SELEBRITIA

Rizal Mantovani, Setia dengan Film Horor

Kamis, 27 Januari 2011 16:19  | 

Rizal Mantovani


Rizal Mantovani, Setia dengan Film Horor
Rizal Mantovani





KapanLagi.com -
Oleh: Puput Puji Lestari

Sebagai sutradara, Rizal Mantovani adalah salah satu sosok yang bisa menjadi tolak ukur kualitas film Indonesia. Pria yang lahir di Jakarta, 12 Agustus 1967 ini memilih film horor sebagai genre terbanyak film yang diproduksinya. Namun, awal tahun 2011 Rizal membuat kejutan dengan film drama CEWEK GOKIL.

Rupanya, Rizal ingin mengawali tahun dengan awal yang segar. Setia menggunakan topi ke manapun pergi, Rizal yang ditemui KapanLagi.com di FX Mall Senayan, Senin (17/01/2010) ini, tak menampik bahwa jumlah penonton film Indonesia turun tahun lalu. Namun, dia menolak jika kemudian film horor dijadikan kambing hitam.

Pantaslah kiranya jika film Rizal selalu dinanti. Karena ternyata Rizal sosok yang teliti dan berhati-hati. Simak perbincangan kami yang menunjukkan ketelitian dan kehati-hatian berpikir. Tentu saja kami tanyakan beberapa pertanyaan tentang film terbarunya untuk Anda.


Rizal Mantovani

PERSONAL

  • Arti film?
    Mata pencarian saya, hehehe jujur nih. Film adalah hiburan. Karena itu saya memiliki tugas untuk menghibur masyarakat luas lewat film yang saya buat.
  • Target film 2011?
    Belum ada target. Tapi terus berkarya saja. Sekarang lagi ngerjain film JENGLOT PANTAI SELATAN. Saya kembali ke film horor, karena saya memang suka mengerjakan film horor. Mungkin setelah rilis film yang dibintangi Debby Ayu, saya kerjakan drama lagi. Bikin variasi.
  • Mengapa suka film horor?
    Saya suka film horor itu sejak terjun ke dunia film. Sebelumnya nggak suka nonton film horor, karena waktu kecil suka ditakut-takutin. Tapi setelah bikin film sendiri, ternyata bikin film horor itu seru dan asyik.
  • Tantangan bikin film horor?
    Banyak, kalau bikin film horor itu kita mesti bisa bermain atmosfir dan psikologi penontonnya. Meskipun film horor, nggak mungkin kita tunjukkan penampakan horor pada menit keempat. Psikologi penonton belum takut pada menit itu. Mesti dibangun atmosfirnya, supaya saat tokoh horor muncul penonton takut. Dan melihat penonton ketakutan itu menyenangkan, artinya film yang saya buat berhasil.
  • Beda film horor dulu dan sekarang?
    Genrenya lebih bervariatif ya sekarang. Film horor nggak melulu penampakan setan aja, ada thriller sekarang. Penontonnya kan juga sudah berbeda, jadi produksi film horor juga meningkatkan kualitasnya. Tapi di Indonesia ini ada tiga film yang selalu laku. Film horor, komedi, dan drama.
  • Sutradara favorit?
    David Fincher, karena dia seorang sutradara yang selalu bisa mengkolaborasikan sisi idealisme dan komersil. Saya ingin seperti dia, selalu membuat film yang saya suka tapi juga laku di pasar. Karena nilai komersil itu juga sebuah nilai seni. Bagaimana membuat film laku itu ada seninya tersendiri.
  • Artis yang ingin diajak main?
    Christine Hakim, kayaknya susah deh, belum kesampaian juga.
  • Film impian?
    Film superhero, tapi kayaknya susah banget. Masih butuh waktu panjang, jauh banget. Masih butuh waktu lama.
  • Liburan favorit?
    Bali kali ya. Saya suka ke tempat yang sepi. Nyewa villa yang nggak bising. Lalu matikan semua alat elektronik. Satu hari saja menyepi, saya sudah senang. Paling maksimal tiga hari, karena bagaimanapun saya tidak bisa menutup komunikasi terus menerus. Banyak yang mesti dikerjakan.
  • Pendapat Mas tentang penebangan 500 pohon di Jalan Antasari untuk membangun fly over?
    Wah, saya kurang tahu info dan datanya. Yang jelas menurut saya, setiap keputusan pasti ada pertimbangannya. Jadi saya tidak berani komentar karena saya tidak memiliki data-data pastinya.

KARYA FILM

  • Film CEWEK GOKIL. Tumben Mas bikin film drama?
    Ya ini untuk momen awal tahun, simbol awal baru, semangat baru. Pingin nggak selalu horor. Bikin remaja juga.
  • Temanya apa nih film CEWEK GOKIL?
    Tentang pola pikir anak muda, saya ingin membuat film yang tidak menggurui. Tapi ada pesan. Pesannya, remaja harus punya impian. Remaja harus punya cita-cita, jangan egois, dan hormati orang tua.
  • Bagian paling sulit apa nih prosesnya?
    Film ini butuh waktu dua tahun untuk sampai pada hasil final. Mendapatkan chemistry antara tokoh utama itu yang susah. Proses casting memerlukan beberapa talenta, saya senang banget akhirnya dapat sepasang artis yang pas banget. Mereka memainkan tokoh dalam cewek sportif tanpa harus menggurui. Saat Keke dalam keadaan tertekan, selalu ada jalan keluar.
  • Menurut mas, jumlah penonton turun apakah karena ada titik jenuh film Indonesia? Ada yang bilang itu karena banyaknya film horor?
    Enggak juga sih, kalau dari kami sebagai seniman membuat film horor juga karena itu bentuk apresiasi. Tapi variasi juga kami lakukan. Seperti sekarang saya buat film drama. Mudah-mudahan diterima masyarakat.
  • Tentang film horor penyebab penonton turun?
    Saya kurang setuju. Saya kurang tahu apa penyebabnya. Karena menurut saya di seluruh dunia itu pasti ada produksi film horor setiap bulan. Banyak sekali faktor yang menyebabkan penonton turun, tapi saya nggak bisa memastikan kenapanya. Sebagai seniman saya hanya bisa melakukan yang terbaik.
  • Kalau sutradara lain bikin drama musikal, mas mau coba?
    Ya itu variasi sebuah karya. Saya apreasiasi banget dengan yang mereka lakukan. Belum kepikiran untuk membuat drama musikal sih sekarang.
  • Pemerintah target 120 film tahun ini?
    Makin banyak jenis film, semakin bagus keadaan perfilman Indonesia. Contohnya film laga, di Indonesia dulu ramai banget. Jenisnya aja macem-macem. Ada laga romantis, laga tradisional, laga kolosal, laga modern, banyak deh. Tapi sekarang belum kita jamah. Produksi laga itu jarang. Drama remaja aja juga macem-macem, ada cinta, komedi dan lain-lain. Kami berharap semakin banyak jenis film, semakin banyak pilihan buat masyarakat sehingga mereka datang berbondong-bondong untuk nonton. (kpl/uji/nat)

Lihat Galeri Foto Rizal Mantovani:

Rizal MantovaniRizal Mantovani
Rizal MantovaniRizal Mantovani
Rizal MantovaniRizal Mantovani