Inspiratif! Ini Alasan Tika Bravani Kembali Bintangi Film Biopik

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:24 Penulis: Cinthya Septavy
Inspiratif! Ini Alasan Tika Bravani Kembali Bintangi Film Biopik Tika Bravani © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Siapa yang tak kenal dengan aktris muda yang namanya mulai diperhitungkan dalam kancah perfilman Indonesia saat ini, Tika Bravani. Sederet film telah dibintanginya, salah satu yang paling anyar adalah NYAI AHMAD DAHLAN di mana ia didapuk sebagai pemeran utama. Kira-kira apa sih yang membuat Tika kembali mengambil tawaran film biopik?

"Mengingat aku baca sejarah Nyai, masa iya yah perempuan jaman dulu segitunya banget meskipun memang KARTINI dan NYAI AHMAD DAHLAN berbeda keluarga tetapi mereka punya napas perjuangan sama, memperjuangkan hak perempuan," ujar Tika Bravani saat dijumpai di preskon film NYAI AHMAD DAHLAN, di Iras Film, Gedung NRA Travel Wisma Umroh dan Haji lantai 2, Jalan Mampang Raya, Jakarta Selatan, Kamis (3/8).

"Mereka dulu sangat terbatas mulai bicara sama orang lain, keluar rumah. Mengenyam pendidikan, kalau keluarga kauman kan cuma bisa ngaji tapi untuk sekolah gak bisa, belajar matematika dan lain-lain gitu padahal kan perempuan madrasah bagi anak-anaknya," imbuh wanita 27 tahun itu.

Tika Bravani ingin berikan pengaruh positif lewat aktingnya © KapanLagi.com®/Agus ApriyantoTika Bravani ingin berikan pengaruh positif lewat aktingnya © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto


Bagi Tika, baik sosok Kartini maupun Nyai Ahmad Dahlan adalah wanita yang sangat inspiratif. Terlebih memerankan sosok Nyai Ahmad Dahlan membuatnya semakin tertantang dan yakin bisa menularkan inspirasi bagi para perempuan Indonesia lewat akting dalam potret perjalanan hidup sang Nyai.

"Gimana anaknya mau pinter kalau ibunya gak pinter. Menurut aku perempuan masa kini itu mesti inget perjuangan Nyai dulu. Sebagai istri dan ibu sangat menginspirasi sekali. Beliau mulai madrasah dari anak anaknya, mendukung perjuangan suami. Ibarat tangan, suami tangan kanan dia tangan kirinya. Dia berusaha untuk keluarga dari zona nyamannya sebagai perempuan. Kita ini sekarang bisa dandan dan main sosmed nongkrong ama temen kadang kita lupa dulu perempuan segitunya. Harusnya kita bisa bertanggung jawab dan lebih cerdas lagi," ungkapnya.

"Latar belakang Nyai yang Jawa itu ditahun 1800-an Jawa-nya legon, segala macem itu susah tetapi kesepakatan bersama, dan ini supaya bisa lebih pop dan diterima jadi Jawa yang generasi aja. Kalau kita omongin sejarah harus sesuai masa, aku dilema disitu dan keluarga itu campur tangan banyak. Saya subyektifitas tinggi membuat peranin Nyai itu tinggi tantangannya," tandas pemain sitkom Saya Terima Nikahnya tersebut.

(kpl/aal/cvn)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING