Joko Anwar Beri Bocoran Tentang Pengabdi Setan 3: Lintasi 2 Benua dan Gunakan 7 Bahasa
Joko Anwar beri bocoran seputar Pengabdi Setan 3 (KapanLagi/Budy Santoso)
Kapanlagi.com - Joko Anwar menyiapkan Pengabdi Setan 3, yang secara internasional bertajuk Satan's Slaves: Origin, sebagai proyek genre berskala besar. Film ketiga ini digarap dengan ambisi melintasi dua benua dan menggunakan tujuh bahasa, menjadikannya salah satu produksi paling masif di Asia Tenggara.
Saat ini film masih berada di tahap praproduksi dan ditargetkan rilis di bioskop Indonesia pada 2027. Barunson E&A, studio Korea Selatan di balik peraih Oscar Parasite, telah mengambil hak penjualan internasional untuk proyek terbaru Joko Anwar tersebut.
Advertisement
1. Jejak Strasbourg Abad Ke-16, Lanjut Jawa Abad Ke-17
Pengabdi Setan 3 hadir sebagai prekuel mandiri yang menggali asal-usul sekte dan perjanjian dengan kekuatan iblis, yang menjadi pangkal dari rangkaian peristiwa di dua film sebelumnya.
Kisah dibuka dari peristiwa misterius berupa histeria massal di Strasbourg pada abad ke-16. Latar ini terinspirasi dari kejadian nyata yang tercatat pada 1518, sebelum cerita bergerak menuju sebuah mercusuar berhantu di pesisir selatan Jawa pada abad ke-17.
Dengan lintasan waktu dan lokasi lintas benua, mitologi Pengabdi Setan akan diperluas lebih dalam dibandingkan dua pendahulunya. Cerita akan dituturkan dalam tujuh bahasa, yakni Indonesia, Alsatian, Portugis, Jawa, Belanda, Turki, dan Latin.
Naskah dan penyutradaraan dipegang langsung oleh Joko Anwar. Produksinya melibatkan Rapi Films bersama Come and See Pictures milik Joko Anwar, Sky Media, dan Legacy Pictures.
(Kebaikan Dolly Parton hingga Akhir Hayat, Rela Jadi Bahan Eksperimen Medis!)
2. Pengabdi Setan 3 Menguak Asal-Usul Kutukan
Sejak di-reboot pada 2017, Pengabdi Setan berkembang menjadi salah satu franchise horor Indonesia yang paling dikenal. Film pertamanya menjadi film lokal dengan jumlah penonton tertinggi di Indonesia pada 2017 serta ikut mendongkrak popularitas horor Tanah Air.
Pengabdi Setan 2: Communion kemudian membawa skala cerita semakin besar. Film tersebut menjadi film Indonesia pertama yang dirilis dalam format IMAX dan masuk jajaran enam film lokal dengan jumlah penonton tertinggi sepanjang masa di Indonesia.
Kali ini, Pengabdi Setan 3 mengambil pendekatan berbeda dengan mengungkap bagaimana seluruh teror itu bermula.
Joko Anwar menyebut proyek ini sebagai titik penting dalam perjalanannya, dengan janji menjawab pertanyaan besar seputar kutukan yang selama ini menyelimuti waralaba tersebut.
"Film ini adalah segala sesuatu yang tanpa saya sadari sedang saya bangun menuju titik ini, film yang akhirnya menjawab dari mana kutukan itu berasal, mengapa kutukan itu tidak pernah berhenti, dan apa sebenarnya yang diinginkannya. Para penggemar lama akhirnya akan mendapatkan jawaban yang sudah mereka tunggu selama bertahun-tahun. Sementara penonton baru akan mendapatkan perjalanan yang luar biasa," ujar Joko Anwar.
3. Skala Global dan Kolaborasi Barunson E&A
Ambisi global Pengabdi Setan 3 tercermin dari keterlibatan Barunson E&A dalam penjualan internasional. Studio yang membawa Parasite ke pasar dunia itu akan memperkenalkan proyek ini kepada calon pembeli internasional dalam TIFF Market pada September mendatang.
CEO Barunson E&A Yoonhee Choi menilai skala karya terbaru Joko Anwar kian membesar, terlebih karena narasinya melintasi berbagai periode sejarah dan benua.
"Setiap kali kami bekerja sama dengan Joko Anwar, skalanya semakin besar dan ambisinya semakin tajam. Satan’s Slaves: Origin berbeda dari apa pun yang pernah dibuatnya, sebuah cerita yang bergerak melintasi berabad-abad dan benua," ujar Yoonhee Choi.
Pengabdi Setan 3 juga menjadi bagian dari kelanjutan kerja sama eksklusif selama dua tahun antara Joko Anwar dan Barunson E&A. Sebelumnya, keduanya berkolaborasi dalam film horor komedi Ghost in the Cell, yang telah terjual ke 150 wilayah di seluruh dunia.
Dengan kisah yang membentang dari Eropa hingga Jawa, rentang waktu berabad-abad, serta penggunaan tujuh bahasa, film ini diposisikan sebagai bab terbesar dalam semesta Pengabdi Setan. Penonton di Indonesia dijadwalkan menunggu hingga 2027 untuk menyaksikan bagaimana sejarah kelam itu terhubung dengan mitologi yang telah dikenal.
(Ariel Tatum resmi ganti nama demi hormati Kakek dan Nenek.)
(kpl/gtr)
Advertisement
D Academy 8
-
Anak Selebritis Indonesia Potret Soimah Gendong Arjuna, Anak Putri Isnari Bikin Gemas di Dangdut Academy 8
-
Dangdut Academy Dangdut Academy 8 Top 21 Dimulai, Simak Beberapa Aturan Baru
