Jadi Pemeran Utama di 'GURU NGAJI', Ini Tantangan Donny Damara

Kamis, 22 Februari 2018 08:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Jadi Pemeran Utama di 'GURU NGAJI', Ini Tantangan Donny Damara Donny Damara / Credit: KapanLagi - Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Tahun ini, sebuah film bertema religi bakal meramaikan dunia perfilman Tanah Air dengan judul GURU NGAJI. Film ini bakal disutradarai oleh Erwin Arnada dan dibintangi oleh nama-nama seperti Donny Damara, Verdi Solaiman, Tarzan, Dewi Irawan, Dodit Mulyanto dan beberapa lainnya.

Sang produser, Rosa Rai Djalal membeberkan sedikit gambaran mengenai GURU NGAJI pada awak media. Menurutnya, film ini bakal mengisahkan keluh kesah seorang guru ngaji yang kurang dihargai atau diapresiasi di zaman lingkungan masyarakat luas. Meski terdengar dramatis dan tragis, namun film ini juga dibungkus dengan bumbu-bumbu komedi.

"Kita banyak sekali melihat keadaan guru ngaji yang memprihatinkan, di daerah khususnya, banyak sekali guru ngaji yang harus double job untuk memenuhi kebutuhannya. Guru ngaji itu tidak pernah meminta imbalan mematok harga berapapun. Apa yang kita kasih kadang hanya terima kasih aja, mereka menerima dengan ikhlas. Tapi guru ngaji juga manusia, punya anak dan istri yang harus dihidupi. Ini yang diangkat dalam film ini, potret sebagian guru ngaji," jelas Rosa ketika ditemui di Preskon Film GURU NGAJI di Ambhara Hotel, Blok M, Jakarta Selatan, Senin (19/2).

"Melalui film ini kami ingin menggambarkan situasi tersebut, bagaimana mereka kerja dengan ikhlas mengajar ngaji ke masyarakat. Mudah-mudahan di film ini kita bisa memberi apresiasi lebih dengan merasakan penderitaan mereka kerja keras mereka suka dukanya. Film ini tidak dikemas secara berat tapi ada juga humornya. Film ini didedikasikan untuk seluruh guru ngaji di Indonesia," sambungnya.

Kru dan pemeran 'GURU NGAJI' / Credit: KapanLagi - Bayu HerdiantoKru dan pemeran 'GURU NGAJI' / Credit: KapanLagi - Bayu Herdianto

Aktor senior Donny Damara ditunjuk untuk jadi tokoh utama bernama Mukri dalam film ini. Pria berusia 51 tahun itu mengaku mendapat tantangan berat dengan perannya yang tak biasa tersebut.

"Ketika awal dapat skenario ini, saya bertanya-tanya ke diri sendiri, bisa nggak jalani ini, karena satu hal cukup menantang. Saya deg-degan. Tapi tantangan itu saya jadikan peluang, karena kalau tidak, saya akan gegabah. Saya belajar ngaji juga, tajwid, qolqolah itu harus benar. Bagaimana layaknya ayah bapak-bapak ingin menyenangkan anak dan istrinya. Jadi ketika punya peran lain sebagai badut belum tentu diterima," pungkasnya.

(kpl/pur/gtr)


REKOMENDASI
TRENDING