'ADA SURGA DI RUMAHMU' Bikin Nina Septiani Makin Sayang Ibu

Jum'at, 13 Maret 2015 18:30 Penulis: Fitrah Ardiyanti
'ADA SURGA DI RUMAHMU' Bikin Nina Septiani Makin Sayang Ibu Nina Septiani/©Kapanlagi.com®/Busan
Kapanlagi.com - Nina Septiani wanita muslimah paling cantik di Indonesia di tahun 2012 ini makin mantap menjalani karirnya di dunia hiburan tanah air. Setelah bergabung dengan girlband muslimah, Noura, besutan Risty Tagor, Nina kini mulai menapaki karirnya di dunia akting. Ia bermain dalam sebuah drama religi berjudul ADA SURGA DI RUMAHMU.

Film ini diangkat dari novel laris karya Ustadz Ahmad Al-Habsyi. Disutradarai oleh Aditya Gumay, ADA SURGA DI RUMAHMU menceritakan kisah perjuangan meraih sukses dari Ustadz Al-Habsyi yang diperolehnya lewat restu dan doa sang ibunda. Syutingnya dilakukan di kampung halamannya, Palembang, Sumatera Selatan.

Nina berperan menjadi seorang wanita muslimah yang cantik bernama Nayla. Ia digambarkan sebagai penduduk asli Palembang. Otomatis, ia harus berbicara dengan logat Palembang yang khas. Ternyata, bahasa baru ini menjadi kendala dan membuatnya jungkir balik!

Nina Septiani kesulitan belajar dialeg Palembang/©Kapanlagi.com®/BusanNina Septiani kesulitan belajar dialeg Palembang/©Kapanlagi.com®/Busan

“Aku aslinya Jawa Tengah, di film ini aku belajar cara dialek bahasa Palembang. Kalau cuma menghafal naskah semua pasti bisa, cuma kalau berdialek logat sana yang susah. Yang menantang di film ini buat aku ya itu bahasanya sama tantangan nangis, karena disini aku nangis terus,” ungkapnya

Kenapa nangis terus? Karena karakter Nayla yang diperankannya menyimpan perasaan yang mendalam kepada Ramadhan (Husein Alatas), namun dengan kehadiran Kirana (Zee Zee Shahab), ia jadi terlibat dalam sebuah cinta segitiga yang membuatnya terluka.

Namun meski harus jungkir balik, ia punya alasan mengapa tertarik dengan film ini. “Kenapa aku main disini karena ceritanya bagus, dan akan kena dampak yang bagus ke kitanya sebagai pemain. Bagaimana kita menyayangi ibu terutama. Selama ini kan kita tau ibu hanya cukup di hormati, disayangi dan surga di telapak kaki ibu, tapi kita suka lupa bagaimana cara berbakti yang benar,” tandasnya.

(kpl/ami/tch)


REKOMENDASI
TRENDING