SELEBRITIA

Sisi Sosial Dan Filosofi Tompi

Rabu, 19 Mei 2010 06:15  | 

Tompi







KapanLagi.com -

Oleh: Puput Puji Lestari

Jakarta baru saja diguyur hujan, ditambah dengan libur Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus, maka lengkap sudah kelengangan pada tanggal 13 April itu. Tim KapanLagi.com pun meluncur ke Studio Farabi di Hang Lekir 4, untuk mewawancarai Tompi.

Kami menunggu di ruang depan. Satu persatu personel band pengiring Tompi datang. Pemain bass, dan dua pemain keyboard sudah hadir bersama managernya, Nana. Tompi datang pukul 19.15 Wib dengan kaos abu-abu, celana pendek putih, dan sandal jepit kulit putih juga. Santai sekali.

Baca juga: Tompi, Bincang Isu Sosial

Tompi langsung menyalami kami, reporter dan fotografer KapanLagi.com. "Ayo masuk ke studio. Latihan dulu ya, nanti pas break kita ngobrol. Ambil foto di studio saja," ajaknya. Kami pun mengikuti langkahnya. Di depan studio jadwal booking Tompi sampai jam 23.00 Wib, artinya harus bersiap nunggu nih. Pemain drum datang paling akhir, dan latihan pun dimulai.

Ternyata, menunggu Tompi latihan itu tak membosankan. Tompi menggubah aransemen lagunya untuk penanmpilan di Medan, Minggu (16/5). Lucu, seru, kadang-kadang haru (terutama pas lagu Tak Pernah Setengah Hati, Tompi nyanyi sambil pejamkan mata. Wuihhh, ngena banget deh). Eh, mau tau rahasia Tompi bersuara merdu? Ternyata sepanjang latihan Tompi memakan permen mint. Hemm, tahu dong yang mereknya Pak Pemancing?

Jam 21.00 Tompi break, saatnya berbincang. Ini dia Tompi dari banyak sisi:

  • SOCIAL & PHILOSOPHY

    Siapa yang paling ingin Anda kenal lebih dekat lagi?
    Istri, akan selalu begitu.

    Bagaimana sih ciri orang yang bermoral itu?
    Ga bohong, simple tapi susah untuk konsisten melakukannya.

    Hadiah yang terindah yang pernah diterima?
    Anak, itu mukjizat buatku. Karena kehadiran anak itu menakjubkan. Keluarga gue utuh begitu ada anak.

    Bagaimana jika ia tahu kalau akan dipanggil Tuhan besok?
    Saya minta izin diperpanjang.

    Berapa tahun harusnya manusia hidup?
    Sampai sudah nggak produktif

    Bila dianugerahi hidup abadi?
    Terima kasih. Hemm, kalau abadi kapan masuk surganya? (Sambil memandang ke atas). Gue rasa nggak enak ya kalau hidup abadi, apalagi miskin pula nasibnya. Hidup berguna bagi orang. Tetangga pinjam lain jauh lebih penting daripada hidup abadi.

    Tetangga pinjem telepon, dipakai interlokal, terus tahu-tahu tagihan membengkak?
    Tagih ke tetangga, kan mereka yang pakai.

    Yang akan saya lakukan lagi?
    Nyanyi, nyanyi, nyanyi....


    Tompi

  • CAREER

    Dokter dan penyanyi, dua profesi yang tak bisa dilepaskan oleh Tompi.

    Apa alasan memilih dokter bedah plastik?
    Senang, sebenarnya dokter plastik itu populer. Tugasnya nggak membuat orang lebih cantik, itu fungsi estetika. Tapi banyak orang yang lahir dengan kelainan bawaan, seperti transgender, ada yang lahir dengan dua alat kelamin. Ada juga korban kebakaran. Nah mengerjakan itu menyenangkan buat saya.

    Kalau ada yang ingin sekedar cantik?
    Menjadi dokter bedah plastik itu harus tahu semua ilmunya. Tapi soal mau mengerjakan atau tidak itu kembali ke pribadi masing-masing. Contohnya ada lelaki yang ingin berubah jadi perempuan. Kita nggak bisa mengganggap itu berlebihan, karena prespektif masing-masing orang itu berbeda.

    Kalau Jupe minta operasi plastik membesarkan payudara?
    Rahasia dong, kan statusnya pasien. Bukan sesama entertainer.

    Presenter dan sutradara, masih kurang sibuk? Istri pernah protes? Istri jealous karena?
    Nggak pernah protes, gak jealous. Saling percaya aja.

    Pasien minta dinyanyiin? Atau fans minta periksa?
    Nggak kalau di area rumah sakit, sejauh ini gue selalu menjaga diri. Pada pasien, gue selalu tekanin dari awal kalau di RS itu gue bukan Tompi yang bisa nyanyi. Trus gue tanya, mau sembuh nggak? Kalau mau, harus kooperatif.

    Sebenarnya ada enaknya juga sih, kalau pasien dah kenal sama dokternya, lebih mudah memulai pembicaraan. Tapi kadang ada pasien bandel tetap aja nekat minta foto bareng. Gue cuekin permintaan mereka, terserah, kan sudah gue jelasin dari awal.

    Jazz nggak popular di masyarakat?
    Ya, mungkin masih kurang populer untuk beberapa lapisan masyarakat. Makanya yang aku lakukan sekarang adalah mengemas jazz supaya bisa diterima masyarakat.

    Syarat teman duet? Pengin duet dengan siapa?
    Belum kepikiran, harus unik. Terbaru sih bantuin Shanty di Penggoda Cinta. (kpl/uji/bun)

    Lihat foto-foto Tompi :