Biaya Produksi '3HUS' Telan Dana Rp3,8 Miliar

Senin, 18 Juni 2007 23:12 Penulis: Yunita Rachmawati
Kapanlagi.com - Film 3 HARI UNTUK SELAMANYA (3HUS) yang produksinya disponsori salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, Sampoerna A Mild, menelan dana sekitar Rp3,8 miliar dengan proses syuting selama 22 hari. Hal itu diungkapkan Mira Lesmana, produser 3HUS pada jumpa pers yang digelar di Black Canyon Cafe, Mari Mall, Makassar, Sabtu (16/6).

"Dana produksi untuk menghasilkan film layar lebar bertajuk 3HUS ini sebanyak Rp3,8 miliar yang diperoleh dari berbagai pihak," katanya.

Menurut dia, pendanaan yang cukup besar itu selain diperoleh dari sponsor dalam negeri yakni A Mild, juga dari tiga sponsor luar negeri yaitu Goteborg Film Funding (Swedia), Global Film Initiative (Amerika), dan Hubert Bals Fund (Belanda). Setelah melewati seleksi yang ketat, akhirnya 3HUS berhasil mendapat award berupa pendanaan (funding).

Sementara mengenai ide pembuatan film itu sendiri, ia mengatakan, sudah muncul pada tahun 2002 lalu hingga akhirnya dipertemukan dengan Sinar Ayu Massie, seorang penulis yang dianggap mampu mengembangkan dan mengejewantahkan semua ide yang ada di kepalanya.

"Untuk menyelesaikan film ini memang tidak mudah, karena selama setahun lebih Ayu mempersiapkan skenario yang membutuhkan 12 draft sampai akhirnya diproduksi," tuturnya seraya menambahkan, termasuk harus mencari lokasi (setting) yang tepat - dilakukan oleh Riri Riza, sutradara dan tim astrada untuk film 3HUS.

Belum lagi untuk mencari pemeran wanita untuk melakonkan tokoh Ambar di film tersebut, sementara tokoh prianya sudah dipatok Nicholas Saputra sebagai Yusuf, karena memang sudah dianggap layak memerankan karakter tokoh tersebut. Setelah melalui proses casting, pilihan jatuh pada Adinia Wirasti, bintang sinema yang pernah menyabet penghargaan sebagai aktris pendukung terbaik Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2005 untuk film TENTANG DIA.

Sementara untuk menyukseskan film 3HUS, lanjutnya, pihaknya dengan bantuan sponsor A mild, telah melakukan promosi di empat kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.

"Kini giliran Kota Makassar yang merupakan kota terbesar di KTI, menjadi sasaran kami dengan pertimbangan masyarakat pencinta film di kota ini cukup tinggi," katanya.

Sementara itu, Area Marketing Manager PT HM Sampoerna, Tbk. Wilayah Makassar, M Balya mengatakan, dukungan terhadap film 3HUS ini merupakan bentuk komitmen dari A Mild dengan semboyan 'bukan basa basi' terhadap industri film Indonesia, sekaligus sebagai wujud penghargaan atas karya-karya film yang dihasilkan oleh sineas berbakat Indonesia yang tengah bermunculan.

"Kalau selama ini kami dikenal komit terhadap perkembangan dunia musik, kami pun komit terhadap perkembangan dunia perfilman di tanah air," ujarnya, seraya menambahkan bahwa sejumlah film yang berkualitas yang telah didukung A Mild, antara lain, KULDESAK (1999), BANYU BIRU dan GIE (2005), serta GARASI dan BERBAGI SUAMI (2006).

(*/boo)


REKOMENDASI
TRENDING