Antre Tanggal Tayang Jadi Alasan Film Hanung Bramantyo 'THE GIFT' Baru Rilis

Minggu, 20 Mei 2018 19:07 Penulis: Tyssa Madelina
Antre Tanggal Tayang Jadi Alasan Film Hanung Bramantyo 'THE GIFT' Baru Rilis Hanung Bramantyo © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Drama romantis bertajuk THE GIFT besutan Hanung Bramantyo siap rilis pada tanggal 24 Mei 2018 mendatang di gedung-gedung bioskop seluruh Indonesia. Uniknya, film ini sudah dipromosikan sejak tahun lalu, bahkan melakukan pemutaran khusus di ajang tahunan Jogja-Netpac Asian Film Festival 2017.

Hanung mengungkap lamanya rilis ini lantaran harus mengantre untuk mendapatkan tanggal edar. Mengingat diproduksi oleh production house baru yakni Seven Sunday Films, tentu treatment pemberian tanggal rilis berbeda dengan production house besar yang aktif memproduksi film.

"Film ini baru rilis karena dapat jatah tayangnya ngantre. Nggak seperti PH besar yang tinggal datang kemudian dapat tanggal tayang," kata Hanung saat gala premiere film THE GIFT di Epicentrum XXI, kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Sabtu (19/5/2018).

Berbeda dengan film sebelumnya, Hanung mengerjakan THE GIFT dengan penuh passion. © KapanLagi.com/Bayu HerdiantoBerbeda dengan film sebelumnya, Hanung mengerjakan THE GIFT dengan penuh passion. © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Meski tidak cepat rilis seperti film-film sebelum THE GIFT, ada hal spesial yang dipersembahkan Hanung. Menurutnya, buah karyanya satu ini dibuat dengan passion, dengan kebebasan yang diberikan produser untuk mengeksplorasi segala hal.

"Saya cuma bisa berterima kasih pada para produser karena mereka yang bisa membuat saya akhirnya kembali membuat film dari hati saya. Saya diberi kebebasan bereksplorasi, makanya saya membuat film ini dengan bersungguh-sungguh," tuturnya.

Suami Zaskia Adya Mecca itu lantas memberi gambaran ketika dirinya diberi proyek ini dengan proyek BENYAMIN BIANG KEROK yang mendapatkan kritikan keras dari para pecinta film. "Saya merasa bahwa teman-teman bisa merasakan bagaimana sebuah film ketika dikerjakan dengan sepenuh hati itu seperti apa. Mengerjakan sesuatu yang saya ngerti itu saya bisa plong. Saat bikin Benyamin saya nggak bisa mikir ini masakan apa, karena biopik juga nggak, komedi tapi kok biopik, jadi saya bingung. Karena saya sekolah film, jeleknya itu terlalu berteori di kepala. Mungkin itu yang membuat saya tergagap-gagap," tandasnya.

(kpl/abs/tmd)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING