itu balikin ke Tuhan. Takutnya, kebanyakan keinginan nanti malah aku harus bayar sekolah manajemen pikiran. Hehehehe.

Gadjet favorit?
Saya pakai Eee PC Asus. Yang 10 inch, saya nggak suka pakai BB. Handphone itu udah cukup yang biasa. Laptop udah bisa menjangkau semua. Aku nggak sanggup ngetik di quarty yang kecil-kecil itu.

Yang nggak boleh ketinggalan jika pergi?
Laptop.

Musisi favorit?
Ya Mas Didit (Ahmad Fareed) dan Mas Donny (Donny Suhendra), dua gitaris ini. Nggak muluk-muluklah. Mereka itu idolaku sudah sejak lama, jadi pas kita ngumpul di ESQI:EF senang banget. Kepingin ketemu Sting sih iya, tapi ya nggak harus ke Amerika atau ke Inggris untuk nonton, mending uangnya untuk buat album. Hehehehehe.

OUR WORLD

Kalau listrik mati seminggu?
Nyari tukang santet buat PLN, hehehe. PLN itu padam lama nian... Haduh, nggak bisa bayangin deh. Ampun, mau ngapain ya? Kalau sehari pas siangnya aja masih bisa pakai matahari, malamnya mainan akustik. Tapi kalau satu minggu, sholat tahajud aja deh biar bisa cepat nyala.

Binatang peliharaan?
Nggak punya sekarang, karena nggak ada waktu untuk merawatnya. Dulu waktu kecil punya anjing harder tiga. Itu anjingnya kakek yang sudah terlatih. Tapi begitu anjingnya mati, nggak pelihara lagi. Hidup saya pindah-pindah, gimana ngerawatnya.

Sekarang sih gampang kalau nggak punya binatang peliharaan ikut aja Farmville, hehehehehe. Di situ kita juga dituntut untuk memelihara, geregetan kalau panenan busuk. Tapi nggak repot, cukup buka FB. Hahahaha hobi saya lebih suka jalan-jalan ke alam.

Kalau charger HP ketinggalan saat jalan-jalan?
Beli aja charger baru di toko terdekat, pokoknya eksis terus.

FB atau Twitter?
Ikut dua-duanya. Itu sarana yang bagus untuk mempublikasikan kegiatan kita. Apalagi kita band indie.

SOSIAL

Orang yang ingin dikenal dekat?
Banyak, saya ingin selalu tahu perkembangan teman-teman saya. Tapi yang paling pingin saya dekat terus ya ibu saya. Pacar itu setelah ibu.

Hadiah terindah yang pernah diterima?
Bisa nyanyi.

Kalau besok mati?
Minta diperpanjang dulu waktunya. Ah bercanda, ya mati saja saya tidak ingin ada penyesalan.

Kalau hidup abadi?
Ogah ah, hidup sewajarnya saja.

Sri Mulyani jadi direktur Bank Dunia?
Bagus itu, nggak perlu dilihat dia perempuan atau laki-laki. Anak bangsa diakui dunia kemampuannya itu kan bagus.
(kpl/uji/nat)

Lihat Galeri Photo Syaharani:

SyaharaniSyaharani
SyaharaniSyaharani
SyaharaniSyaharani