FILM INDONESIA

Lewat 'PEREMPUAN TANAH JAHANAM' Joko Anwar Tunjukkan Manusia Lebih Seram dari Setan

Jum'at, 11 Oktober 2019 08:43 Penulis: Rezka Aulia

© KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Skenario film PEREMPUAN TANAH JAHANAM sudah ditulis oleh Joko Anwar sepuluh tahun lalu. Proyek ini sempat akan dibuat dengan judul IMPETIGORE namun kemudian urung.

Salah satu alasan urung dibuat karena Joko merasa saat itu teknologi belum mumpuni mewujudkan visinya. Sembari menunggu, ia pun terus melakukan perubahan pada cerita yang dibuat.

"Saya sudah menyiapkan cerita ini sejak sepuluh tahun lalu. Dulu urung mau ngerjain tahun 2009, karena maklum, film ini membutuhkan level teknis dan estetika yang halus banget. Setelah sepuluh tahun baru kita produksi. Ini hari yang saya tunggu-tunggu," kata Joko Anwar usai press screening PEREMPUAN TANAH JAHANAM di Epicentrum XXI, kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019).

1. Takut Sendiri

Sebagai pecinta horor, Joko Anwar telah menonton banyak film yang ditujukan untuk menakut-nakuti penonton tersebut. Maka ketika menulis skenario PEREMPUAN TANAH JAHANAM, ia membuat kisah yang ketika menuliskannya takut sendiri.

"Kebetulan aku penonton film horor, yang paling jelek sekalipun aku tonton. Jadi saat menulis aku bertanya ke diri aku sebagai penonton horor, 'Cerita seperti apa yang bikin aku takut?'. Dan ketika aku nulis skenario ini takut minta ditemenin sama temen. Ketika syuting film ini dan selesai, aku nonton sama kru dan tanya ini yang bikin siapa ya kok serem gitu he he he. Dari awal-awal memamg nanya gimana bikin film horor yang pembuatnya sendiri takut," aku pria kelahiran Medan ini.

2. Manusia vs Setan

Dalam karya barunya, Joko Anwar tak membuat karakter hantu untuk menakuti penonton. Ia malah menjadikan manusia sebagai obyek timbulnya rasa ketakutan dan tak nyaman tersebut.

"Tujuan paling utama, bagaimana bisa membuat film horor yang bukan saja memberikan jumpscares sesaat karena dikaget-kagetin, tapi membuat film horor yang masuk ke dalam pikiran dan hati. Kita bikin film yang orang pulang beberapa hari kemudian bisa tetep nempel ceritanya. Kenapa bukan setan, karena manusia lebih serem dari setan nggak sih? Kalau misalnya manusia berbuat jahat itu lebih mengerikan. Jadi daripada takut hantu mending takut sama manusia. Mereka bisa lebih kejam," tutup pria berkacamata ini.

 


REKOMENDASI
TRENDING