Makna Filosofis Angka 212 Pada Film 'WIRO SABLENG' Menurut Vino G Bastian

Rabu, 14 Februari 2018 09:07 Penulis: Tyssa Madelina
Makna Filosofis Angka 212 Pada Film 'WIRO SABLENG' Menurut Vino G Bastian Vino G Bastian © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Dalam film terbarunya, Vino G Bastian akan memerankan tokoh legendaris bernama Wiro Sableng. Dikisahkan, pendekar silat Wiro Sableng memiliki angka 212 yang terukir di dadanya. Menurut Vino, angka yang diciptakan oleh sang ayah, Almarhum Bastian Tito, tersebut memiliki makna yang sangat dalam.

"Kenapa 212? Dulu bapak saya pernah mentranslate buku-bukunya James Bond, 007. Jadi dia pengen bikin karakter yang ada angkanya. Cuma maknanya lebih dalam lagi. 1 itu Tuhan. 2 itu seperti di manusia, Tuhan itu menciptakan ada hitam ada putih, selalu berpasang-pasangan," ungkap Vino G Bastian, saat ditemui dalam acara launching poster karakter film WIRO SABLENG di Koffie Batavia, Grand Indonesia, Jakarta pada Selasa (13/2).

Lebih lanjut, angka 212 juga merupakan filosofi dari rukun Islam dan Pancasila. Vino G Bastian menuturkan, semua filosofi tersebut sudah dipikirkan secara masak-masak oleh mendiang ayahnya.

Vino G Bastian mengungkap makna filosofis angka 212 menurut mendiang ayahnya. © KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaVino G Bastian mengungkap makna filosofis angka 212 menurut mendiang ayahnya. © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

"Kenapa nggak 21 aja? Yang saya ingat bapak saya juga punya filosofi di situ. Karena kalau digabungin di situ, itu akan jadi 5. Yang saya inget. Dan karena saya Muslim, 212 itu rukun Islam itu ada 5 kan. Terus 5 juga perwakilan dari pancasila," jelas Vino.

Di versi layar lebarnya, simbol 212 diubah sedemikian rupa menjadi lebih modern. Menurut Vino, hal tersebut tak menjadi masalah karena simbol Wiro Sableng yang baru juga memiliki arti yang cukup dalam.

"Buat saya ini keren banget, filosofinya juga dapet. Ini bentuknya kan kayak W, Wiro gitu. Dan angka 1-nya lebih tinggi, maksudnya Tuhan lebih tinggi dari apa yang diciptakan-Nya. Filosofinya dalem banget. Menurut saya sah-sah aja, karena nggak mungkin apa yang ada di buku 100 persen sama seperti di film," pungkasnya.

(kpl/mhr/tmd)

Reporter:

Helmi Romadhon


REKOMENDASI
TRENDING