BOLLYWOOD

Kematian Sushant Singh Rajput dan Terkuaknya Skandal Nepotisme, Sisi Kelam Bollywood yang Mengguncang India

Kamis, 18 Juni 2020 13:46

Sushant Singh Rajput

Kapanlagi.com - Sushant Singh Rajput kini telah pergi, ia diduga mengalami depresi lantaran persaingan profesional yang terjadi di Bollywood. Bukan sebuah rahasia jika tak berasal dari keluarga pemain atau pelaku di industri film, karir seseorang tak bisa berkembang dengan sangat baik.

Meski tidak semua artis ternama berasal dari keluarga seleb, namun sebagian besar di antara para bintang Bollywood masih memiliki ikatan darah. Mereka yang tak berasal dari keluarga bintang pun sulit untuk kerja bareng production house (PH) tertentu.

Seperti yang dialami oleh Akshay Kumar dan Kangana Ranaut. Mereka sukses dengan jalan sendiri dan butuh perjuangan ekstra keras untuk mencapai tingkatan ini. Shahrukh Khan dan Deepika Padukone yang tidak berasal dari keluarga selebritis juga bisa meraih sukses. Namun nama-nama ini hanyalah minoritas dari sederet selebritis kelas A yang keluarganya berkecimpung di dunia hiburan.

Tekanan yang demikian keras bisa dialami oleh artis yang tak berasal dari keluarga selebritis. Sushant Singh Rajput mengalaminya, dan ia tidak tahan dengan semua tekanan yang ada lalu memutuskan untuk bunuh diri.

Kelamnya sisi nepotisme di Bollywood kini jadi pembicaraan panas di India. Seperti apa masalahnya? Simak di sini...

 

1. Sulitnya Pendatang Baru Menembus Bollywood

Tidak mudah untuk bisa menembus kerasnya Bollywood, bahkan artis yang sudah sangat terkenal di dunia televisi pun tak bisa langsung sukses di layar lebar. Sushant adalah salah satu contohnya.

Besar dari layar kaca dengan berbagai serial yang laris di layar kaca. Sushant kemudian berjuang untuk melebarkan sayapnya ke Bollywood seperti yang sudah lama ia idamkan.

Namun perjuangan untuk bisa menembus layar lebar tidaklah mudah. Meski kualitas aktingnya nggak perlu diragukan lagi, tetapi mendekati sutradara dan produser Bollywood bukan perkara gampang bagi Sushant.

Ketika akhirnya ia mendapatkan peran, Sushant perlu waktu beberapa tahun untuk membuat dirinya diterima di tengah komunitas. Pun begitu, terkadang ia masih disepelekan dan jadi bahan candaan yang menyakitkan.

Suatu ketika, seorang fans Sushant bertanya lewat Twitter, mengapa karakternya kembali mati di film yang ia bintangi. Sushant menjawab pertanyaan itu dan memohon agar fans tetap nonton filmnya meski ia selalu diceritakan mati.

Contoh lain adalah bagaimana industri Bollywood memperlakukan Kangana Ranaut. Aktris ini dikenal kontroversial karena berani 'melawan' para produser kelas kakap seperti Karan Johar yang ia sebut sebagai biang keladi maraknya nepotisme di Bollywood.

Kangana tak berasal dari keluarga selebritis dan ia juga tak didebutkan oleh sutradara ternama. Tetapi Kangana enggan berbaik hati pada komunitas besar yang memandangnya sebelah mata dan berjuang untuk membesarkan namanya sendiri. Ia bahkan nekat menjadi produser sendiri di filmnya, MANIKARNIKA yang ternyata sukses di pasaran.

 

2. Tak Punya Keluarga Artis , Sulit Masuk Komunitas Besar

Seperti yang sekilas disinggung sebelum ini, ketika seorang pendatang baru tidak berasal dari keluarga artis, maka ia akan sulit diterima oleh komunitas besar. Industri film India bukan hanya tentang bagaimana berakting dengan baik di depan kamera lalu mendapatkan proyek. Lebih dari itu, seseorang harus mendapatkan pengakuan bahwa ia adalah bagian dari komunitas.

Komunitas di Bollywood pun beragam, sebagian terbentuk dari keluarga besar yang sama-sama bekerja di industri film. Ada juga yang terbentuk dari pertemanan akrab, lalu kerap kerja bareng karena bersahabat.

Sedikit banyak, komunitas ini mempengaruhi bagaimana karir seorang aktor dan aktris berikutnya. Kalau dekat dengan komunitas yang kuat, kemungkinan untuk mendapatkan proyek film sangatlah besar.

Tetapi jika tidak mendekat dengan komunitas, kecil kemungkinan bakal dilirik produser ternama yang memiliki modal untuk membuat film dengan skala besar. Sutradara ternama pun bakal enggan melirik, karena tanpa persetujuan produser, mereka tidak bisa bebas memilih aktor dan aktris untuk film yang bakal dibuat.

Sementara jika seseorang berasal dari keluarga artis, mudah sekali untuk masuk ke komunitas ini. Berbekal nama keluarga dan koneksi dari orangtua, dengan pembicaraan sederhana saja seseorang bisa langsung jadi bintang utama di sebuah film.

 

3. Bukan Keluarga Artis, Sulit Dapat Peran Utama

Menilik bagaimana seseorang artis bisa jadi bintang utama di sebuah film perdana, Bollywood memiliki standar yang sangat unik. Bisa dibilang, sebagian dari pendatang baru di era 2000-an sampai sekarang adalah keluarga dari artis-artis senior.

Ada yang memulainya dengan jadi pemeran pembantu, namun mendapatkan porsi scene yang cukup besar sehingga mudah diingat penonton. Ada juga yang belum berpengalaman sama sekali jadi aktris, tetapi langsung mendapatkan peran utama.

Sebut saja Janhvi Kapoor yang baru debut tahun 2018 lalu di Bollywood. Putri produser Boney Kapoor dan Sridevi ini langsung ditangani oleh Karan Johar ketika debut lewat film DHADAK.

Sudah bukan rahasia jika Sridevi dan Boney berjuang untuk mendapatkan film terbaik untuk debut Janhvi. Mereka rela melobi banyak produser di Bollywood hingga ke industri film Marathi untuk debut sang putri yang sebelumnya sama sekali belum pernah main film.

Sridevi kemudian mendekatkan Janhvi ke Karan Johar, dan produser kenamaan ini memilihkan DHADAK sebagai proyek perdananya. Pilihan yang sempat diragukan Sridevi, tetapi kemudian sukses di pasaran meski akting Janhvi dapat kritikan pedas di sana-sini.

Tetapi jika seseorang bukan dari kalangan artis dan tidak punya koneksi dengan sutradara ternama, sulit untuk langsung mendapatkan peran utama. Bahkan tak sedikit yang sampai akhir karirnya hanya menjadi pemeran pembantu, meski kualitas akting sangat mumpuni.

4. Industri Bollywood Didominasi Klan-Klan Besar

Tidak menutup mata, klan besar seperti keluarga Kareena Kapoor dan Salman Khan yang cukup mendominasi di Bollywood. Keluarga besar Kareena hampir semuanya bekerja di industri film dan hal ini sudah dimulai sejak dari kakek buyutnya, Prithviraj Kapoor.

Menjadi aktor seolah menjadi pekerjaan turun temurun di keluarga Kareena. Sebut saja Ranbir Kapoor yang tak lain adalah sepupu dekatnya. Juga Sonam Kapoor yang merupakan anak dari Anil Kapoor, yang tak lain adalah sepupu jauh dari pihak ayah.

Selain itu juga ada keluarga Salman Khan yang sudah berada di industri film sejak puluhan tahun lalu. Ayah Salman adalah penulis naskah yang kemudian menjadi produser. Kemudian hampir semua keluarga Salman bekerja di industri ini, baik menjadi aktor maupun produser dan sutradara.

Ketika seorang aktor atau aktris berasal dari keluarga klan besar, produser tak ragu untuk menggelontorkan uang dalam jumlah banyak. Meski ketika film mereka hancur di pasaran, aktor dan aktris dari keluarga ini tetap mudah dapat proyek baru lagi.

Sebut saja Ranbir Kapoor, yang berulang kali mengalami kegagalan ketika filmnya diluncurkan. Meski banyak filmnya yang flop, tetapi Ranbir tidak sulit untuk mendapatkan proyek baru lagi di Bollywood dan tetap dipercaya produser akan mendatangkan uang besar.

Namun hal tersebut tidak akan dialami oleh aktor dari luar klan besar. Setelah proyek gagal, kepercayaan dari produser akan turun drastis dan bukan tidak mungkin ia tak lagi dipercaya jadi bintang utama.

 

 

 

5. Klan Besar Punya 'Kuasa'

Ketika seorang pendatang baru berasal dari keluarga-keluarga ternama ini, tidak sulit untuk langsung bekerja dengan sutradara dan produser ternama. Dan bukan rahasia lagi, jika aktor seperti Salman Khan bisa melakukan apa saja untuk meluncurkan orang yang ia sukai di Bollywood.

Dekat dengan Salman artinya aman, namun jika bermasalah dengan aktor bintang DABANGG ini, bisa jadi karir seseorang akan hancur seperti yang sempat dialami oleh Vivek Oberoi, Aishwarya Rai dan penyanyi Arjit Singh.

Karir Vivek yang merupakan mantan pacar Aishwarya Rai, hancur dan tenggelam sampai sekarang. Para produser takut mengajak Vivek kerjasama karena enggan bermasalah dengan Salman dan efeknya terasa hingga sekarang. Nama Vivek tenggelam dan tak banyak main di proyek film produksi PH apapun meski secara akting ia cukup bagus.

Pun demikian dengan Aishwarya Rai yang karirnya sempat meredup setelah putus dari Salman. Banyak yang tak memberinya pekerjaan karena takut pada kemurkaan Salman. Meski Aishwarya masih beruntung, karena setelah ia menikah dengan Abhishek Bachchan, karirnya kembali stabil.

Hal sama pun sempat dilakukan Salman kepada Sushant Singh Rajput kala mendiang aktor ini bermasalah dengan Sooraj Pancholi. Membela Sooraj, Salman murka dan disebut melakukan blacklist sehingga Sushant tak dapat proyek dari rumah produksinya.

Bukan hanya Salman yang bisa melakukan hal seperti ini. Beberapa klan besar Bollywood pun bisa membuat karir seseorang hancur dalam sekejap jika tak sepaham dengan mereka. Perseteruan di dunia maya pun bisa membuat banyak produser enggan kerja bareng, seperti yang dialami oleh aktris Kangana Ranaut.

 

6. Bukan Dari Keluarga Seleb = Sulit Dapat Penghargaan

Sudah menjadi rahasia umum di Bollywood jika seseorang tidak berasal dari keluarga ternama dan tak diproduseri oleh PH tertentu, sulit untuk mendapatkan penghargaan. Sebagian besar penghargaan diraih oleh orang yang itu-itu saja, bahkan ketika karya mereka biasa-biasa saja.

Terbaru, publik mempertanyakan penghargaan yang tak didapatkan oleh Sushant dan film CHHICHHORE yang tayang tahun 2019 lalu. Film ini mendapatkan banyak pujian, bahkan aktor Akshay Kumar pun merasa iri karena tak menjadi bagian dari proyek film komedi romantis ini.

Tetapi CHHICHHORE tidak mendapatkan banyak penghargaan di India. Yang banyak mendapatkan piala justru proyek lain yang menurut kritikus kualitasnya tak setara dengan film Sushant ini. Pun akting Sushant tidak mendapatkan piala di ajang bergengsi, yang kemenangannya didominasi pihak tertentu.

 

7. Protes Praktik Nepotisme Kini Menggema

Setelah kematian Sushant Singh Rajput, berbagai protes pada praktik nepotisme yang sangat kuat di Bollywood kini menggema. Seperti yang disuarakan oleh beberapa pelaku industri berikut ini.

"Ada banyak 'orang luar' muda di industri ini. Ingat ini - ada pendirian yang akan membuatmu merasa seperti hal besar berikutnya ketika mereka membutuhkanmu. Mereka akan menjatuhkan Anda dan mengejek Anda segera setelah kamu goyah. Jangan jatuh pada perangkap. Orang-orang yang merayakan, akan merayakan kejatuhanmu beberapa waktu kemudian. Keberhasilan dan kegagalan bersifat sementara. Kamu bukan," tulis sutradara Hansal Mehta di Twitter.

Sementara aktris Kangana Ranaut yang sudah lama menyuarakan penghapusan praktik nepotisme di Bollywood, menilai penting untuk memberi ruang pada talenta baru, bukan pada mereka yang punya koneksi.

"Penting untuk memberi kesempatan pada talenta baru. Dan jika selebriti berjuang dengan masalah kesehatan pribadi dan mental, media harus mencoba dan menekankan dengan mereka, daripada mempersulit mereka!," tulis Kangana di Instagram.

Publik pun sempat menggerakkan demo untuk meminta keadilan bagi Sushant. Banyak yang menilai bahwa kematian Sushant adalah sebuah alarm, bahwa industri Bollywood harus berubah jika ingin menjadi lebih baik. Sudah cukup banyak korban yang depresi dan bunuh diri karena tekanan yang ada dan sebagian besar adalah karena praktik nepotisme yang begitu kuat. Akankan hal ini terus berlanjut?

 

 

(kpl/phi)


REKOMENDASI
TRENDING