FILM INDONESIA

Main Film Horor 'KUTUK', Shandy Aulia Jadi Aktor Sekaligus Produser

Jum'at, 19 Juli 2019 11:20 Penulis: Galuh Esti Nugraini

Shandy Aulia © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Dalam film barunya bertajuk KUTUK, Shandy Aulia tidak hanya bertindak sebagai aktor saja. Untuk pertama kali ia juga menduduki kursi produser dari production house miliknya yang diberi nama Scene Avenue Movies.

Meski hal baru bagi Shandy, namun ia belajar menjadi seorang produser sejak debut di film pertama yakni EIFFEL... I'M IN LOVE. Bertahun-tahun kemudian ia mengaplikasikan hal-hal apa saja yang saja yang sudah diamati dari satu produksi ke produksi yang lain.

"Persiapan menjadi produser sudah melewati proses bertahun-tahun dari film pertama saat usia saya 15 tahun. Tapi buat saya pengalaman saja nggak cukup jadi saya harus mengerti bener-bener, karena berkarir as a producer nggak sekadar punya modal dan uang. Tapi ibarat makanan, saya juga pengin masak beneran. Akhirnya 2018 saya memutuskan produksi film pertama saya," ucap Shandy saat jumpa pers film KUTUK di Metropole XXI, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).

1. Tanggung Jawab Besar

Menjadi produser sekaligus aktor diakui Shandy Aulia merupakan hal yang tidak mudah. Beruntung dia mendapatkan tim yang bisa membantu saat harus memosisikan diri sebagai pemain film sekaligus orang di belakang layar.

"Kalau pemain kan biasa datang ke lokasi, syuting, terus pulang istirahat untuk persiapan besok. Kali ini saya harus make sure semuanya berjalan lancar karena ada banyak hal harus saya pertanggungjawabkan dari waktu, budget, semua diperhitungkan. Tapi untungnya ada team, jadi keribetan itu bisa terbantu. Saat saya on cam as actress, saya fokus. Setelah saya pulang, saya mikirin yang lain, budget," curah wanita berusia 31 tahun ini.

2. Ide Sendiri

Cerita film KUTUK idenya datang dari seorang Shandy Aulia. Namun untuk menuliskan skenarionya dia dibantu oleh Fajar Umbara yang telah menulis skenario banyak judul film horor.

"Saya mulai dari ide sebuah panti jompo, ide dari saya itu kemudian dibantu Fajar Umbara untuk menulis skenarionya. Lalu ada sutradara Rudi Aryanto yang biasanya drama komedi, tapi dengan saya dia ingin mencoba sesuatu yang baru," tandas Shandy.


REKOMENDASI
TRENDING