Donny Damara Tak Akan Pensiun Sebagai Seniman Sebelum Mati

Selasa, 26 April 2016 19:45 Penulis: Guntur Merdekawan
Donny Damara Tak Akan Pensiun Sebagai Seniman Sebelum Mati Donny Damara © KapanLagi.com®/Akrom Sukarya
Kapanlagi.com - Sebagai seorang aktor, menjaga eksistensi di dunia perfilman adalah salah satu tantangan terberat yang harus dihadapi. Namun aktor senior Donny Damara punya cara sendiri untuk bisa tetap bertahan di dunia yang telah membesarkan namanya tersebut.

Buktinya, hingga saat ini Donny masih eksis membintangi sejumlah film top Tanah Air seperti MARI LARI, NADA UNTUK ASA hingga SEPATU DAHLAN. Menurutnya, membuang ego jauh-jauh untuk terus belajar adalah salah satu kunci terpenting untuk bisa bertahan di derasnya arus industri hiburan.

"Harus sering belajar dan banyak bertanya, siapa pun itu. Saya juga kadang bertanya sama orang yang lebih muda. Gali potensi diri, perkaya diri. Kadang-kadang yang susah itu harus stay humble," ujar Donny saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta pada (25/6).

Donny siap berkarir di dunia hiburan hingga mati © KapanLagi.com®/Bambang E RosDonny siap berkarir di dunia hiburan hingga mati © KapanLagi.com®/Bambang E Ros

Menjadi aktor adalah salah satu profesi yang menurut Donny sangat menyenangkan dan menantang. Beda dari pekerjaan lain pada umumnya, menjadi seorang seniman bagi pria berusia 49 tahun tidak ada batasannya, entah itu usia atau apapun juga.

"Kalau saya bilang atas nama saya sendiri, aktor bisa dijadikan sebuah profesi. Seniman itu tidak akan pernah ada kata pensiun. Pensiun seorang seniman adalah ketika sudah mati," kata Aktor Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2012 lewat film LOVELY MAN ini.

Donny sendiri punya sedikit keluhan terhadap Lembaga Sensor Film maupun Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Seperti diketahui, dua lembaga itu saat ini sangat aktif dalam memberikan teguran sana-sini pada stasiun TV yang dianggap menyimpang aturan.

"Saya cuma berharap lembaga sensor film agar lebih bijaksana tidak melulu mencincang film ini terlalu kasar atau misalnya film ini terlalu vulgar. Jangan membodohi penonton Indonesia. Penonton saat ini pintar banget kok, biarkan masyarakat yang menilai," pungkas Donny.

(kpl/rhm/gtr)

Reporter:

Nuzulur Rakhmah


REKOMENDASI
TRENDING