Dianggap Plagiat, Muncul Petisi Tolak Film 'SURAT DARI PRAHA'

Rabu, 03 Februari 2016 09:05 Penulis: Ahmat Effendi
Dianggap Plagiat, Muncul Petisi Tolak Film 'SURAT DARI PRAHA' Yusri Fajar - Angga Dwimas Sasongko ©KapanLagi.com
Kapanlagi.com - Sebuah petisi ajakan memboikot film SURAT DARI PRAHA sempat muncul di situs change.org. Ajakan boikot sebagai bentuk protes atas dugaan plagiasi film tersebut dari buku dengan judul yang sama karya Dosen Yusri Fajar.

Sejak dibuat, petisi berjudul Tolak Film Surat Dari Praha hingga saat ini sudah ditandatangani lebih dari 1000 orang. Berbagai komentar yang berisi tindakan tidak setuju dugaan plagiat SURAT DARI PRAHA pun bermunculan.

"Saya tau bahwa buku tersebut benar-benar milik Bapak Yusri Fajar dan saya mengecam keras plagiasi," tulis Khabib Fauzi dalam petisi tersebut.

"Saya menandatangani karena plagiarisme tidak bertanggung jawab dan mengamankan karya anak bangsa," tulis komentar Rany Ayu Wardhani.

Rumah produksi Visinema Pictures menggarap film bertajuk SURAT DARI PRAHA yang ditangani oleh sutradara cemerlang berusia 31 tahun, Angga Dwimas Sasongko. Film tersebut memasang Julie Estelle dan Tio Pakusadewo sebagai pemeran utama. Pihak Visinema sendiri sebelumnya telah memberikan klarifikasi dan menyatakan tema politik di Praha tak bisa diklaim.

Film SURAT DARI PRAHA menghadapi kontroversi karena dianggap plagiat buku kumpulan cerpen seorang Dosen di Universitas Brawijaya. ©KapanLagi.com/Budy SantosoFilm SURAT DARI PRAHA menghadapi kontroversi karena dianggap plagiat buku kumpulan cerpen seorang Dosen di Universitas Brawijaya. ©KapanLagi.com/Budy Santoso

"Terkait kesamaan tema perlu dipahami bahwa tema eksil politik di Praha merupakan bagian dari fakta sejarah yang tidak bisa diklaim. Lalu soal kesamaan judul, itu bukan bentuk pelanggaran hak cipta," ungkap Angga, di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Senin (1/2). 

Sementara buku SURAT DARI PRAHA ditulis oleh seniman yang juga dosen Fakultas Seni dan Budaya Universitas Brawijaya Malang pada tahun 2012. Buku tersebut berisi kumpulan cerpen tentang mahasiswa Indonesia yang dikirim presiden Soekarno belajar di Ceko. Karena kisruh peristiwa G/30-S/PKI, para mahasiswa tidak bisa kembali ke Indonesia.

Berikut isi petisi di Change.org tersebut:

Sebagai bentuk dukungan kepada Pak Yusri Fajar atas karyanya yang telah dirampas 'Surat Dari Praha' yang diakui Glen Fredly sebagai karyanya dengan mengabaikan etika-etika profesional dimana plagiasi sebuah karya seni adalah tindakan kriminal.

Fakta yang tak terbantahkan adalah:

1. Judul yang sama persis. Buku Pak Yusri, telah beredar lebih dulu yaitu tahun 2012. Selepas beliau kembali dari Eropa ketika itu. Sedangkan film ini baru tayang tahun 2016, proses shooting 2015.

2. Alur cerita dan lokasi yang memiliki kemiripan dengan yang ada di buku. Walau antara kumcer dan film memiliki perbedaan.

3. Cover buku Surat dari Praha (2012) dan poster film Surat dari Praha 12 Februari 2015 (metronews.com)sebelum dirubah 'kebetulan' memiliki banyak kemiripan yaitu 2 orang berdiri di atas jembatan Charles Praha.

4. Kesamaan media yang dipakai yaitu surat.

Saya mengajak seluruh rekan-rekan mahasiswa dan alumni Universitas Brawijaya terkhusus Program Bahasa dan Sastra (dulu) Fakultas Ilmu Budaya (sekarang) serta masyarakat Indonesia secara luas untuk memboikot film tsb.

Melarang rekan, kerabat, sahabat untuk menonton film tsb sampai hak penulis yang terampas tsb diapresiasi oleh si plagiator. Dengan semakin banyak yang memboikot sebagai hukuman publik maka harapannya plagiator menyadari bahwa plagiasi adalah kejahatan yang tidak bisa ditolerir.

Sehingga plagiator dapat menghargai karya seni orang lain. Apalagi akan tayang promonya di Mata Najwa pekan ini. Semoga Najwa Shihab membuka mata lebar-lebar bahwa ini bukan karya plagiator orisinil melainkan kejahatan karya seni berupa plagiasi yang diklaim milik plagiator. #boikotfilmsuratdaripraha.

(kpl/dar/sjw)

Reporter:

Darmadi Sasongko


REKOMENDASI
TRENDING