Bareng FILOSOFI KOPI, Rio Dewanto Siapkan Kejutan di Popcon Asia

Minggu, 02 Agustus 2015 09:52 Penulis: Ahmat Effendi
Bareng FILOSOFI KOPI, Rio Dewanto Siapkan Kejutan di Popcon Asia Tim Filosofi Kopi ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya
Kapanlagi.com - Bersama tim FILOSOFI KOPI, aktor Rio Dewanto terlibat dalam ajang budaya pop tingkat Asia bertajuk Popcon Asia 2015. Suami Atiqah Hasiholan ini ingin membuktikan bahwa film tidak hanya sekedar untuk ditonton, namun dalam produksinya bisa bersentuhan dengan banyak hal kreatif lainnya.

"Kita pengen ngasih surprise ke fans FILOSOFI KOPI, yang belum tahu biar tahu. Makanya dateng, akan ada banyak surprise 7 agustus. Ide kreatif ini kan bisa mensosialisasikan lagi. Peran kolaborasi kami semua penting. Bukan hanya FILOSOFI KOPI. Yang kita lakukan kolaborasi dengan audience. Orang bisa memilih pakaiannya jadi mobilnya kedai seperti apa. Kita mau engaged sama masy untuk kepemilikan," ujar Rio Dewanto ditemui dalam jumpa pers Popcon Asia 2015 di Conclave Coworking Space, Jalan Wijaya 1, Jakarta Selatan, Kamis (30/7).

Setelah film FILOSOFI KOPI tayang, tim film tersebut pun masih cukup solid dan mengembangkan bisnis lain berupa kedai kopi. Hal ini menjadi langkah positif ketika film ternyata bisa dikemas dalam industri lain yang sebenarnya cukup jauh dari seni peran.

Tak hanya film, FILOSOFI KOPI juga terlibat ajang budaya pop Asia. ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaTak hanya film, FILOSOFI KOPI juga terlibat ajang budaya pop Asia. ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

"Saya terlibat produksi. Salah satunya bangun kedai. Bikin film bisa loh begini. Nggak sekedar dapat skenario. Ada kesempatan lain untuk mengeluarkan kreativitas lagi," katanya.

Merasakan dua hal yang berbeda, film dan bisnis sekaligus membuat cakrawala Rio Dewanto terbuka. Baginya bisnis lebih menantang dari film karena baru digelutinya.

"Tentu terlibat industri ini (lebih menantang). Karena harus berpikir juga selain sebagai aktor terlibat produksi. Di kedai juga one of both director. Tapi bukan berarti jadi aktor mudah. Kan nggak gampang masuk ke karakter," tandasnya.

(kpl/pur/sjw)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING