SELEBRITIA

Ody Mulya: Seks Bagian Dari Film Saya (2)

Jum'at, 19 Februari 2010 19:58  | 

Ody Mulya







KapanLagi.com -

Oleh: Budi Hermawan

Setuju gak kalau Shanker dikatakan sebgai bapaknya film hantu dan Ody disebut sebagai bapaknya film sex?

"Ah, enggak. Bagi saya seks bagian dari film saya, bukan semata–mata karena seksnya saja. Kalau dia disebut sebagai bapak film horor tentunya bisa dibandingkan dengan film saya. Kesuksesan sebuah film bisa dilihat kok. Kalaupun mereka mengklaim jagoan film horor, tapi siapa sih yang buat film horor paling banyak box office."

Sebagian orang menilai Ody Mulya sebagai orang yang kontroversi?

"Sebenarnya menurut saya, bahwa saya tidak pernah menciptakan kontroversial. Contohnya soal Miyabi. Ternyata pornstar tidak boleh main di sini (Indonesia, red) dan saya sama sekali tidak tahu itu. Selama saya belajar film, kontennya yang bisa membuat film itu lolos sensor atau tidak, bukan karena pemainnya, pemain tentu boleh siapa saja. Tentu kita tidak bisa menutup mata film–film zaman dulu yang dibintangi seperti Jhonny Indo, mantan penjahat dan filmnya meledak, atau bintang–bintang panas kita dulu yang sekarang pakai jilbab tidak ada masalah."

"Jadi saya menganggap tidak masalah pemain asing main di Indonesia, gampangnya samalah seperti kompetisi sepak bola di sini yang menggunakan pemain asing, malah menjadi baik dan lebih menarik. Dan di Jepang sendiri Miyabi sudah tidak main film porno lagi. Sudah 10 tahun dia tidak main porno. Dan ketika saya lempar kepada penggemar Miyabi di sini sambutannya dashyat. Sebenarnya film yang dibintangi Miyabi biasa saja, mungkin hanya karena dia mantan bintang porno saja. Saya lebih suka bicara konten bukan siapa pemainnya. Saya hanya melihat akting dari pemain tidak melihat personal dari pemain. Dan Maxima selalu menggunakan pemain–pemain baru yang bisa main."


Erika dan Rin Sakuragi

Apa yang menjadi sasaran Maxima sekarang ini?

"Sebenarnya keinginan Maxima dengan mendatangkan pemain–pemain seperti Rin Sakuragi atau model dari taiwan dan korea yang ternyata bermain bagus, tak lain Maxima berkeinginan untuk go internasional. Kami sudah menyiapkan berbagai strategi yang matang yang tersimpan rapi karena kami ini selalu saja ada followernya. Ada beberapa sutradara Asia yang sudah kami siapkan. Saya juga berpikir market di sini sudah terlalu sempit. Dan kemungkinan kalau ini berjalan lancar, Indonesia hanya akan menjadi second market bagi Maxima. Jelasnya sebuah obsesi butuh investasi.

Dunia kerja Anda ini dipenuhi dengan wanita cantik, bagaimana keluarga menanggapinya?

"Tidak masalah karena kami terbuka dan mengembangkan sistem kekeluargaan di sini. Ya, sedikit ada komplain kalau waktu–waktu tertentu tidak bisa kumpul, ya bagaimana lagi, tapi sejauh ini istri saya, (Febrianti, red) mendukung kalau tidak repot. Kalau anak, (Mohammad Sakka Ramadhan, red) belum protes karena usianya baru dua tahun." (kpl/wwn/dar)