FILM INDONESIA

'BELOK KANAN BARCELONA' Akhirnya Diadaptasi ke Film Setelah 10 Tahun

Sabtu, 15 September 2018 07:40 Penulis: Ayu Srikhandi

BELOK KANAN BARCELONA © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com -

Rumah produksi Starvision dalam waktu dekat akan merilis film bertajuk BELOK KANAN BARCELONA. Komedi romantis besutan Guntur Soeharjanto ini diadaptasi dari novel bestseller yang terbit dekade lalu berjudul Travelers Tale.

Chand Parwez selaku produser mengungkap sudah membaca novel ini sejak pertama terbit pada tahun 2007. Namun baru sekitar dua tahun lalu terbersit ide untuk mengadaptasinya ke layar lebar

Mengingat setting dalam novel yang ditulis Adhitya Mulya, Alaya Setya, Ninit Yunita, dan Iman Hidajat memakai banyak negara, Parwez sempat bingung bagaimana cara menyiasatinya. Hingga pada awal 2018 semua prosesnya dimulai dari penggodokan skenario hingga syuting.

"Film ini diangkat dari novel yang saya baca tahun 2007. Sekitar tiga-dua tahun lalu saya ketemu sama Adhitya Mulya, salah satu dari empat penulis novel itu. Saya bilang mau bikin film dari novel ini tapi susah banget. Lalu Adhit bilang: 'Pak Parwez pikirkan aja dengan tenang, kapan merasa udah siap kasih tahu saya'," tutur Chand Parwez dalam jump pers di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis malam (13/9/2018).

1. Selebrasi Film Indonesia

Setelah menemukan solusi yang tepat, Chand Parwez pun yakin untuk mengadaptasi novel ini. Ia merasa perlu memberikan kado untuk merayakan kepercayaan penonton kepada film produksi bangsa sendiri.

"Akhirnya setelah melihat penonton Indonesia makin suka film Indonesia, pertumbuhan penonton makin baik, menurut saya ini waktunya beri sesuatu yang tepat untuk penonton kita, film yang tentunya tidak murah, ceritanya rumit dan kompleks, tapi ada romantis, drama dan komedi, lengkap. Saya rasa ini film untuk merayakan perfilman Indonesia," tegas mertua dari aktris cantik Eriska Rein ini.

2. Kekagetan Sutradara

Guntur Soeharjanto selaku sutradara merasa kaget ketika Chand Parwez berminat adaptasi novel Travelers Tale. Mengingat butuh biaya besar karena memakai setting di banyak negara dengan pemain-pemain lokal.

"Saya sempat bilang ke Pak Parwez: 'Bener nih syuting banyak negara?', dia bilang 'Bener'. Ya udah kita coba treatment, diskusikan mau seperti apa film ini," ucap Guntur di tempat yang sama.

Ia melanjutkan, "Film ini banyak pakai figuran luar negeri dan mereka bisa memberikan akting yang bagus. Semua yang di luar negeri pakai orang lokal semua, kita adakan audisi untuk casting, begitu dapat ada reading, workshop, jadi nggak ada orang bule pakai bahasa Indonesia," imbuhnya.

3. Kerumitan Cerita

Novel Travelers Tale ditulis oleh empat orang dan mereka
masing-masing berkontribusi menuliskan cerita untuk empat karakter berbeda. Adhitya Mulya yang bertindak sebagai penulis skenario mengaku sempat kesulitan bagaimana menerjemahkan dari novel ke skenario. Beruntung dengan bantuan produser dan sutradara, syuting pun dimulai memakai draf skenario ke-10.

"Ini film saya yang paling ribet, ada empat plot bermain bareng dan masing-masing punya plot yang kuat, bukan one plot point, tapi empat berjalan bareng, mengharuskan ceritanya banyak negara," bocor Guntur yang telah banyak adaptasi novel bersetting luar negeri.


REKOMENDASI
TRENDING