SELEBRITIA

Opick, Berserah Pada Pemilik Hidup

Kamis, 05 Agustus 2010 16:05  | 

Opick






KapanLagi.com -
Oleh: Puput Puji Lestari

Memasuki bulan Ramadhan, bagi Opick adalah kegembiraan. Tak sekedar kenikmatan mereguk pahala dari setiap amal ibadah. Tapi Opick selalu dibanjiri order manggung dari sahur sampai buka puasa. Penyanyi religi yang konsisten menelurkan album baru setiap bulan Ramadhan tiba ini, tidak ingin melewatkan satupun kesempatan berpuasa. Tapi manusia selalu memiliki sisi lemah, Opick harus mengalah ketika demam berdarah menyapa. Membatalkan puasa tentu sangat berat baginya.

Berangkat dari kegemarannya akting di teater saat menjadi mahasiswa, Opick mencoba kemampuannya menggarap film. Banyak orang menilai Opick gagal, karena jumlah penonton sedikit. Tapi Opick tak merasa gagal, ada rejeki lain yang mengikuti 'kegagalan' menurut orang lain. Di sela rilis album barunya Selasa (3/8) di FX Senayan, Opick tak menyangkal penilain orang lain. Tapi Opick punya sudut pandang lain. Simak perbincangan hangat kami berikut ini :


Opick

MENYAMBUT RAMADHAN

  • Ramadhan bagi Opick?
    Jadi Ramadhan itu adalah karunia yang diberikan Allah kepada kita semua. Ketika seorang hamba dipertemukan dengan Ramadhan berarti Allah sedang hendak memberi rahmat dan ampunan bagi orang itu.
  • Puasa?
    Suatu latihan bagaimana kita memilih Allah dalam hidup kita. Sesuatu yang halal di hari-hari biasa, tapi di bulan puasa tidak diperbolehkan. Ramadhan sendiri adalah yang harus kita rindukan. Doa kita kan pasti meminta pada Allah agar dipertemukan dengan Ramadhan kembali. Alhamdulillah Ramadhan ini kegiatannya sangat banyak. Ini ujian juga dari Allah ketika sedang berpuasa tapi harus melakukan banyak hal. Justru ketika Ramadhan banyak sekali terinspirasi. Banyak menulis lagu.
  • Kalau kegiatan Ramadhan keluarga ikut diboyong?
    Iya ini sudah menjadi kebiasaan, kalau bisa setiap ada acara selesai bisa pulang saya pulang. Tapi kalau tidak, istri dan anak saya bawa ke tempat show atau syuting. Tapi tahun ini tidak bisa karena istri saya perutnya besar. Sedang hamil tujuh bulan anak keempat.
  • Godaan selama puasa?
    Banyak tidur. Tidur ibadah daripada maksiat ya kan. Tapi kan daripada tidur kan mending tadarus.
  • Pernah batal puasa?
    Tahun ke berapa ya. Sepertinya tiga tahun lalu kena sakit di pontianak. Nggak tahu kena apa tiba-tiba badan saya tumbang. Habis nyanyi dibopong langsung masuk rumah sakit, terus dikasih oksigen. Dan harus minum obat juga. Bukan membatalkan diri tapi memang harus. Ternyata saya kena DB.
  • Menu favorit saat puasa?
    Tahu isi sama cabai. Kalau emak saya bikin itu, wah enak banget. Yang paling ditunggu saat buka ya itu. Sama blewah dan timun suri yang dikasih mutiara sama cincau.
  • Bulan Ramadhan bulan penuh rejeki buat Opick?
    Rejeki itu datangnya kapan saja. Biasanya kalau Ramadhan gini konsentrasinya lebih ke televisi. Kalau bulan biasa show ke daerah. Ramadhan begini buat saya ruang spiritualnya terbuka lebar. Saya lebih banyak bercakap-cakap dengan Allah, berdzikir. Satu bulan yang sangat inspiratif buat saya. Kalau dulu orang berdzikir mencari tempat sepi tapi sekarang bisa dilakukan di mana saja. Di pesawat, di mobil, di sawah, di perahu.

KARIR

  • Ngajak anak-anak di album ini apa cara untuk mengenalkan lagu religi ke anak muda?
    Ya, ini memang bertujuan untuk memperkenalkan itu. Agar lagu religi itu menjadi ruang pilihan yang makin banyak. Jadi animo satu kejadian kan pengaruhnya besar pada masyarakat. Ini promo yang baik. Lagu-lagu saya ini, saya tulis dari apa yang saya lihat dan rasakan dalam hidup. Ini jadi ruang introspeksi diri dan untuk mengingatkan saya kembali. Kesimpulan kejadian dalam hidup.
  • Di album baru yang mana lagu favorit?
    Tiada duka. Saya suka lagu itu. Awalnya datang beberapa orang ke saya, dia mengeluh tentang hidupnya. Masalah suaminya yang kawin lagi, masalah anak yang sakit-sakitan, derita orangtua. Saya tulis dari cerita-cerita mereka. Bahwa tidak ada duka yang abadi. Di proyek film, Opick mengambil alih semua peran.
  • Ada yang menganggap itu kegagalan. Komentarnya?
    Saya merasa tidak gagal. Justru jadi ruang pembelajaran yang luar biasa. Tiba-tiba saya memahami penyutradaraan yang baik. Tiba-tiba saya tahu proses produksi dari awal sampai akhir. Karena saya jadi tukang sapu sampai sutradara. Setelah itu saya malah mendapat kepercayaan orang untuk bikin film, iklan, atau video klip. Justru terbuka banyak sekali pintu rejeki. Ini menunjukkan kuasa Allah, bahwa tidak ada satupun hal yang sia sia di dunia ini. Pasti ada maksudnya, pasti ada hikmahnya. Orang bilang katanya uangnya habis gara gara bikin film. Padahal saya malah bisa beli mercy baru. Ukuran uang masih oke masih bertahan. Saya percaya tidak ada yang hilang di dunia ini. Itu proses. Yang ada menjadi wujud yang lain. Kalau kamu menyandarkan segala sesuatunya pada dirimu sendiri kamu akan kalah. Tapi kalau kamu sandarkan pada Allah segalanya akan dimudahkan.
  • Ada impian bikin film lagi?
    Ada, nanti Maret mau syuting lagi, film baru. Doakan saja. Kali ini insya Allah ingin dibuat lebih matang lagi. Tim lebih solid lagi. Saya coba berbuat apa yang saya bisa, apa yang saya mampu.
  • Impian hidup?
    Selamat dunia akhirat. Kalau proses hidup, bekerja berjalan untuk diri sendiri itu kita rugi. Yang jelas semua saya kerjakan untuk Allah. Pokoknya berbuat apapun selagi bisa. Perkara nanti dibilang gagal atau tidak itu urusan nanti. Yang penting semuanya alasannya Allah. Tidak ada kekalahan dan kegagalan karena Allah akan membalas semua yang kamu lakukan di dunia ini.

PERSONAL

  • Barang yang nggak boleh ketinggalan jika pergi?
    Peci dan HP. Karena saya ngurusin musik, video, film, ada perusahaan pemberdayaan masyarakat miskin di daerah, ada bubur siomay, banyak usahanya. Makanya komunikasi itu penting.
    Peci itu simbol. Sering orang malu dan takut menjadi orang Islam. Dengan peci ini, saya merasa sebagai Opick saja.
  • Yang paling menyenangkan?
    Saat Allah mengizinkan saya menyebut namaNYA sebanyak-banyaknya.
  • Yang disesali dalam hidup, yang ingin diperbaiki?
    Yang ingin saya perbaiki adalah rasa malas yang membuat saya kurang maksimal dalam berbuat. Kadang-kadang kurang care sama istri, ibu, dan anak-anak saya.
  • Hadiah terindah dalam hidup?
    Ketika kita mengenal Allah.
  • Mati lampu seminggu lebih?
    Jalani saja apa yang bisa saya kerjakan. Nrimo ing pandum. (kpl/uji/nat)

Lihat Galeri Photo Opick:

OpickOpick
OpickOpick
OpickOpick