Jawab Tantangan Pandemi, 'DENGAR' Jadi Film Interaktif Pertama di Indonesia

Jum'at, 21 Mei 2021 14:11 Penulis: Mahardi Eka Putra
Jawab Tantangan Pandemi, 'DENGAR' Jadi Film Interaktif Pertama di Indonesia Poster film DENGAR.

Kapanlagi.com - Sejak merebaknya Pandemi Covid19 di awal tahun 2020, kreator film Indonesia harus menghadapi berbagai tantangan. Diawali dengan diberlakukannya PSBB sehingga menyebabkan banyak kegiatan produksi dihentikan, sampai penutupan bioskop yang mengakibatkan pemasukan terputus.

Gambar Hidoep Sinema dan Tiket.com menjawab tantangan ini, dengan berkolaborasi memproduksi film DENGAR, sebuah film interaktif pertama di Indonesia.
Dipicu oleh beragam tantangan yang harus dihadapi di masa pandemi, muncul sebuah ide di benak sang sutradara, Alvin Rizky Ismail.

“Semula idenya adalah bagaimana kita bisa membuat film dengan kru dan lokasi yang terbatas untuk menyiasati situasi pendemi ini,” ungkapnya. Produksi film harus mengikuti protokol kesehatan, tidak melibatkan banyak orang, tidak shooting di outdoor, bisa disaksikan di rumah, tetapi tetap menyuguhkan kisah yang menarik bagi penontonnya.

Saat itu muncullah ide untuk membuat film yang diproduksi menggunakan media Zoom, platform yang memang sudah akrab di masyarakat Indonesia sejak sistem belajar dan kerja di rumah diberlakukan.

Ide ini rupanya sudah pernah dieksekusi oleh seorang filmmaker indie di Amerika Serikat, namun mengingat situasi pandemi yang belum berakhir, Alvin melihat bahwa ide ini masih relevan, Alvin kemudian membawa ide ini berkembang lebih jauh, yaitu dengan berencana melakukan pemutaran film melalui media zoom dan melibatkan penonton di rumah untuk berinteraksi dengan pemainnya.

“Karena pemutaran film akan dilakukan lewat zoom, tentunya akan menarik sekali apabila penonton bisa ikut terlibat”, jelasnya.

“Bayangkan, saat anda sedang asyik duduk mengunyah pop corn di rumah, tiba-tiba salah satu pemain akan menyapa anda, dan meminta tolong anda memecahkan masalah yang dia hadapi,” dengan konsep interaktif ini, tentunya akan lebih seru apabila di suguhkan melalui genre horor jelas Alvin.

Ide ini ia bawa ke tiket.com yang segera menyambutnya dengan positif. Tiket.com menjadi platform pertama yang akan memotori pertunjukkan film interaktif ini.

DENGAR yang skenarionya ditulis oleh Ucup Mokoginta, berkisah tentang Risty Rizman, seorang gadis yang mendapatkan “anugerah” bisa mendengarkan suara arwah orang yang sudah meninggal, kemampuan ini ia dapat saat ia masih duduk di bangku Kelas 3 SMA. Risty sangat merasa terganggu dengan suara-suara arwah yang setiap hari memanggilnya, seakan minta pertolongan.

5 tahun berselang Risty merasa sudah tidak tahan dan ingin menghentikan semua itu, ia mengajak para sahabatnya untuk mendukungnya mengikuti ritual bersama seorang paranormal bernama Bu De Sar, yang diharapkan bisa menghilangkan kemampuan itu.

Namun kemampuan mendengar suara arwah bukannya hilang, tapi kemampuan Risty justru jadi meningkat, kini ia malah bisa melihat arwah!! Risty kini dihantui oleh 3 sosok arwah yang mengincar kemampuannya. Arwah penasaran itu juga menganggu sahabat Risty, yaitu Dinar, Angel, Sabeth dan Gantar.

Bagaimana cara Risty menyelamatkan sahabatnya? Bisakah penonton membantu Risty dalam petualangan penuh misteri dan aksi ini?

DENGAR adalah film interaktif pertama di Indonesia, dimana penonton bisa ikut berperan secara live dengan pemain. DENGAR dibintangi oleh Oka Antara dan Jajang C Noer. Versi interaktif rencananya akan bisa disaksikan melalui zoom dengan pemutaran terbatas bagi 2000 orang saja. “Memang sengaja dibuat ekslusif, 2000 orang akan menjadi saksi pemutaran film interaktif pertama di Indonesia, itu sejarah,” menurut produser film Dengar, Wiendy Widasari.

Karena itu setiap penonton akan menerima e- sertifikat dari Gambar Hidoep Sinema. Setelah pemutaran ekslusif di zoom live, “Dengar” juga akan diputar melalui tiketlive. Namun di platform ini sesi interaktif ditiadakan, “Meski tidak ada sesi interaktif, dalam pemutaran di tiketlive ini justru kami akan berikan extended scene version yang tidak ada di versi interaktif,” jelas Wiendy, “jadi kalau menonton lagi pun tidak ada ruginya.”

Proses produksi film DENGAR mengikuti protokol kesehatan yang digaungkan oleh pemerintah. Proses casting dan rapat produksi dilakukan melalui zoom meeting, seluruh cast dan crew yang terlibat diharuskan mengikuti test Swab antigen, jumlah cast dan crew yang terlibat di set sangat dibatasi, dan shooting outdoor dilakukan larut malam sehingga tidak mengundang kerumunan.

Kreatifitas memang tidak pernah bisa mati. Dengan berbagai cara kreator film Indonesia mencoba bertahan, tantangan memang akan tetap ada, kita hanya perlu menyesuaikan diri untuk menyiasatinya.

 

(kpl/dka)


REKOMENDASI
TRENDING