DNI Direvisi, Pekerja Film Sampaikan Aspirasi Agar Tak Kecolongan

Rabu, 10 Februari 2016 11:52 Penulis: Ahmat Effendi
DNI Direvisi, Pekerja Film Sampaikan Aspirasi Agar Tak Kecolongan Pekerja Kreatif Film Indonesia ©KapanLagi.com/Budy Santoso
Kapanlagi.com - Pekerja Kreatif Film Indonesia dari berbagai asosiasi berkumpul di PPHUI, kawasan Rasuna Said, Selasa sore kemarin (9/1). Mereka setuju niat pemerintah dalam merevisi Daftar Negatif Investasi (DNI).

Dukungan ini tak serta merta datang begitu saja. Ada beberapa aspirasi disampaikan agar penanaman modal asing di sektor usaha film bidang produksi, distribusi dan eksibisi bisa berjalan lancar tanpa kecolongan.

Salah satu aspirasi adalah menyegerakan persiapan kebijakan-kebijakan pendukung agar pembukaan DNI menjadi efektif. Tak lupa memberikan jaring pengaman bagi pengusaha lokal.

Orang-orang yang bekerja di dunia perfilman Indonesia menyampaikan aspirasinya terkait DNI. ©KapanLagi.com/Budy SantosoOrang-orang yang bekerja di dunia perfilman Indonesia menyampaikan aspirasinya terkait DNI. ©KapanLagi.com/Budy Santoso

Mereka juga mendesak Mendikbud untuk segera menetapkan tata edar film sesuai amanat Pasal 29 UU Nomor 33 Tahun 2009. Lalu mendesak adanya sistem box office terintegritas berlaku bagi film asing dan lokal yang dapat diakses secara harian berisikan data penonton, jumlah layar serta jumlah jam tayang.

Terakhir, mereka meminta eksibitor memberi kesempatan lebih bagi jam pertunjukkan film lokal. Seperti tertera pada Pasal 32 UU Nomor 33 Tahun 2009 bahwa pengusaha wajib mempertunjukkan film Indonesia sekurang-kurangnya 60% dari seluruh jam yang ada.

Menurut data yang dihimpun situs filmindonesia.or.id, terlihat adanya perbedaan realitas medio 2013-2014. "Grup 21 memberikan 22-27% di tahun 2013 dan 31% pada enam bulan pertama 2014," ungkap Fauzan Zidni selaku sekretaris jenderal APROFI.

Aspirasi ini diharap segera terlaksana karena mereka yakin DNI bisa menyentuh banyak hal di bisnis film. Tidak cuma menyoal akses permodalan dan tambah layar, tapi juga peningkatan standar dan pekerja film kreatif tanah air.

(kpl/abs/sjw)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING