SELEBRITIA

Vina Panduwinata, Jangan Sebut Aku Diva

Rabu, 30 Juni 2010 14:13  | 

Vina Panduwinata






KapanLagi.com -

Oleh: Puput Puji Lestari

Di dunia tarik suara, siapa yang tak kenal Vina Panduwinata? "Si Burung Camar" ini mampu mempertahankan karir hingga lintas generasi. Setiap penyanyi, akan merasa bangga jika lagunya dibawakan oleh Mama Ina, sapaan akrab Vina.

Ada banyak hal yang menarik di balik wajahnya yang teduh dan suaranya yang merdu. Saat di atas panggung, kualitas suara Vina tidak perlu diragukan. Namun, saat menuruni tangga panggung, Vina ingin menjadi diri sendiri. Persoalan dikagumi sebagai diva, baginya bukanlah sebuah kebanggaan. Bahkan Mama Ina dikenal sebagai orang yang ramah menyapa, dan tak segan berbagi pengalaman panggungnya.

KapanLagi.com berkesempatan berbincang di belakang panggung, sesaat setelah Mama Ina turun dari panggung dan dielu-elukan penggemarnya. Di dalam ruang make up Teater Tanah Airku, TMII, Selasa 22/6, Mama Ina tersenyum ramah menyambut kami. Duduknya santai tanpa sepatu dan bersebelahan dengan KapanLagi.com. Ini dia petikan wawancara kami dengan "Si Burung Camar":


Vina Panduwinata


KARIR

  • Kalau ada yang menyebut Mama Ina seorang Diva?
    Rasanya kok nggak pantes ya. Kalau My Diva bolehlah. Karena menurut aku ada orang yang bilang idola kamu atau dia, itu sudah tepat. Tidak bisa disalahkan. Karena seneng itu pilihan hati masing-masing orang. Divaku belum tentu diva kamu.
    Kalau ada yang bilang "Mama Ina is my diva", aku seneng ya.. Berarti sebuah penghargaan. Minimal aku bisa menjadi panutan. Karena menurut saya paling enak jadi manusia yang berguna bagi orang lain. Tapi kalau hanya berguna bagi diri sendiri, apalah arti sebuah hidup. Tapi kalau masih berguna bagi orang lain, dan orang merasakan manfaatnya itulah rasanya hidup yang paling hakiki.
  • Suara bagus, selalu dipersiapkan matang kah?
    Enggak juga sih, harusnya memang preparing mempersiapkan diri untuk penampilan terbaik. Kalau aku memang bukan seperti itu, yang paling penting tiap hari nyanyilah. Aku pikir nggak semua orang bisa jadi seperti aku yang nggak latihan tapi bisa nyanyi. Sebaiknya tetep latihan. Ikuti yang normal aja.
  • Tiap hari nyanyi, lagu apa?
    Apa ajalah di radio ada lagu apa kita ikuti. Minimal nggak asing sama suara sendiri. Nyanyi itu bisa kapan aja di mana aja. Di kamar mandi denger lagu ya saya ikuti. Sambil masak juga bisa.
  • Lagu favorit?
    SEMPURNA-nya Andra and The BackBone. Menurut aku lagu itu liriknya dan lagunya itu sendiri bagus. Plus-plusnya suaranya bagus banget, jadi membuat kita ingin mengikuti. Karena penyanyi itu ujung tombak. Bagaimana membuat orang yang mendengar jadi ingin mendengarkan semua lagunya sampai habis.
  • Niat meneruskan karir nyanyi internasional nggak?
    Festival-festival dulu ya sering ikut. Dulu sudah pernah kan, aku justru sekarang balik ke pasar lokal dari setelah ikut berbagai festival di luar negeri. Go international itu persiapannya nggak mudah ya. Kalau menurut aku bisa di Indonesia itu jalani ajalah. Bersaing di dalam negeri aja nggak mudah, apalagi di luar negeri.


MAMA INA DAN MUSISI LAIN

  • Sebagai ujung tombak, selalu jadi perhatian? Vokalis band bermasalah?
    Ujung tombak itu untuk urusan lagu nyanyi. Bukan pribadi. Apa yang terjadi secara pribadi, dalam hidup kita memang harus mempertanggungjawabkan yang kita lakukan. Kalau misalnya kita lepas dari rel memang kita harus terima resikonya. Tapi itu terlepas dari kehidupan pribadi. Sangat tidak bijak jika kita menghubungkan dengan profesi mereka. Profesi adalah pekerjaan yang menuntut kemampuan dan keahlian khusus yang harus dipelajari. Sangat tidak berhubungan dengan kehidupan pribadi. Mau penyanyi, politisi atau apalah buat saya tidak baik menghubungkan prestasinya dengan pribadinya.
    Misalnya saya lagi di panggung, orang tahu saya Vina Panduwinata yang penyanyi. Tapi saat turun panggung ya aku ini Vina yang mamanya Vito. Vina yang temennya siap, ada kotakan sendiri. Menurut saya kadang kita tidak bijak mencampurkan perjalanan hidup seseorang dengan kehidupan pribadi. Seorang raja atau presiden tidak mungkin luput dari kesalahan.
  • Saat Di3Va konser membawakan lagu TERNYATA AKU MAKIN CINTA kenapa menangis?
    Karena saat itu aku tahunya mereka mau nyanyi lagu LOGIKA. Nah, setelah lagu LOGIKA mereka menambah lagu. Langsung terasa ada getaran. Aku tahu lagu itu didedikasikan untuk aku. Wujud kejujuran seseorang, dan aku merasakan kasih sayang mereka sama aku lewat lagu itu. Getaran itu langsung terasa karena saat nyanyi mereka tunjukkan banget bahwa lagu itu buat aku. Bayangkan kalau kita nonton konser, dan langsung tahu lagu itu untuk aku.
  • Manggung di Harmoni dengan anak-anak muda?
    Ya mereka suka nanya, gimana dengan waktu dulu. Saya suka sharing sama mereka di belakang panggung. Jangan salah belum tentu yang tua itu pengalamannya banyak ya. Yang muda kadang memiliki pengalaman baru yang dulu tidak dialami oleh yang tua. Makanya aku suka sharing. Bukan berarti mereka tidak dewasa dalam berkarya.
  • Pertanyaan paling banyak?
    Kenapa bisa bertahan sampai sekarang? 75 persen pertanyaannya itu.
    Jawabannya?
    Kita nggak bisa menciptakan kesempatan. Itu Tuhan yang kasih, dan kalau aku dikasih kesempatan Tuhan, aku selalu berusaha memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya. Dan satu lagi sama yang muda tetaplah berkasih sayang.


PERSONAL

  • Bahagia jika?
    Kalau aku udah kembali pada Tuhan. Itu paling membahagiakan karena itu tujuan akhir manusia. Puncak kebahagiaan aku adalah jika aku bisa kembali lagi pada Allah.
  • Bikin geregetan?
    Apa ya? Enggak ah. Normal-normal aja kalau ada yang nggak normal ya aku juga nggak sempurna. Mending ngomong langsung daripada geregetan.
  • Ideal usia manusia hidup?
    Selagi Tuhan kasih kontrak panjang ya kita manfaatin. Banyak sekarang 75-80 tahun, kasadaran diri untuk menjaga kesehatan.
  • Kalau dikasih hidup abadi?
    Wah baru seumur hidup aku mendapatkan pertanyaan seperti ini. Jangan salah, kalau hidup abadi itu juga tetap bergerak. Bukan berarti seneng terus ya. Kalau memang aku ditakdirkan Tuhan bahwa saya harus menjalani kehidupan abadi, kenapa enggak, artinya saya akan bermanfaat. Kalau enggak bermanfaat ya pasti dicabut.
    Manfaat itu bermacam-macam. Manfaat menggangu orang juga bisa lho. Nah, bagaimana kita memberi manfaat positif pada hidup.
  • Ajang talenta?
    Kita nggak bisa lepas masalah bisnis dan industri. Kita nggak bisa lepas dari itu. Ya kita jalani aja.
  • Musisi favorit?
    Stevie Wonder gile tuh orang.
  • Tarif dasar listrik naik?
    Itu bagian pembayaran, kalau duitnya belum masuk cemberut. Menurut aku kalau dalam batas yang wajar sih fine-fine aja. Tapi kayaknya barusan naik tuh.
  • Yang nggak boleh ketinggalan kalau pergi?
    HP.
  • Yang bikin nangis?
    Keinjak kaki. Tapi kalau paling jengkel, kalau pas nata rambut, kena jepitan satu aja ketarik rasanya pingin makan orang itu.
  • Hadiah terindah yang pernah diterima?
    Anak.

(kpl/uji/nat)

Lihat Galeri Photo Vina Panduwinata:

Vina PanduwinataVina Panduwinata
Vina PanduwinataVina Panduwinata
Vina PanduwinataVina Panduwinata