SELEBRITIA

Rianti Cartwright Jadi Business Woman?

Senin, 09 Januari 2012 13:12  | 

Rianti Cartwright


Rianti Cartwright Jadi Business Woman?
Rianti Cartwright di Bale Bale Spa




KapanLagi.com -
Oleh: Daniel Ruben

Pekerja keras adalah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok cantik dari Rianti Cartwright. Sejak muda, Rianti sudah bisa menghasilkan uang sendiri, saat ia berlenggak-lenggok di atas catwalk alias menjadi seorang model, ketika usianya menginjak angka 16 tahun. Bahkan, pemilik nama lengkap Rianti Rhiannon Cartwright ini juga sempat menjadi seorang editor bahasa pada sebuah majalah ternama di kota Bandung. Namanya mulai dikenal publik sejak menjadi VJ MTV Indonesia yang memandu acara Global Room, What's Up, dan MTV Weekend.

Sejak memutuskan untuk menikah dengan Cas Alfonso Nainggolan, Rianti mengaku bahwa dirinya sedikit mengendurkan kesibukannya menjadi seorang entertainer, yang sebelumnya sangat menyita sebagian besar waktunya. Langkah ini dilakukan Rianti karena dirinya ingin memiliki sebuah pekerjaan dengan waktu yang fleksibel kelak, agar nantinya ia bisa menaruh perhatian penuh kepada keluarganya.

Bisnis. Itulah yang saat ini menjadi rutinitas baru dari Rianti. Bersama dengan rekan-rekannya, Rianti baru saja membuka sebuah usaha di bidang kecantikan, yang memang juga berawal dari hobinya dalam merawat dan mempercantik diri. Rianti ingin berbagi cerita, mengapa saat ini dirinya memilih jalur berbisnis. Simak obrolan KapanLagi.comŽ bersama Rianti Cartwright di Bale Bale Spa, di kawasan Kebayoran Baru, beberapa waktu lalu.


Rianti Cartwright di Bale Bale Spa

  • Sekarang punya rutinitas dan bisnis baru?
    Iya, Bale Bale ini adalah tradisional spa, khusus wanita. Ini adalah usaha aku yang pertama bersama sahabat-sahabat semasa kuliah. Awal mulanya aku terjun ke bisnis spa itu, karena aku itu jadi pelanggan tetap di Bale Bale spa yang ada di Gandaria. Terus, karena seringnya aku sampai dikasih member card, dikasih VIP card. Aku setiap minggu soalnya datang ke sana untuk lulur, creambath, totok wajah, dan segala macam treatment deh. Nah, owner brand dari Bale Bale itu, menawarkan aku untuk buka lagi cabang Bale Bale di daerah Cikajang. Terus aku pikir kenapa tidak, mumpung ada tawaran, makanya aku ngajak sahabat-sahabat aku sama manager aku juga. Dan jadilah ini, Bale Bale Spa Cikajang.
  • Perencanaannya butuh waktu lama?
    Mungkin karena aku sama sekali nggak pernah ada pengalaman ya. Bisnis apapun itu belum pernah pengalaman, apalagi di dunia spa. Makanya kenapa aku memilih untuk beli franchise, karena selain udah beli brandnya, juga beli sistemnya, beli perawatannya, beli training center sendiri. Jadi aspek untuk detilnya itu nggak terlalu pusing. Jadi menurut aku, bisnis franchise adalah mungkin paling aman, dan sekaligus juga ajang untuk belajar.
  • Nekat untuk berbisnis?
    Kalau aku sih pengalaman sama sekali tidak ada ya, cuman kuliah aku kan dua, international business and corporate government. Jadi aku di situ belajar ada hukumnya sedikit, ada management sedikit, ada bisnis sedikit. Jadi bisa sih diaplikasikan dengan aku menjalani bisnis ini juga. Bahwa teori sama praktek tuh kadang-kadang beda, malah beda banget. Jadi, teorinya kita punya, dan inilah pengalamannya.
  • Kenapa memilih bisnis spa? Kenapa tidak butik atau restoran?
    Yah sebetulnya sih banyak juga tawaran ke aku, ada yang buka butik, cafe juga pernah. Tapi kenapa aku memilih spa, karena mungkin kita nggak memilih satu bisnis kalau kita tidak percaya sama produknya, dan kebetulan aku ngefans banget sama produknya Bale Bale Spa, jadi aku berani karena aku suka. Mudah mudahan pelanggan lain juga suka.
  • Rianti memang hobi dengan spa?
    Iya banget. Namanya juga perempuan ya, perempuan Indonesia pula, jadi aku emang seneng banget. Setidaknya setiap minggu creambath, dua minggu sekali luluran, dan aku tuh sukanya yang nggak pake mesin atau yang modern, tapi lebih kepada perawatan tradisional dengan jamu, lulur tradisional juga. Dan di Bale Bale semua menggunakan bahan alami, jadi diracik di tempat, misalnya kayak alpukat susu, langsung dari alpukat fresh dibikinnya, dan itu enak banget, jadi wangi. Terus kemudian strawberry, langsung tuh diracik strawberrynya. Pokoknya semuanya dari bahan alami.
  • Kamu selalu standby di Bale Bale?
    Well, this is my baby, usaha pertama aku, jadi kita selalu gantian in charge di sini. Tapi pas kita jalanin kok jadinya malah tiap hari kita ke sini, soalnya kita ngerasa kita kayak rumah sendiri, seneng aja kita ngurus ini itunya. Mulai dari dekorasi, tanamannya, terus kolam ikannya sampai beli ikannya, dan kita semua memang senang. Memang aku nggak tiap hari harus ke sini tapi kalo setiap pulang syuting, kalau ada waktu, aku pasti ke sini. Suami juga sempet komplain sedikit, karena kalau weekend harusnya kan aku ke keluarga, tapi aku kepikiran ke Bale Bale terus. Apalagi kebetulan weekend kan lagi rame, aduh selalu pingin ke sana, cuman aku kan juga harus mikirin keluarga.
  • Menurut kamu, ini bisnis beresiko tinggi?
    Setiap bisnis pasti ada resikonya, kebetulan aku menggandeng temen-temen aku, jadi kita semua punya kontribusi masing-masing. Kita maksimalkan kemampuan yang kita miliki masing-masing. Buat kita, ini juga bisa jadi ajang untuk belajar, aku sama teman-teman kan masih lumayan muda, masih ada waktu untuk belajar, kalau nggak dimulai dari sekarang, kapan lagi?
  • Modal materiilnya cukup besar kah?
    Sebetulnya kalau besar banget sih nggak ya, kalau dibandingkan dengan spa yang modern, tapi dibilang sedikit juga nggak. Makanya kenapa aku mengajak teman-teman, jadi kita investasi bareng, nanggung resiko bareng-bareng juga, dan kebetulan Cas juga mendukung ya. Dia mendukung sebatas modal aja sih, soalnya dia nggak bisa masuk, hahaha. Tapi lumayan lah, kita mencari rejeki dari pagi sampai malam, sayang kan kalau cuma dihambur-hamburkan, mending untuk investasi atau usaha.
  • Bisnis ini menandakan Rianti ingin off dari entertainment?
    Nggak juga. Kalau aku sih lebih kepada pingin punya kerjaan yang waktunya fleksibel, jadi aku bisa mengatur sendiri. Mungkin karena aku udah terbiasa kerja. Dari umur 16 tahun, aku udah biasa berkegiatan, dan juga dari budaya keluarga juga. Aku nggak mungkin hanya jadi ibu rumah tangga. Memang, kerjaan ibu rumah tangga adalah suatu kerjaan yang berat, cuma kalau aku mungkin harus beraktifitas yang lain, yang fleksibel. Jadi nanti kalau misalkan aku punya anak, aku nggak mau tuh kerja dari pagi sampai pagi lagi. Mungkin berbisnis adalah satu alternatif yang menyenangkan, di mana aku bisa bekerja, dan waktu buat keluarga juga ada.
  • Jadi ke depannya akan lebih banyak di bidang bisnis?
    Betul. Walaupun aku sangat mencintai pekerjaan di dunia entertainment, yang kalau lagi sibuk bisa pulang sampai pagi, tapi waktu untuk keluarga kurang. Jadi kalau misalkan aku menjalankan bisnis, aku juga masih bisa punya aktivitas, masih bisa produktif, tapi kerjanya nggak seberat itu.
  • Ada dorongan dari suami juga?
    Kalau dari Cas sendiri sih, dia selalu mendukung selama aku bahagia. Ini atas kesadaran aku aja. Aku bayangin kalau misalkan nanti menjadi seorang ibu, nggak mungkin kalau aku terlalu sibuk, kan kasihan anak aku nantinya.
  • Ini termasuk bisnis yang mengutamakan kepuasan pelanggan. Bagaimana menjaga kualitasnya?
    Betul. Ini kan bicara soal service ya, bukannya kita menjual barang yang udah jadi. Dari mulai tamu masuk sampai mereka pulang, semua aspek itu harus diperhatikan. Baik human relation, keramahan, hal-hal seperti itu, kita kan menjual suatu pengalaman harus banyak hal yang harus kita maintenance. Juga hubungan dengan karyawan, gak segampang itu juga kan, ada yang sensitif, kan kepribadiannya berbeda-beda, jadi itu juga dengan pengalaman itu kita harus juga memperbaiki. Dan juga mungkin namanya aku kan berempat, semuanya punya kepribadian yang berbeda-beda, menyatukan visi itu gak terlalu gampang, mencari chemistry, empat kepala itu kan gak selalu kita semua, kita harus adaptasi. Jangan menang sendiri, jadi aku merasa dari mulai aku bisnis, terjun aja belajar mandiri, lebih dewasa.
  • Rasanya berbisnis dengan teman?
    Kadang kita susah ya kalau berbisnis dengan teman, makanya kita harus pinter memilih partner. Nomor satu dalam berbisnis itu adalah kepercayaan. Kalau nggak ada kepercayaan, nggak mungkin kita bisa jalan. Kenapa aku memilih partner, betul-betul sahabat aku banget dan kebetulan temen kuliah dan sama-sama background bisnis, jadi aku merasa mereka bisa memberikan kontribusi yang positif terhadap aku pribadi dan juga terhadap bisnis ini.
  • Konsep Bale Bale seperti apa?
    Konsep dari Bale Bale ini adalah konsep tradisional yaitu dari perawatannya dan dari suasananya juga seperti di desa. Betul-betul kalau tamu yang datang ke sini jadi tenang dari Jakarta yang begitu penat, banyak polusi, hahaha. Terus juga musiknya, aku suka musik Sunda. Jadi di sini tuh betul-betul suasana yang tradisional, khas Indonesia sekali deh.
  • Treatmentnya ada apa saja?
    Di sini kita menawarkan perawatan tradisional seperti lulur, totok wajah dengan masker buah, lulurnya juga ada lulur kopi, coklat, ada pemutih juga. Kemudian ada masker bengkoang, ada kiwi, lemon, yoghurt. Terus ada juga perawatan yang mungkin dibilang lebih modern ya, seperti hair spa, blow, steam, fish spa juga ada, manicure pedicure. Tapi yang utama adalah perawatan tradisional.
  • Lebih ke kecantikan?
    Yes, betul lebih ke kecantikan dan relaksasi.
  • Harapan untuk bisnis barunya?
    Harapannya semoga usaha kita ini sukses, dan mungkin harapan pertama adalah agar kami bisa memberikan pelayanan dan treatment yang bisa dinikmati oleh tamu, bahwa kita bisa memberikan suatu yang positif untuk orang. (kpl/ben/nat)

Galeri Foto Bisnis Kecantikan Rianti Cartwright:

Rianti CartwrightRianti Cartwright
Rianti CartwrightRianti Cartwright
Rianti CartwrightRianti Cartwright