18KM, Film Pendek Khas Malang, Ringan Tapi Kaya Rasa!

Kamis, 12 November 2020 13:31 Penulis: Rita Sugihardiyah
18KM, Film Pendek Khas Malang, Ringan Tapi Kaya Rasa! Film 18KM - (c) Oneng Sugiarta Production

Kapanlagi.com - Tak bisa dipungkiri film TILIK yang dirilis pada 17 Agustus silam membuat penikmat film mulai berburu film pendek di Youtube. Bahkan di Agustus lalu, keyword pencarian film pendek Indonesia sempat trending selama beberapa hari di Youtube.

Kehadiran film TILIK dan film pendek karya sineas-sineas lokal ini menjadi salah satu hiburan di tengah pandemi Covid-19. Orang butuh hiburan dan menonton film pendek di Youtube menjadi tamasya digital yang murah tanpa harus berinteraksi dengan banyak orang.

Lonjakan minat menonton film pendek ini pun disambut para sineas muda daerah yang mulai memproduksi film pendek dengan cita rasa lokal. Seperti halnya film pendek 18KM yang diproduksi para pekerja seni di Malang. Pandemi yang memukul beragam sektor ekonomi ini membuat banyak orang kehilangan kerjaan, tak terkecuali para pekerja seni dan hiburan.

Dilansir dari rilis yang diterima redaksi di akhir Oktober lalu, film 18KM ini adalah karya gabungan pekerja seni Malang yang lahir atas ide Oneng Sugiarta, seorang MC ternama di Malang yang saat pandemi otomatis mengalami penurunan job. Di tengah sepinya job menjadi MC, Oneng merasa dia tak boleh menyerah, tetap harus kreatif dan kembali bangkit menghadapi new normal dengan pikiran positif.

Pekerja Seni Malang di Gala Premier film 18KMPekerja Seni Malang di Gala Premier film 18KM

Bersama beberapa rekan di lingkar profesinya, Oneng membuat film pendek 18KM dengan cita rasa khas Malang. Karena dikerjakan dengan rekan sendiri, pengerjaan film ini bisa rampung kurang dari sebulan. Proses pengerjaannya memang tak ribet, dari pemilihan pemain, videografer, sutradara adalah para pekerja di industri hiburan di Malang. Begitu pun soundtrack film, semua karya arek Malang. Jadi tak heran jika film 18KM ini bisa disebut sebagai film kebangkitannya pekerja seni Malang menghadapi pandemi.

Film 18KM ini cukup ringan dan pas dinikmati mereka yang lagi kangen Malang dan Batu karena film ini menggunakan bahasa Malangan dengan pengambilan gambar di beberapa daerah di Batu dan Malang. Ceritanya pun ringan dan sederhana, jadi bisa ditonton tanpa harus mikir serius karena film ini memang dibuat untuk hiburan semata.

Film berdurasi 18 menit berkisah tentang Lanang (Bintang Halilintar) yang jatuh cinta dengan teman kampusnya, Janeeta (Elizabeth Jennifer). Sayang, Janeeta harus pindah ke Jakarta dan meninggalkan Lanang yang galau memilih pindah ke Jakarta mengejar cintanya atau tetap tinggal di Batu bersama kedua orang tuanya dan menikmati asrinya kampung halamannya. Sebuah pilihan yang pelik buat pria yang lagi jatuh cinta. Lalu, akhirnya bagaimana? Silahkan ditonton sendiri di kanal YouTube Oneng Sugiarta Entertainment (klik tautan berikut). 

Lalu, apa arti judul 18KM di film ini? Sederhana saja. Itu adalah jarak tempuh Malang Batu yang harus dilewati Lanang setiap hari. Bukan jalan biasa memang, tapi bagi Lanang, ini adalah jalan dia menuntut ilmu dan berjuang mendapatkan cinta Janeeta. Cerita 18KM memang biasa, khas kisah percintaan anak muda, tapi coba amati film ini setiap menitnya dan resapi celetukan khas Malang dan jalanan antara Batu Malang yang begitu sedap dipandang.

Film ini tak hanya menjual semangat kolaborasi para pekerja seni di Malang, tapi juga sebagai gambaran cinta pembuat film ini terhadap kotanya. Kota yang menghidupinya dan kota yang tetap akan mereka perjuangkan bersama-sama melawan pandemi Covid-19 ini. Karena Pandemi ga harus bikin kita menyerah, tapi justru menjadi ujian yang menempa kita untuk lebih kreatif di tengah keterbatasan ini.

 

 

(kpl/rit)


REKOMENDASI
TRENDING