Bila Sistem Sensor Baru Disahkan, Produksi Film Bakal Terhambat

Rabu, 14 Oktober 2015 02:15 Penulis: Rahmi Safitri
Bila Sistem Sensor Baru Disahkan, Produksi Film Bakal Terhambat Chand Parwez © KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Wacana sistem sensor baru membuat Chand Parwez ketar ketir. Pemilik rumah produksi Starvision ini menganggap andai disahkan, sistem tersebut bakal memperlambat produktivitas filmmaker lokal yang tengah bersaing dengan produk asing.

Seperti diketahui, pengkajian sistem baru oleh Lembaga Sensor Film (LSF) dan Komisi I DPR akan dimulai sejak proses pra produksi alias penulisan naskah. Sementara yang terjadi saat ini sensor dilakukan setelah editing terakhir.

"Kalau sensor film dibaca dari skenario, entah apa jadinya, kita mau bikin apa. Sekarang pun kita sudah memiliki keterbatasan dalam memilih tema, jadi jangan dipersulit lagi. Ini akan memasung kreativitas," kata Chand kepada KapanLagi.com® saat ditemui di Epiwalk, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa malam (13/10).

Chand Parwez ketar-ketir menanti keputusan LFF  © KapanLagi.com®Chand Parwez ketar-ketir menanti keputusan LFF © KapanLagi.com®

Adapun jika sistem baru benar diberlakukan, hal ini akan menjadi masalah di segala ranah media informasi. Karena film merupakan media milik masyarakat.

"Kalau ini disahkan akan jadi persoalan semua media. Film kan termasuk media massa, produk masyarakat. Kalau film begini, besok-besok akan ada sensor untuk media lain seperti musik bahkan situs pemberitaan. Kita bukan lagi menjadi negara demokrasi," tegasnya.

Karena baru mendengar soal pengkajian tersebut, Chand dan produser lain belum melakukan pembicaraan. Namun dengan segera akan dilakukan dialog bersama LSF.

"Sejauh ini belum ada obrolan (antara produser dan LSF). Cuma kalau ada, akan saya ajak bicara karena Indonesia akan menjadi negara yang tidak memiliki kepribadian bila terealisasi," tutupnya.

(kpl/abs/pit)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING