BULLYCON Jadi Aksi Nyata Film 'OZORA', Simbol Anti-Bullying
BULLYCON Jadi Aksi Nyata Film 'OZORA' - Credit: Istimewa
Kapanlagi.com - Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Sudirman, Jakarta, Minggu pagi (30/11/2025) yang biasanya dipenuhi aktivitas olahraga dan hiburan berubah menegangkan. Sebuah kendaraan mirip Rubicon tiba-tiba melaju menembus kerumunan, memancing kepanikan warga yang berteriak meminta pengendara berhenti.
Kejadian itu sontak menyedot perhatian pengunjung. Suara teriakan bercampur bunyi klakson yang menyerupai sirine polisi membuat suasana makin riuh. Banyak yang mempertanyakan bagaimana mungkin kendaraan bermotor bisa masuk ke area yang seharusnya steril dari lalu lintas.
Ketegangan perlahan mencair ketika warga menyadari ada hal janggal: kendaraan itu ternyata tidak menyentuh tanah. Dari balik kerumunan terlihat sejumlah orang menggotong struktur ringan berbentuk Rubicon sambil meneriakkan seruan penolakan terhadap perundungan.
Di sisi kendaraan tersebut, terbaca jelas tulisan OZORA: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel. Aksi itu rupanya merupakan bagian dari aktivasi bertajuk BULLYCON, sebuah kampanye kreatif yang digagas Umbara Brother Film menjelang perilisan film OZORA: PENGANIAYAAN BRUTAL PENGUASA JAKSEL di bioskop.
Baca juga berita lainnya di Liputan6.com
Advertisement
1. Anggy Umbara Buka Suara
Aksi ini sengaja dihadirkan di ruang publik untuk memunculkan kembali ingatan kolektif atas kasus penyalahgunaan kekuasaan yang sempat mengguncang Indonesia. Rubicon dijadikan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan, sekaligus pengingat bahwa luka sosial tidak boleh dilupakan begitu saja.
Anggy Umbara menyampaikan alasannya menghadirkan replika kendaraan tersebut di tengah keramaian.
"Kalau dulu mobil ini bisa bebas bergerak tanpa konsekuensi, sekarang biar publik yang melihatnya langsung. Ada hal-hal yang tidak boleh kita lupakan begitu saja," ujar Anggy Umbara.
(Kebaikan Dolly Parton hingga Akhir Hayat, Rela Jadi Bahan Eksperimen Medis!)
2. Bullying Tak Hanya Hadir Dalam Bentuk Fisik & Verbal
Lewat BULLYCON, Umbara Brother Film juga ingin menyuarakan bahwa bullying tidak hanya hadir dalam bentuk fisik dan verbal, tetapi juga dapat muncul dari sistem yang timpang dan penyalahgunaan wewenang. Struktur sosial yang membiarkan ketidakadilan berulang menjadi sasaran kritik utama.
Masyarakat diajak untuk merefleksikan bahwa praktik perundungan dan kesewenangan bukan hanya terjadi di lingkungan sekolah atau pergaulan, melainkan juga di level kekuasaan. Pesan ini sejalan dengan semangat film Ozora yang mengangkat perjuangan melawan tindakan brutal dan tidak adil.
3. Film Ozora, Kisah Nyata yang Mengguncang
Film OZORA: PENGANIAYAAN BRUTAL PENGUASA JAKSEL mengisahkan perjuangan seorang ayah yang mencari keadilan bagi anaknya setelah menjadi korban kekerasan oleh anak pejabat berpengaruh. Di tengah tekanan dan ketidakadilan sistem hukum, harapan dan solidaritas masyarakat menjadi kekuatan utama.
Film ini akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Desember 2025, dan diarahkan menjadi cerminan kerasnya realitas sosial tentang perundungan, kekuasaan, serta keberanian untuk melawan ketidakadilan.
(Ariel Tatum resmi ganti nama demi hormati Kakek dan Nenek.)
(kpl/pur/ums)
Advertisement
D Academy 8
-
Anak Selebritis Indonesia Potret Soimah Gendong Arjuna, Anak Putri Isnari Bikin Gemas di Dangdut Academy 8
-
Dangdut Academy Dangdut Academy 8 Top 21 Dimulai, Simak Beberapa Aturan Baru
