Konflik 'SURAT DARI PRAHA', Angga Sasongko: Hati-Hati Nuduh Orang

Kamis, 04 Februari 2016 11:47 Penulis: Natanael Sepaya
Konflik 'SURAT DARI PRAHA', Angga Sasongko: Hati-Hati Nuduh Orang Angga Dwimas Sasongko/©KapanLagi.com®/Budy Santoso
Kapanlagi.com - Film SURAT DARI PRAHA yang dibintangi Rio Dewanto dan Julie Estelle menuai konflik dan kontroversi yang disebabkan oleh pengakuan dosen Universitas Brawijaya, Yusri Fajar, jika film karya sutradara Angga Dwimas Sasongko menjiplak buku kumpulan cerpennya yang berjudul serupa.

Untuk meredam situasi yang jadi makin tak kondusif, Angga memilih untuk datang ke Malang dan meluruskan masalah yang sebenarnya terjadi. "Ada hal yang konstruktif yang dicapai hari ini. Dan kami sepakat bahwa tidak ada lagi polemik tentang plagiasi dan pelanggaran hak cipta. Kata-kata itu konteksnya nggak sederhana. Itu harus dibuktikan dulu di pengadilan, jadi orang baru boleh bilang saya plagiat," tuturnya saat ditemui di Hotel Tugu, Malang, Jawa Timur, kemarin Rabu (3/2).

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berpikir jernih. "Saya menghimbau dari kedua kubu untuk menahan diri saja. Nonton filmnya, baca cerpennya, lalu kita berdiskusi saja, berdiskusi dengan jernih. Supaya ribut-ribut seperti ini tidak jadi kebiasaan. Karena yang nunggangin sudah mulai banyak nih. Jangan sampai ini masalah yang harusnya sederhana jadi kelihatan complicated sekali," tegasnya.

Angga minta masyarakat berhati-hati tuduh orang lain plagiat/©KapanLagi.com®/Natanael SepayaAngga minta masyarakat berhati-hati tuduh orang lain plagiat/©KapanLagi.com®/Natanael Sepaya

Sutradara FILOSOFI KOPI ini pun meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan kata plagiasi. Sebab hal  itu punya dampak hukum juga terhadap orang yang membicarakannya.

"Kalau memang ingin bicara tentang itu, ya baca dulu cerpennya dan nonton dulu filmnya. Itu yang paling fair. Mereka banyak banget ketika ditanya, "Sudah nonton filmnya belum?", jawabnya "Ngapain nonton filmnya". Tahu dari mana coba? Film gue 95 menit. Ketika kita ngomong plagiasi berarti kita ngomongin komposisi cerita kan. Komposisi cerita itu per plot, konflik, background, kedalaman cerita," jelasnya.

Sutradara berkacamata ini pun mengaku sudah membangun komunikasi yang lebih baik dengan sang dosen. "Kita masih akan terus berkomunikasi. Tapi kita bisa katakan bahwa suasana sudah kondusif, menuju suatu bentuk yang konstruktif untuk kedua belah pihak. Statement saya jelas. Saya tetap yakin film saya tidak ada hubungannya dengan versi cerpen dari mas Yusri," tandasnya.

(kpl/dka/ntn/tch)

Reporter:

Mahardi Eka


REKOMENDASI
TRENDING