Membangun Alam KARTINI Kembali Dalam Filmnya

Rabu, 15 Maret 2017 17:59 Penulis: Mahardi Eka
Membangun Alam KARTINI Kembali Dalam Filmnya Legacy Pictures

Kapanlagi.com - Pahlawan nasional penggagas emansipasi perempuan dan kesetaraan pendidikan, Kartini, lahir di Jepara pada 21 April 1879, dan wafat di Rembang 21 tahun kemudian. Meskipun tumbuh sebagai putri seorang pejabat pemerintahan, Kartini memilih untuk hidup sederhana.

Pertentangan batin Kartini untuk memajukan rakyatnya, seolah bertolak belakang dengan kemegahan rumah tempat tinggalnya sebagai anak seorang priyayi Jawa.

Hal inilah yang terekam dengan baik di film Kartini, yang siap tayang di bioskop mulai 20 April 2017 di seluruh Indonesia. Kemegahan suasana Jepara pada akhir abad 19 dihadirkan lagi oleh sutradara Hanung Bramantyo dan produser Robert Ronny di layar lebar.

“Membuat film biopik, apalagi juga sebuah film periodik, tentu tidak main-main. Salah satu kendala yang paling besar adalah mensiasati lokasi yang sudah tidak otentik lagi. Kenapa otentisitas penting? Karena lewat otensitas di set, kostum, properti yang kita tampilkan, kita bisa benar-benar tahu, seperti apa hidup di masa lalu yang sesungguhnya. Kita tahu, emosi karakternya seperti apa,” ujar sang produser

Setting KARTINI dihadirkan semirip mungkin dengan setting aslinya. Setting KARTINI dihadirkan semirip mungkin dengan setting aslinya.

Tantangan terbesar film KARTINI juga datang dari banyaknya biaya yang dibutuhkan. Film periodik seperti KARTINI membutuhkan banyak dana untuk menghadirkan setting, kostum, dan efek visual yang dibutuhkan demi terciptanya film yang meyakinkan.

“Banyak ruang yang sudah berubah, bahkan sudah tidak ada lagi jejak masa lalunya. Sudah benar-benar dirombak. Mau tidak mau, kita membangun set lagi, termasuk untuk rumah kediaman Kartini. Nilainya hampir 10% dari total produksi,” ujar Hanung.
 
Yang menarik, bahkan kendaraan yang dipakai Kartini pun harus dibuat lagi. “Kami juga membangun khusus beberapa kereta kuda, semuanya bisa dipakai dengan baik. Satu kereta kuda 150 juta. Kira-kira sama harganya dengan mobil kecil," tambahnya.  

Kesungguhan tim desain produksi membawa keaslian dan kemegahan setting akhir abad ke-19 di Jawa Tengah ini membuat Kartini menjadi film penting yang sangat ditunggu-tunggu tahun ini.

(kpl/dka)

Editor:

Mahardi Eka


REKOMENDASI
TRENDING