Bikin 'A COPY OF MY MIND', Joko Anwar Cuma Butuh Syuting 8 Hari

Sabtu, 22 Agustus 2015 12:52 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Bikin 'A COPY OF MY MIND', Joko Anwar Cuma Butuh Syuting 8 Hari Joko Anwar/© Kapanlagi.com®/Agus Apriyanto
Kapanlagi.com - Salah satu sutradara kawakan Indonesia, Joko Anwar, kembali membuktikan eksistensinya di kancah perfilman internasional. Film terbarunya, A COPY OF MY MIND, akan diputar di World Contemporary Cinema dalam ajang Toronto International Film Festival bulan depan. Joko menyatakan jika dirinya sudah lama merencanakan penggarapan film ini.

"Film ini film yang sudah direncanakan lama. Saya ingin membuat kapsul waktu, agar saat orang melihat nanti bisa melihat kondisi indonesia saat itu," jelasnya saat ditemui di Preskon A COPY OF MY MIND, di Plaza Indonesia XXI, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (21/8).

Kerennya film ini memerlukan persiapan selama 8 bulan lamanya, tapi hanya menjalani proses syuting yang sangat singkat. "Persiapan 8 bulan tapi syuting 8 hari," ungkap Joko. Wah, kok bisa?

"Semua spontan, dibuat organik, tidak dibuat-buat. Syutingnya mengajak orang-orang yang ada di lokasi langsung. Seperti di pasar, jalan-jalan. Saya juga mengajak akting manusia luar biasa, mereka (Chicco Jericho dan Tara Basro) bisa mingle. Kerjanya dari hati. Kru cuma 20 orang. Pemainnya juga jadi kru karena angkat-angkat lampu," tukas sutradara MODUS ANOMALI ini.

Joko Anwar sukses bawa A COPY OF MY MIND terbang ke TIFF 40/©Kapanlagi.com®/Abbas AdityaJoko Anwar sukses bawa A COPY OF MY MIND terbang ke TIFF 40/©Kapanlagi.com®/Abbas Aditya

A COPY OF MY MIND bergenre drama romantis yang berlatar belakang situasi politik di Indonesia. "Kita memang dekat dengan unsur itu. Politik itu sudah menjadi masalah masyarakat saat ini," ujar Joko. 

Filmnya sendiri mengisahkan tentang kisah cinta dua orang pekerja urban ibu kota. Sari (Tara Basro) adalah seorang pekerja salon pinggiran yang jatuh cinta dengan Alex (Chicco Jericho) penjual DVD bajakan. Kisah cinta mereka diwarnai oleh drama saat mereka tak sengaja menemukan bukti kejahatan yang melibatkan calon presiden.

"Film ini tidak mencoba menjadi film yang preachy dan menawarkan solusi karena emang bukan tugas kita. Kita hanya mengetengahkan apa yang terjadi di Indonesia saat ini," tandasnya.

(kpl/abs/tch)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING