Film 'SELEMBAR ITU BERARTI', Cerita Sedih Dunia Pendidikan

Selasa, 24 Januari 2017 07:35 Penulis: Guntur Merdekawan
Film 'SELEMBAR ITU BERARTI', Cerita Sedih Dunia Pendidikan Selembar Itu Berarti © KapanLagi.com®/Mathias Purwanto

Kapanlagi.com - Di tengah kebangkitan film Indonesia, sutradara Dedy Arliansyah Siregar mencoba membuat film yang mengambil cerita soal pendidikan. Ya, caranya dengan mengangkat kejadian nyata dunia pendidikan yang terjadi di Tapanuli Utara, Sumatera Utara dalam balutan film yang berjudul SELEMBAR ITU BERARTI.

Mengambil cerita soal pendidikan, Dedy tentu punya alasan yang tepat. Menurutnya, banyak sekali film Indonesia yang bagus dan berkualitas yang mengambil tema soal percintaan, action dan tema lain. Namun, sedikit atau bahkan tidak ada yang mencoba untuk menampilakan film yang nantinya bisa ditonton oleh anak-anak Indonesia sebagai bahan pembelajaran. Keresahan ini yang akhirnya dituangkan Dedy dalam film SELEMBAR ITU BERARTI.

"Selembar Itu Berarti sebuah film pendidikan yang sengaja kami buat karena minimnya film di Indonesia yang menonjolkan pendidikan. Anak-anak sekarang itu kalau menurut saya tidak hanya belajar dari sekolah, guru, dan orang tua. Mereka banyak belajar atau melakukan sesuatu dari sebuah film yang ditontonnya," ujar Dedy saat ditemui dalam penyerahan rekor MURI di Sopo Partungkuoan, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Sabtu (21/1) malam.

"Semoga dengan menonton film SELEMBAR ITU BERARTI, anak-anak Indonesia bisa belajar tentang dunia pendidikan," lanjutnya.

Selembar itu Berarti angkat cerita Pendidikan © KapanLagi.com®/Mathias PurwantoSelembar itu Berarti angkat cerita Pendidikan © KapanLagi.com®/Mathias Purwanto


Keresahan yang sama juga dirasakan oleh Anwar Fuadi. Aktor senior ini akhirnya mau terlibat setelah melihat film yang dibuat dengan alat seadanya ini. "Ini cerita film yang sangat bagus. Sekarang ini hampir nggak ada film pendidikan. Saya lihat film ini sangat luar biasa dan saya menangis melihat film ini," ucap Anwar.

SELEMBAR ITU BERARTI menceritakan tentang kakak adik, Putri (Puteri Dalilah Siagian) dan Diaz (Raihan F Valendiaz) yang berjuang untuk sekolah meski terjebak dalam kemiskinan. Putri dan Diaz mengumpulkan kertas selembar demi selembar dan kemudian dijadikan sebuah buku untuk sekolah.

Menariknya, film ini banyak dibintangi oleh pemain-pemain baru yang merupakan putra dan putri asli Sumatera Utara, yakni Putri Dalilah Siagian, Raihan F Valendiaz, Yessica T Simanjuntak dan beberapa lainnya. Tak ketinggalan, tiga pemain senior, Anwar, Raslinna Rasyidin dan Jay Wijayanto turut ikut dalam film ini. Sebelumnya, tahun 2015 film ini pernah diputarkan di dua daerah Sumatera Utara, yakni Langkat dan Binjai. Hasilnya, 80.000 ribu tiket terjual dalam tiga hari pemutaran film ini.

(kpl/pur/gtr)

Reporter:

Mathias Purwanto.

REKOMENDASI
TRENDING