FILM INDONESIA

Daniel Mananta Tak Bisa Ungkap Betapa Bangga Perankan Ahok di Film

Kamis, 06 September 2018 21:35 Penulis: Guntur Merdekawan

Daniel Mananta / Credit: KapanLagi - Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Langkah besar dibuat oleh Daniel Mananta yang selama ini dikenal sebagai seorang presenter. Bagaimana tidak, Ia dipercaya memerankan politisi Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam biopik berjudul A MAN CALLED AHOK besutan Putrama Tuta.

Peran Ahok didapatkan Daniel melewati casting melawan beberapa kandidat. Saking ingin dapatkan peran itu, dua minggu setelah casting pertama Ia meminta casting ulang lantaran proses yang sebelumnya dijalani dianggap tidak memuaskan.

"Jadi saya ikut dua kali casting. Saya bilang ke Tuta, waktu casting pertama lupain aja karena itu Daniel sebagai presenter, bukan Daniel sebagai aktor. Karena terbiasa jadi presenter, ada beberapa gerak tubuh yang emang kebiasaan presenter. Karena Tuta kasih kepercayaan sama gue, gue dikasih acting coach hingga ada video casting yang berhasil meyakinkannya," cerita Daniel dalam jumpa pers di Metropole XXI, kawasan Jakarta Pusat, Kamis (6/9).

1. Bangga Dapat Panggilan Casting

Daniel Mananta mendapatkan peran Ahok melalui casting. Uniknya, Ia sudah merasa bangga hanya karena dihubungi untuk ikut proses pencarian aktor pemeran mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini mendekam di Mako Brimob terkait kasus dugaan penistaan agama.

"Waktu itu saya ditawari untuk ikut casting. Saya bilang ke Tuta, jujur saya suka sama karakter ini dan dipanggil casting aja udah merasa terhormat," jelas pria berusia 37 tahun itu.

Lantas, apa alasan Putrama Tuta memilih Daniel? "Sebenarnya waktu itu pilihannya nggak terlalu banyak untuk perankan Pak Ahok. Tapi khusus untuk Daniel, saat namanya disebut produser, saya bilang, 'Oke kita coba. Kalau nggak bisa kita coba lagi'. Saya sempat bilang ke Daniel, 'Niel, semua orang bisa menjadi Ahok, tapi yang bisa menyampaikan pesannya nggak banyak'. Jadi memang dari awal meski sudah punya option nama aktor, teman-teman juga menyarankan yang lain, dari first look, first sound emang udah Daniel di kepala saya, nama yang lain mental," urai Tuta di tempat yang sama.

2. Kebanggan Tak Terkatakan

Begitu akhirnya dipercaya memerankan Ahok, Daniel mengaku teramat bahagia. Bahkan beban semisal bagaimana respon masyarakat nantinya tidak bisa dideskripkan lantaran kadung bangga dan ingin memberikan performa terbaik.

"Gue merasa terhormat memerankan seseorang yang benar-benar tulus mencintai Indonesia. Dan bebannya nggak bisa dijelasin dengan kata-kata," tutur pria yang mengawali karir sebagai VJ MTV Indonesia ini.

3. Menghidupkan Sosok Ahok

Perjalanan setelah lolos casting bukan perkara mudah bagi Daniel Mananta yang terbiasa bercuap-cuap di depan banyak orang. Untuk pendalaman akting sendiri Ia menjalani reading selama hampir empat bulan lamanya.

"Reading untuk film ini selama empat bulan lebih, dari akhir tahun 2017. Daniel ini gue melihat gesture dia berbicara sudah jadi karakter Ahok, tinggal meyakinkan dirinya aja. Karena sudah bisa akting, saya dorong lewat motivasi," tutup Tuta yang selain menyutadarai juga bertindak sebagai penulis skenario.


REKOMENDASI
TRENDING