Miller, Tak Laku di Malaysia, Berjaya di Indonesia

Senin, 09 Juli 2007 18:22 Penulis:
Kapanlagi.com - Di negeri jiran Malaysia, nama Muhammad Suhemi atau lebih beken dipanggil Miller terbilang aktor mediocare atau sama sekali tak laku. Tetapi di Indonesia, Miller juara.

Dalam waktu hampir berdekatan dua film dia bintangi, BUKAN BINTANG BIASA dan CINTAPUCCINO. Dalam CINTAPUCCINO, besutan Rudi Sudjarwo, Miller malah mendapatkan peran utama, berpasangan dengan Sissy Priscillia.

"Di Malaysia saya kurang laku, itu buat saya sedih, bahkan tak pernah dapat peran. Di sini dapat peran utama, biar orang-orang Malaysia pada nangis, pada jealous, sebab film-film Indonesia diterima di sana," ujar Miller, saat soft-launching film produksi Sinemart tersebut di Restaurant Sidang Reret, Jl Wijaya, Jakarta, Senin (9/7).

Apa yang dibilang Miller bukan asal 'ngecap' karena dia main di sini. Sekarang ini, kata Miller, ada fenomena baru film-film produksi Malaysia banyak yang menggunakan istilah-istilah Indonesia, seperti 'lu' dan 'gue'.

"Jelasnya film Indonesia lebih kualitas," tandas Miller lagi dalam logat Melayu kental.

Salah satu penyebab dia tak laku di negerinya tak lain karena orang Malaysia lebih suka menggunakan 'tampang' Melayu, dibanding tampang Arab-Cina miliknya atau campuran lainnya.

Sebenarnya lulusan SMA di Kuala Lumpur ini memulai karir dari dunia model sejak empat tahun lalu. Saat pertama kali tiba di Jakarta, laki-laki kelahiran 3 Maret 1987 itu langsung disodori sebagai bintang iklan produk mie instan bareng Luna Maya.

Sosoknya yang terbuka dan ramah menjadikan Miller gampang akrab dengan siapa saja. Bahkan selama syuting film, dia sering dikerjain, kalau salah akting dia kena cium Mpok Atiek.

"Orang sini otaknya gila-gila, dan saya sering diajari bahasa jorok," akunya. Dengan membintangi dua film, tak pelak popularitas Miller ikutan melonjak.

"Banyak teman-teman di Malaysia yang e-mail, banyak yang jelaous, sebentar lagi orang-orang (Malaysia-red) berduyun-duyun ke sini. Mereka tak sangka saya dapat peran dan sebentar lagi banyak orang bercakap melayu di sini," repeknya. 

(kl/wwn)

Editor:


REKOMENDASI
TRENDING