FILM INDONESIA

Ajaib Tapi Nyata! Skenario Film 'PREMAN PENSIUN' Selesai H-2 Sebelum Syuting

Jum'at, 11 Januari 2019 07:17 Penulis: Tyssa Madelina

Preman Pensiun siap tayang di layar lebar dalam waktu dekat (Courtesy of MNC Pictures)

Kapanlagi.com - Preman Pensiun merupakan serial televisi yang pernah meledak saat tayang sepanjang tahun 2015 di RCTI. Untuk mengobati kerinduan pemirsa setia, MNC Pictures memboyong kisah Muslihat dan anak buahnya ke layar lebar.

Versi layar lebar ini masih dikomandoi oleh Aris Nugraha sebagai sutradara sekaligus penulis skenario serialnya. Ia juga memboyong para pemain aslinya untuk kembali hadir lewat jalinan cerita yang lebih seru dan mengocok perut.

Uniknya, Aris mengaku bahwa keterlibatannya di film PREMAN PENSIUN merupakan jebakan dari produser. Pasalnya sebagai sutradara sinetron, ia merasa sudah cukup sehingga tak perlu jajal membesut layar lebar.

"Saya sebetulnya terpaksa sutradarai film ini. Jadi saya dijebak, katanya PREMAN PENSIUN sudah dapat tanggal tayang bulan September. Kalau saya nggak bisa sutradarai, pemain siapa yang urus? Saya memang ditawari sudah lama untuk bikin filmnya, tapi saya nggak pernah mau. Alasannya saya, ikan air tawar jangan paksa renang di laut. Saya bukan pembuat film, biar saya bikin sinetron saja," ceplos Aris saat jumpa pers di Epicentrum XXI, kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (10/1/2019).

1. Naskah Selesai Sebelum Syuting

Umumnya skenario sebuah film selesai ditulis jauh sebelum proses produksi dimulai. Namun berbeda dengan film yang dibintangi Epy Kusnandar dan Tya Arifin ini karena skenario baru selesai dua hari jelang syuting.

"Saya menulis skenario film ini selama 14 hari dan tanpa revisi. Saya akan marah kalau dapat revisi. H-2 sebelum syuting baru selesai. Ini membuat produser saya menangis-nangis karena tidak bisa membuat estimasi budget akurat. Saya sih siapa suruh bikin film. Kalau budgetnya pas-pasan nggak usah lah. Jadi memang saya nggak mau pusing," aku Aris yang juga menulis skenario serial Bajaj Bajuri dan Tukang Ojek Pengkolan ini.

2. Menulis Tanpa Sinopsis

Bagi penulis kebanyakan, sebelum membuat skenario untuk film maupun serial tentu diperlukan sinopsis agar bisa ditunjukkan pada produser. Namun berbeda dengan Aris Nugraha yang mengaku tak pernah membuat sinopsis untuk membuat para produser tertarik. Lantas, seperti apa proses penulisan skenario film PREMAN PENSIUN?

"Saya menulis tidak punya premis, tidak punya sinopsis, saya terbiasa kalau nulis skenario pergi ke Cicaheum, merokok di situ sambil lihat orang lalu lalang, lalu ke pasar, ke jalan Asia Afrika, baru pulang ke rumah, tidur, jam dua pagi bangun, salat, terus nulis sampai subuh. Ending film ini pun saya nggak tahu sebelum saya ketik. Makanya produser saya sakit kepala," tandasnya blak-blakan.


REKOMENDASI
TRENDING