9 Film Berkualitas Ramaikan 6th IFF Melbourne

Rabu, 20 Juli 2011 12:10 Penulis: Yunita Rachmawati
9 Film Berkualitas Ramaikan 6th IFF Melbourne 6th Indonesia Film Festival 2011
Kapanlagi.com - Witness and Be Enchanted! akhirnya terpilih menjadi tagline acara 6th Indonesian Film Festival 2011. Perhelatan film festival terbesar di Australia ini bakal digelar selama satu minggu, mulai 19-25 Agustus 2011 di ACMI (Australian Centre for The Moving Image) Cinemas, Federation Square, Melbourne, Australia.

Di edisi yang keenam, IFF kembali hadir memberikan warna baru bagi pecinta film di Melbourne, Australia. 9 film termasuk di antaranya film layar lebar, film pendek dan film dokumenter akan memeriahkan 6th IFF. Sejumlah produser, sutradara dan aktor ternama pun akan turut hadir di IFF bulan Agustus nanti. Mereka di antaranya adalah Marcella Zalianty, Piet Pagau, dan Ardina Rasti dari film BATAS. Film arahan Rudi Soedjarwo ini dijadwalkan menjadi Film Pembuka IFF pada 19 Agustus. BATAS adalah sebuah film yang mencoba mengeksplorasi kondisi di sebuah wilayah perbatasan yang selama ini nyaris tak terjangkau radar.

Sementara itu, film TANDA TANYA yang disutradarai Hanung Bramantyo terpilih menjadi Film Penutup IFF tahun ini. Hanung juga dijadwalkan hadir bersama Zaskia Adya Mecca untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penonton seusai pemutaran film tersebut. TANDA TANYA bercerita tentang keberagaman dan toleransi yang erat kaitannya dengan masalah keagamaan dan suku bangsa. Melalui film TANDA TANYA, penonton diajak untuk lebih memahami latar belakang perbedaan tersebut.

Selain dua film di atas, terdapat 6 film menarik lainnya akan menghibur para penikmat film Indonesia. CATATAN HARIAN SI BOY, sebuah film garapan sutradara muda Putrama Tuta diyakini mampu mengundang ratusan pemuda untuk datang menonton. Putrama Tuta dijadwalkan untuk hadir bersama dengan aktor Ario Bayu yang berperan sebagai Satrio dan Carissa Putri yang memerankan karakter Natasha.

Tak hanya itu, THE PERFECT HOUSE, sebuah film bergenre thriller karya Affandi Abdul Rachman yang bercerita mengenai seorang guru privat yang hidupnya terancam semenjak ia menerima tawaran untuk mengajar Januar yang orang tuanya telah meninggal dalam sebuah kecelakaan, akan turut memeriahkan 6th IFF 2011.

PAYUNG MERAH, sebuah film supranatural pendek karya Andri Cung dan Edward Gunawan yang berhasil meraih penghargaan dalam Asian Short Film Award 2011 akan dipadukan dengan film dokumenter CERITA DARI TAPAL BATAS karya Wisnu Adi dalam short session. Film dokumenter ini mengisahkan hidup, semangat, dedikasi, dan cinta yang dituturkan langsung dari beranda terdepan Indonesia-Malaysia.

Salah satu program unggulan lainnya adalah pemutaran omnibus 9 film pendek yang digarap oleh 9 sutradara berbeda, yang berjudul BELKIBOLANG. BELKIBOLANG sudah tidak asing lagi di dunia film festival internasional. Sedangkan film mengenai aksi balas dendam karya Muhammad Yusuf berjudul TEBUS juga akan melengkapi program pemutaran film di ACMI Cinemas, Federation Square, Melbourne.

Educational program dan film workshop sekali lagi akan menjadi bagian dari 6th Indonesian Film Festival 2011. RUMAH TANPA JENDELA karya Aditya Gumay terpilih menjadi film untuk educational program yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Victorian Indonesian Language Teachers Association dan Arts Institute, University of Melbourne. Selain itu, akan diadakan film workshop mengenai penulisan skenario yang akan dibawakan langsung oleh Aditya Gumay dan Adenin Adlan.

Untuk informasi lengkap mengenai program dan tiket, silahkan kunjungi www.indonesianfilmfestival.com.au. Follow @IFFAustralia dan Indonesian Film Festival Facebook FanPage untuk update dan kesempatan memenangkan tiket gratis!   

(kpl/prl/boo)


REKOMENDASI
TRENDING