Menang di Cannes, Ini Alasan 'PRENJAK' Tak Akan Dikomersilkan

Senin, 30 Mei 2016 11:52 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Menang di Cannes, Ini Alasan 'PRENJAK' Tak Akan Dikomersilkan Wregas Bhanuteja dan tim PRENJAK/©KapanLagi.com®/Budy Santoso
Kapanlagi.com - Prestasi untuk Indonesia baru saja ditorehkan sutradara muda berbakat Wregas Bhanuteja. Filmnya bertajuk PRENJAK berhasil meraih Leica Discovery Prize untuk film terbaik di segmen Critics' Week (Semaine de la Critique) ajang bergengsi Cannes Film Festival.

Teja, begitu pria kelahiran 1992 ini akrab disapa, mengaku tak percaya bisa membawa kemenangan. Pasalnya film-film pendek saingan dianggap tak kalah bagus dan eksperimental dari segi teknik serta eksekusi.

"Saya gak menyangka bisa menang karena kami mengira film dari Yunani yang menang. Pas diumumkan saya nggak menyiapkan apapun. Yang saya lakukan akhirnya hanya menghela napas," ungkap Teja saat jumpa pers di Plaza Senayan XXI, Jakarta Pusat, pekan lalu.

Keterkejutan Teja dan timnya rasanya cukup beralasan. Karena film yang memiliki judul internasional IN THE YEAR OF MONKEY ini dibuat dalam waktu dua hari dengan proses editing selama satu minggu sebelum akhirnya dikirim.

PRENJAK bukan tontonan semua umur, oleh karena itu Teja tak ingin mengomersilkannya/©KapanLagi.com®/Budy SantosoPRENJAK bukan tontonan semua umur, oleh karena itu Teja tak ingin mengomersilkannya/©KapanLagi.com®/Budy Santoso

Ke depannya, Teja tidak akan mengomersilkan PRENJAK karena memang bukan tontonan untuk semua umur. Ia hanya memutar film ini di komunitas-komunitas sebagai ajang diskusi.

"Sama sekali tidak ada niat untuk diputar di bioskop. Film ini hanya untuk kesenian dan kebudayaan. Buat saya festival itu tempat pertemuan sineas mengungkapkan gagasan, aspirasi. Kami hanya ingin berbagi pandangan terhadap sinema. Kami akan putar di komunitas, di ruang putar aja," pungkasnya.

PRENJAK sendiri berkisah tentang wanita bernama Diah (Rosa Winenggar) yang membutuhkan uang untuk keperluan mendesak. Ia lantas menjual korek api seharga Rp 10.000 per batang kepada Jarwo (Yohanes Budyambara), rekan kerjanya, agar bisa melihat bagian intimnya. 

(kpl/abs/tch)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING