Main Film Drama Kriminal, Fandy Christian Dapat Cerita Pembunuhan

Kamis, 10 Maret 2016 13:52 Penulis: Ahmat Effendi
Main Film Drama Kriminal, Fandy Christian Dapat Cerita Pembunuhan Fandy Christian ©KapanLagi.com/Budy Santoso
Kapanlagi.com - Demi mendalami karakter saat membintangi film ISENG, aktor Fandy Christian melakukan banyak cara. Ia bahkan blusukan ke daerah preman untuk melihat bagaimana para preman tersebut bersikap. Terlebih sosok yang dibintanginya cukup kontroversial yaitu preman yang suka dengan sesama jenis.

"Aku berperan sebagai Aripin. Dia ini preman pemula yang butuh uang karena ingin menikah dengan pacarnya yang seorang transgender," ucap Fandy Christian di CGV Blitz Grand Indonesia, Selasa malam (08/03).

Untuk semakin mendekatkan dirinya dengan karakter yang tengah dimainkan, Fandy sempat menonton film gay Brokeback Mountain. Ia juga melakukan observasi tentang kehidupan preman yang ada di Jakarta. Pengalaman mengagetkan pun sempat didapati oleh Fandy.

Fandy Christian ungkap para preman memiliki penampilan rapi dan tak seperti yang banyak digambarkan di TV. ©KapanLagi.com/Budy SantosoFandy Christian ungkap para preman memiliki penampilan rapi dan tak seperti yang banyak digambarkan di TV. ©KapanLagi.com/Budy Santoso

"Jalan ke beberapa tempat ngumpulnya para preman. Ternyata preman ini nggak seperti yang sering digambarkan banyak orang di Indonesia yang rambutnya panjang, berbadan besar, kumal. Pas ketemu langsung mereka rapi. Pakai celana bahan kain, sepatu pantofel. Gue bilang: kok kalian nggak serem ya? Dia jawab: saya nggak bakal ngapa-ngapain kalau mereka nggak ngambil jatah parkir saya," tuturnya.

Melihat penampilan fisik para preman tersebut tidak seseram yang kerap digambarkan, namun memiliki pengaruh mengerikan, Fandy mencermatinya. Walau dengan penampilan mereka biasa, namun pengalaman hingga pembunuhan didapati Fandy dari para preman yang ditemuinya di daerah blok M itu.

"Dia (preman tersebut) banyak cerita dulu pas tahun 90-an memang sering terjadi bunuh-bunuhan pas orangnya pada resek. Sekarang udah berbeda, lebih modern, disiplin dan teratur. Makanya mereka lebih santai," tandasnya.

(kpl/abs/sjw)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING