FILM INDONESIA

Film '99 NAMA CINTA', Ceritakan Tentang Kehidupan di Pesantren

Selasa, 01 Oktober 2019 13:55 Penulis: Canda Permana

Film 99 Nama Cinta © KapanLagi.com/Sahal Fadhli

Kapanlagi.com - Mengusung tema casual romance, film 99 Nama Cinta direncanakan tayang serentak di bioskop Tanah Air mulai 14 November mendatang.

Film 99 Nama Cinta, secara garis besar menceritakan sosok Talia (Acha Septriasa), seorang produser acara gosip yang berambisi dalam kariernya. Tanpa sengaja, ia bertemu dengan sosok Kiblat (Deva Mahendra), seorang ustaz gaul di sebuah pesantren. Kiblat kemudian mampu mengubah pandangan Talia tentang agama, sehingga ia pun jatuh hati padanya.

Menurut Chandra Sapta Surya, Head of Promo and Strategic Planner MNC Pictures, film 99 Nama Cinta merupakan sebuah drama romantis yang dapat memberikan wawasan tentang makna cinta.

"Tema besar yang diangkat dalam film ini adalah tentang sebuah wasiat yang harus dijalankan oleh seorang anak kyai bernama Kiblat (Deva Mahendra) kepada relasinya yang berprofesi sebagai presenter gosip. Dimana penonton akan diajak melihat kontrasnya dunia gosip dan pesantren yang dikemas secara menarik dalam cerita," ujar Chandra saat berbincang santai dengan wartawan belum lama ini.

1. Bukan Film Religi

Chandra juga meluruskan, jika film 99 Nama Cinta bukanlah bergenre religi. Ia memaklumi anggapan tersebut, lantaran judulnya pun mengandung unsur religi. "Lebih ke casual romance, berkisah tentang dua karakter yang berbeda latar belakang," ujar Chandra.

"Ada pembelajaran tentang hal tersebut (Asmaul Husna) tapi dituturkan dengan bahasan yang sederhana dan casual. Memang, film ini punya nilai lebih dari segi cerita di mana akan ditemukan beberapa unsur religi di dalamnya, walaupun sejatinya ini adalah film bergenre casual romance," imbuhnya panjang lebar.

2. Ceritakan Kehidupan Pesantren

Menceritakan tentang kehidupan di lingkungan pesantren, tentu saja ada rambu-rambu yang tidak boleh dilanggar dalam produksi film tersebut.

"Kesulitan yang dihadapi dalam penggarapan film romance dengan latar belakang pesantren adalah rambu-rambu yang harus diperhatikan. Jadi, supaya hasil akhirnya nanti tidak ada pro dan kontra," ujar Chandra panjang lebar.

Ia tidak ingin lebih jauh menyebutkan apa rambu-rambu yang harus diperhatikan tersebut. Chandra menilai, paling penting hasil dari penggarapan film tersebut sudah melalui berbagai macam proses pertimbangan dan masukan.

 

REKOMENDASI
TRENDING