FILM INDONESIA

Bandingkan Dengan 'MILE 22', Manoj Punjabi Kecewa Rating Usia 'FOXTROT SIX'

Kamis, 14 Februari 2019 07:18 Penulis: Tantri Dwi Rahmawati

Press Conference film FOXTROT SIX © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Setelah cukup lama dinanti-nanti, FOXTROT SIX besutan Randy Korompis siap tayang di bioskop pada 21 Februari mendatang. Film bergenre action sci-fi ini lulus sensor dengan kategori 21 tahun ke atas tanpa adanya pemotongan dari Lembaga Sensor Film (LSF).

Dibanderol label 21+ rupanya sedikit memberatkan Manoj Punjabi selaku produser. Manoj menyatakan bila produksi terbarunya ini bisa saja mendapatkan rating 17+ dengan adanya pemotongan alias gunting sensor.

"Film ini dapat rating 21+, ini yang kita harus pertanyakan seperti apa? Kalau memang pada akhirnya beberapa shot, beberapa adegan harus dibuang, kita oke untuk 17 tahun. Tapi di sini bahkan nggak 17, tapi 21, saya jadi merasa kriteria censorship kita nggak jelas," kata Manoj ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019).

1. Bandingkan Dengan 'MILE 22'

Manoj Punjabi lantas membandingkan dengan MILE 22 yang mendapatkan rating 17+ dari lembaga sensor. Padahal menurutnya, apa yang ditawarkan film dengan bintang Mark Wahlberg dan Iko Uwais itu tak jauh berbeda dengan FOXTROT SIX.

"Kalau film asing maksimal dapat (rating) 17 tahun. Contohnya MILE 22 film asing tapi pemainnya diperankan Iko Uwais, itu dapat 17 tahun, ini kenapa (21 tahun)? Padahal menurut saya nggak beda jauh non stop action," imbuhnya mempertanyakan.

2. Memotong Kesempatan Kerja Bareng Hollywood

Untuk mewujudkan kelahiran FOXTROT SIX, Manoj Punjabi bekerjasama dengan produser kenamaan Hollywood bernama Mario Kassar. Melihat fakta terkait rating film ini, Mario merasa akan dengan mudah mempersempit kesempatan terjalinnya kerja sama bila kriteria rating tak jelas.

"Saya baru tahu film ini mendapat rating 21, menurut saya ini terlalu berlebihan. Saya nggak terpikir kalau harus dilabeli 21. Saya buat film ini dengan tujuan menarik Hollywood untuk aktif bikin film dengan Indonesia seperti co produksi atau you know agar film Indonesia dikenal di market internasional. Tapi ketika film seperti ini mendapat 21, seperti memotong kesempatan itu," tandas Mario.


REKOMENDASI
TRENDING