Gugatan Penulis 'BENYAMIN BIANG KEROK' Pada Falcon Pictures Dianggap Salah Alamat

Jum'at, 20 April 2018 21:15 Penulis: Ayu Srikhandi
Gugatan Penulis 'BENYAMIN BIANG KEROK' Pada Falcon Pictures Dianggap Salah Alamat Reza Rahardian © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Versi baru BENYAMIN BIANG KEROK yang dibintangi Reza Rahadian berbuntut hingga ke meja hijau. Hal ini terjadi setelah Syamsul Fuad selaku penulis skenario film yang rilis tahun 1972 mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Pria berusia 81 tahun tersebut merasa Falcon Pictures dan MAX Pictures selaku rumah produksi melakukan pelanggaran hak cipta. Terlebih royalti yang seharusnya ia dapatkan tidak diberikan.

Syamsul Fuad lantas menuntut ganti rugi materiil sebesar Rp 1 miliar. Serta meminta royalti Rp 1000 untuk setiap satu tiket yang telah terjual.

Persidangan hak cipta ini sudah digelar sebanyak empat kali. Pihak Falcon diwakili oleh Lydia Wongso selaku konsultan hukum merasa gugatan yang diajukan salah alamat.

"Kalau dia mau nuntut, ya salah orang. Harusnya pada siapa saat itu dia bekerja. Karena semua hak komersil atas film Benyamin sudah kita beli. Lalu karakter kita izin dari keluarga Benyamin. Semua ada surat lengkap. Dan cerita Benyamin di film baru sama sekali tidak sama dengan yang ditulis Pak Fuad," kata Lydia dalam jumpa pers di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (20/4/2018).

Lydia Wongso membahas soal gugatan Syamsul Fuad pada Falcon Pictures dan MAX Pictures. © KapanLagi.com/Adi Abbas NugrohoLydia Wongso membahas soal gugatan Syamsul Fuad pada Falcon Pictures dan MAX Pictures. © KapanLagi.com/Adi Abbas Nugroho

Ia melanjutkan, "Kalau Pak Fuad merasa memiliki rights, ya dia cari dong siapa yang bayar dia dulu. Yang jelas kita ada surat-surat lengkap. Jelas gugatan ke Falcon salah alamat. Kalau dia mau gugat ya gugat yang dulu dia kerja sama siapa," tegasnya.

Meninjau dari konteks siapa yang dirugikan, pihak Falcon Pictures justru menyatakan bila mereka yang rugi. Karena seharusnya hal ini tidak perlu terjadi sehingga harus direpotkan urusan hukum

"Sebenarnya dalam hal ini Falcon Pictures itu justru pihak yang dirugikan. Pak Fuad itu gugat kita mengenai hak cipta, bahwa Pak Fuad mengaku dirinya seolah-olah pencipta. Penulis skrip tahun 1972 belum tentu pencipta karena menjadi satu kesatuan dengan produser (production house). Kita sudah membeli (rights film Benyamin) dari sekian orang, kita pembeli terakhir. Kita mencatatkan hal tersebut di HaKI. Tiba-tiba Pak Fuad mengaku mengklaim dirinya sebagai pencipta. Kita nggak terima itu," pungkas Lydia.

(kpl/abs/jje)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING