FILM INDONESIA

Digelar di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Tantangan Terbesar Bagi Festival Film Indonesia 2020

Selasa, 08 Desember 2020 08:30

Malam puncak FFI 2020 (credit: Kapanlagi.com/Muhammad Akrom Sukarya)

Kapanlagi.com - Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia 2020 kali ini dapat disaksikan secara virtual melalui platform RCTI+. FFI tahun ini diselenggarakan di tengah pandemi COVID-19 dan pastinya hal itu tentu menambah tantangan tersendiri bagi komite yang dipimpin oleh Lukman Sardi ini.

Nia Dinata selaku tim seleksi dan penjurian menjelaskan tantangan terbesar FFI tahun ini ada pada jumlah film yang mendaftar. Ia menyebut FFI tahun ini banyak mengalami penurunan pendaftaran film. Saat jumpa pers menjelang FFI di Plenary Hall JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (5/12) Nia menjelaskan perbandingan pendaftaran film saat ini dengan beberapa tahun lalu.

"Tantangan yang terbesar itu jumlah film yang masuk. Biasanya 120, bisa masuk 180, itu hanya film panjang, tahun ini ada 200-an (jumlah film secara keseluruhan)" ungkap Nia.

1. 65 Film Saja

Tahun ini FFI hanya menerima pendaftaran film panjang sebanyak 65 saja, hal ini menjadi tantangan baginya sebagai selektor dalam menjuri. Beberapa faktor seperti genre yang tak beragam pun turut membuat Nia mengalami kesulitan dalam penjurian.

"Kalau tahun ini, film panjang itu sangat menantang sekali, karena hanya 65, dan itu setengah. Sulit, genrenya kurang bervariasi. Banyak film yang kita tunggu tetapi tidak jadi tayang," ujarnya.

2. Bentuk Apresiasi

Selain itu, Lukman Sardi selaku Ketua Komite Festival Film Indonesia selama tiga tahun belakangan ini turut mengungkapkan luar biasanya kinerja tim komite kali ini. Baginya pandemi bukan menjadi alasan industri perfilman harus berhenti bergerak.

"Kita tahu FFI tahun ini masuk ke masa yang luar biasa yang kita tahu masuk masa pandemi. Tetapi bukan berarti putus asa, kita terus berupaya. Ini bentuk apresiasi sineas Indonesia, sehingga film Indonesia terus hadir di tengah masyarakat Indonesia," beber Lukman Sardi.

3. Solidaritas

Lukman tentunya merasa tak sendiri untuk merencanakan dan membangun acara penghargaan ini. Ia merasa solidaritas yang dibangun dengan komite lainnya sangat luar biasa sehingga dapat kembali menjalankan FFI dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Yang menarik saya merasakan solidaritas yang luar biasa, kita punya saling semangat, saling membantu. Ini awal untuk membangkitkan film Indonesia di era yang baru nanti," pungkasnya.

4. Protokol Kesehatan

Penerapan protokol kesehatan jadi hal yang penting selama masa pandemi ini. Beraktivitas di luar rumah mengharuskan semua orang disiplin melakukan beberapa hal pencegahan agar tak terpapar Covid-19.

Mulai dari rajin mencuci tangan, memakai masker dan menghindari kerumunan orang. Selalu #IngatPesanIbu ya KLovers. Supaya pandemi ini segera berakhir.


REKOMENDASI
TRENDING