SELEBRITIA

Ody Mulya: Seks Bagian dari Film Saya

Jum'at, 19 Februari 2010 18:11  | 

Ody Mulya






KapanLagi.com -

Oleh: Budi Hermawan

Salah satu pendiri perusahaan film Maxima Pictures ini, terkenal di kalangan industri layar lebar sebagai sosok kontroversial. Terutama saat ingin mendatangkan mantan bintang porno nomer wahid asal Jepang, Miyabi, untuk tampil dalam salah satu adegan filmnya. Kontan Ody Mulya Hidayat pun dikenal luas, sekaligus menuai kecaman dan protes atas tindakan 'nakalnya' itu.

Film telah menjadi sumber inspirasi bagi ayah dua anak ini, meski segala resiko juga harus dihadapi. Namun apa sejatinya yang dicari sehinga berani mengambil resiko yang cukup besar? Mengapa juga dirinya tetap nekad mendatangkan Rin Sakuragi? Adakah hubungan dengan masa remajanya yang maniak nonton film-film Suzanna? Berikut petikan wawancara KapanLagi.com dengan Ody di kantor Maxima Picture.


Ody Mulya

Apa yang membuat Anda tertarik berbisnis di industri film?

"Yang pertama mungkin karena hobi. Dulu sejak kecil saya paling suka nonton film. Baik misbar maupun drive in, waktu itu di Ancol. Saat masih kuliah saya bisa nonton film 3 kali dalam seminggu, minimal dua kali dalam seminggu. Kadang saya menonton film yang sama karena waktu itu film masih sedikit. Film nasional yang sering saya tonton waktu itu, film–film komedi warkop atau film–film hantu yang dibintangi Suzanna. Dan saya menilai kesukaan saya nonton film ini yang menjadikan jalan untuk berkecimpung di dunia ini."

Apa yang diproduksi Maxima waktu pertama kali?

"Dulu awal berdiri Maxima tidak buat film langsung. Pertama yang diproduksi Maxima adalah sinetron selama tiga tahun, baru kemudian ke film. Dan sekarang fokusnya di film."

Kenapa?

"Ya karena Maxima menilai persaingan di TV sangat ketat dengan slot yang makin sulit. Di film konsentrasinya jelas, kita bisa berekspersi lebih bebas,"

Apa kriteria pemilihan atau film yang akan diproduksi Maxima?

"Sebenarnya konsep produksi film di Maxima sederhana, mana yang lagi booming itu yang kita pikirkan. Dulu kita main drama ternyata smooth saja, dan komedi campur horor lebih diterima,"

Termasuk dengan tambahan adegan syur?

"Bagi saya adegan syur masih diperlukan. Dan adegan syur pun tidak pada porsi yang berlebihan dan masih dalam konten film itu sendiri. Kalau di luar itu bisa bahaya." (kpl/wwn/dar)

Follow KapanLagicom On Twitter