FILM INDONESIA

Konten Kreator Makassar, Produser Manoj Punjabi Berbagi Pengalaman Soal Dunia Film

Selasa, 05 Februari 2019 11:50 Penulis: Ayu Srikhandi

Manoj Punjabi © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Kantor MD Pictures yang terletak di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, tampak ramai oleh banyak anak muda pada Senin siang (4/2/2019). Rupanya rumah produksi yang kerap membuat sajian box office itu tengah dikunjungi oleh belasan selebgram dan konten kreator asal Makassar.

Tampak hadir Syarifuddin, Menteri Pendayagunaan Apratur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam acara kunjungan tersebut. Rupanya ia tertarik melihat proses di balik layar sebuah karya film dan ingin agar masalah yang mendera industri bisa ditemukan solusinya.

"Potensi film itu sangat tinggi, oleh karenanya semua pihak, terutama pemerintah, perlu memberikan perhatian besar pada industri ini karena sedang semarak oleh kreativitas terutama dari kaum muda. Makanya saya ingin mendorong kepada pihak terkait, paling tidak untuk regulasinya diberesin, karena pasar sudah cukup, kreativitas banyak, lapangan luas," kata Syarifuddin dalam sesi wawancara usai diskusi.

1. Tak Seperti Jual Gelas

Dalam sesi diskusi, Manoj Punjabi selaku pemilik MD Pictures membuka banyak hal terkait industri film. Terutama dalam membuat sebuah judul yang tidak bisa asal-asalan karena memproduksi karya film bukan seperti memproduksi gelas.

"Dalam diskusi ini saya memberi inspirasi seperti apa industri film saat ini, apa yang bisa kita bikin agar lebih baik lagi. Konten itu sangat penting, bussines ini bukan seperti dagang gelas atau kursi yang bisa bikin ribuan laku tinggal nambah. Film itu individual product, only one. Cara menangani harus bener, creative sense, packaging, semua harus bagus," kata Manoj.

2. Dapat Banyak Layar

Ada sebuah pertanyaan diajukan oleh pemuda Makassar terkait mudahnya MD Pictures mendapat tanggal rilis serta banyaknya layar. Manoj Punjabi pun menjelaskan bila hal itu karena eksibitor telah percaya akan produknya yang pasti diminati pasar.

"Tadi ada pertanyaan kok kita bisa punya layar banyak? Ya karena saya sudah membuktikan lagi dan lagi dan lagi (membuat film ditonton banyak orang). Saya punya tanggung jawab untuk industri perfilman Indonesia jangan sampai hancur. Kita sekarang lagi naik-naiknya, empat tahun berturut-turut naik terus persentase penonton film Indonesia. Saya harap film Indonesia bisa jadi tuan rumah, industri ini jangan sampai jatuh, tapi harus berkembang," tandasnya.


REKOMENDASI
TRENDING