Go Away Film Buruk! Lembaga Sensor Film Kini Tambah Tenaga Sensor

Kamis, 11 Februari 2016 16:52 Penulis: Ferry Sanjaya
Go Away Film Buruk! Lembaga Sensor Film Kini Tambah Tenaga Sensor Lembaga Sensor Film © Kapanlagi/Budy Santoso
Kapanlagi.com - Lembaga Sensor Film atau LSF usai melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah terhadap 33 anggota Tenaga Sensor. Mereka nantinya bakal membantu dalam melakukan tugas-tugas penyensoran.

Ahmad Yani selaku Ketua LSF menerangkan bila struktur keanggotaan telah diubah menggunakan landasan baru sesuai UU Nomor 33 Tahun 2009 Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2014. Hal ini berimbas pada bertambahnya jumlah anggota.

"Keanggotaan Lembaga Sensor Film sekarang berbeda dengan undang-undang terdahulu. Landasannya UU Nomor 33 Tahun 2009 Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2014 yang sudah membawa amanat paradigma baru. Dulu jumlah anggota 45 orang dari perwakilan berbagai instansi, saat ini strukturnya terdiri dari 17 orang Komisioner dan dibantu 33 Tenaga Sensor yang tugas-tugasnya berbeda," kata Ahmad Yani ditemui di Gedung Film kawasan MT Haryono, Jakarta Selatan, Kamis (11/2).

LSF Tambah Tenaga Sensor © Kapanlagi/Budy SantosoLSF Tambah Tenaga Sensor © Kapanlagi/Budy Santoso

Tenaga Sensor nantinya memiliki kewenangan untuk menilai apa-apa yang perlu disensor dari sebuah karya audio visual. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan Komisioner dengan mempertimbangkan masukan-masukan dari Tenaga Sensor.

Tak hanya bertindak sebagai pemutus apakah sebuah film bakal lolos atau sebaliknya, Komisioner memiliki tugas lain. Salah satu contoh adalah berdialog dengan pembuat film agar tak ada lagi anggapan bila LSF memotong adegan seenaknya karena sudah melewati proses pembicaraan kedua belah pihak.

"Tenaga Sensor semata-mata menyensor. Kalau Komisioner selain nanti ikut menonton, ada tugas-tugas lain seperti menyiapkan perwakilan film di daerah-daerah, mendialogkan film atau iklan film yang perlu dibicarakan dengan pemilik film karena memang itu menjadi amanah undang-undang. Kita tidak lagi memotong-motong saja. Bahkan kalau ada revisi kita akan menyerahkan kembali ke pemilik film untuk memperbaiki dan mengoreksinya," pungkas Ahmad Yani.

(kpl/abs/frs)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING