FILM INDONESIA

Debut Film Action Lewat 'POLICE EVO', Raline Shah Akui Dirinya Frustasi

Kamis, 11 April 2019 09:10 Penulis: Dhimas Nugraha

Raline Shah ©KapanLagi.com/Daniel Kampua

Kapanlagi.com - Raline Shah menjalani debut genre action lewat POLICE EVO. Dalam film kolaborasi dua rumah produksi besar dari Indonesia dan Malaysia ini, Raline diplot sebagai Rian yang merupakan seorang polisi wanita.

Syuting film memang sudah dilakukan dua tahun lalu di Kuantan, Malaysia. Namun Raline masih sangat ingat detail perjuangan yang harus dilakukan untuk dalami karakternya.

"Awalnya saat menerima tawaran, saya agak khawatir tidak bisa memenuhi ekspetasi produksi dan director. Tapi saya dijanjikan waktu pendalaman yang lama, ditemani orang-orang kompeten dalam bidangnya untuk mengajari saya. Alhamdulilah saya diberi waktu delapan bulan untuk itu, diberi personal trainer yang bagus, jalani diet, dan ada ahli senjata yang latihannya dua kali sehari, saya juga angkat beban," kata Raline saat gelar jumpa pers di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).

1. Frutasi Saat Latihan dan Syuting

Selama proses delapan bulan pendalaman karakter, bahkan sewaktu syuting, Raline Shah akui frustasi. Karena pada kenyataannya yang dijalani begitu berat sementara dia jadi satu-satunya wanita yang ikut pelatihan.

"Saya frustasi jalani ini, apalagi saya satu-satunya perempuan yang latihan bareng banyak cowok. Banyak kesusahan saya yang tidak dirasakan pemain lain semisal waktu saya sensitif dan lemah, mereka nggak bisa ngerti karena semua cowok," jelas Raline.

Finalis Putri Indonesia ini menambahkan, "Namanya main film pasti ada risiko, susah maupun senang. Dalam film ini secara fisik aja banyak kendala yang tidak bisa saya lakukan karena otot saya kurang kuat, beban senjata terlalu berat untuk badan saya," imbuhnya.

2. Loading Senjata Mata Tertutup

Begitu sadar memiliki kelemahan fisik, Raline Shah justru berusaha menjadi yang terbaik demi perannya dalam film yang tayang di bioskop Indonesia mulai 18 April mendatang. Ia jadi semangat belajar dimulai dari latihan tembak hingga tambah beban otot.

"Otomatis dengan kelemahan-kelemahan saya itu, saya tambah keukeuh nambah berat badan dan belajar ahli dalam bersenjata. Misalnya loading senjata dari yang pertamanya waktu terasa nggak cukup, awalnya semenit aja susah, tapi akhirnya bisa melakukan hal itu dengan mata tertutup dalam hitungan detik. Bener-bener bertahap, dan pepatah ala bisa karena terbiasa benar adanya. Saya banyak belajar dari proses pembuatan film ini," tandasnya.


REKOMENDASI
TRENDING