Begini Perjuangan Lola Amaria & Kru Saat Syuting di Bawah Laut

Jum'at, 31 Maret 2017 14:52 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Begini Perjuangan Lola Amaria & Kru Saat Syuting di Bawah Laut Lola Amaria - Cast LABUAN HATI/©KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - LABUAN HATI, film terbaru Lola Amaria, akan menyapa kalian pada 6 April 2017 mendatang. Film yang berlatar di Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur ini dibintangi oleh tiga wanita inspiratif yaitu Nadine Chandrawinata, Kelly Tandiono dan juga Ully Triani. Ada juga Ramon Jusuf Tungka yang berperan sebagai pendamping diver bernama Mahesa.

LABUAN HATI digarap gara-gara Lola sangat jatuh cinta dengan Labuan Bajo dan Pulau Komodo. Ia bersikeras untuk bisa menampilkan keindahan NTT dalam filmnya, namun tetap punya jalan cerita soal perempuan.

Aktris Ully Triani punya banyak pengalaman seru ketika menjalani syuting selama 22 hari di sana. Ia baru pertama kali bisa melakukan free dive, sesaat sebelum syuting/

"Waktu syuting sudah ikut beberapa kali. Pas pertama kali turun itu kayak yang, 'Oh my God bagus banget'. Selain itu aku suka Pulau Padar. Karena bukitnya 45 derajat. Sebenernya pendek. Tapi karena 45 derajat jadi capek. Rewardnya ngelihat pemandangannya bagus banget," tutur pemeran Maria ini saat ditemui di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Rabu (29/3).

Ully belajar free dive sesaat sebelum syuting/©KapanLagi.com®/Agus ApriyantoUlly belajar free dive sesaat sebelum syuting/©KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Ramon juga sangat terkesima dengan pemandangan Bajo yang luar biasa. "Kalau yang lain ngangkat sisi laut, saya ingin lihat sisi daratnya. Labuan Bajo itu nggak habis buat dieksplore. Atau paket yang lengkap, ada darat, bukit, hutan, underwater, sama di atas laut itu bagus semua," ungkapnya.

Tentunya, mengandalkan lansekap untuk dijadikan latar pengambilan gambar tidaklah mudah, begitu yang dirasakan Lola. Mulai dari waktu yang terbatas, hingga perjuangan berhari-hari mendapatkan Manta, semuanya terbayar lunas.

"Kita hanya punya waktu 50-60 menit di laut karena waktu terbatas. Mereka briefing satu jam sebelumnya, kita turun (ke laut) pakai arah-arah. Pengulangan (pengambilan gambar) itu iya. Kalau oke, next, kalau gak oke berarti lagi (ulang)," bebernya.

"Kalau Ramon sama Ully, mereka punya waktu dua menit dilepas. Kita semua di bawah. Sudah ada safety diver yang sudah cut, langsung dikasih regulator. Saya nggak mau kasih apa-apa. Saya juga diver, saya juga penyelam, jadi saya kenal banget, dan saya ingin interval satu jam. Jadi kalau kita nggak dapat Manta tiga kali dalam sehari, kita tunggu besoknya," tandasnya.

Ramon terkesima dengan keindahan Bajo/©KapanLagi.com®/Agus ApriyantoRamon terkesima dengan keindahan Bajo/©KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

(kpl/aal/tch)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING